Tampilkan postingan dengan label traveloka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveloka. Tampilkan semua postingan

Solusi Jitu Mengamankan Hotel Incaran Tanpa Bayar Lebih Dulu

Fitur "Pay at Hotel"
Solusi Jitu Mengamankan Hotel Incaran Tanpa Bayar Lebih Dulu 

fitur bayar nanti di hotel traveloka
Liburan Romantis di BALI

Bulan Istimewa

Buat saya, bulan Juni tahun 2018 ini akan menjadi bulan yang sarat dengan momen istimewa. Bulan di mana saya masih bertemu dengan bulan suci Ramadan, dapat kembali merayakan Idul Fitri 1 Syawal, sampai di usia ke-40, dan tiba di tahun ke-16 usia perkawinan. Momen-momen spesial ini utamanya menjadi pengingat agar saya lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus pengingat agar memperbanyak rasa syukur atas semua anugerah dari-NYA.

Rasa syukur menghadirkan kebahagiaan lahir dan batin. Wujud syukur bisa dengan hati, lisan, dan perbuatan. Dalam bentuk perbuatan, ungkapan syukur yang biasanya saya lakukan adalah dengan berbagi. 


Namanya bahagia memang harus dibagi supaya rasa cinta dan kasih sayang makin erat, apalagi dengan keluarga, itu yang utama. Selain dengan keluarga, berbagi dengan orang lain juga harus, misalnya dengan orang tak mampu. Nah, kalau yang ini biar jadi rahasia antara kita dan Allah saja, biar terhindar dari riya.

Baca juga : Melihat Keindahan Klasik Bali Tempo Dulu di Desa Wisata Penglipuran

Liburan Keluarga

Menyongsong momen bahagia di bulan Juni nanti, salah satu keinginan saya adalah merayakannya bersama keluarga dengan cara pergi berlibur ke destinasi wisata yang jauh dari rumah. Pinginnya sih keluar pulau, misalnya ke Lombok atau Belitung. 


Kebetulan sudah musim liburan sekolah, tak jadi soal kalau anak-anak diajak liburan yang jauh dan agak lama. Malah ideal banget buat mengisi liburan, me-refresh badan dan pikiran mereka setelah melaksanakan ujian kenaikan kelas dan kelulusan.

Alhamdulillah sekali ternyata suami setuju dengan ide liburan ini. Beliau malah minta saya bikin jadwal untuk dua kali liburan. Pertama, liburan dalam rangka ultah saya dengan mengajak anak-anak. Kedua dalam rangka anniversary, perginya berdua saja.  


Sebagai penyuka jalan-jalan, diajak dua kali liburan gitu mana mungkin saya tolak. Malah bikin nggak sabar pingin cepat-cepat bulan Juni deh

Liburan keluarga di Palembang

Biaya Liburan

Namanya liburan, senang-senangnya dirasakan, tapi biaya juga perlu dipikirkan, bukan? Nah ini yang jadi persoalan ibu rumah tangga seperti saya. Kalau bikin ide, jadwal, dan memilih destinasi saja sih gampang, tinggal biayanya yang bagaimana. Masalahnya Juni ini selain jadi bulan penuh bahagia, juga jadi bulan banyak biaya. 


Siapa pun tahu lah ya kalau lebaran itu banyak dana yang dikeluarkan. Mulai dari biaya mudik, biaya dapur selama Ramadan hingga jamuan lebaran, dana buat berbagi ke banyak orang dan dana untuk bermacam urusan yang gak semuanya perlu dibeberkan ke banyak orang.

Bagaimana dengan dana liburan? Memang sih lebaran itu identik dengan duit lebih karena adanya THR. Tapi ya itu tadi, duit banyak, biaya juga banyak. Semuanya keluar serentak. Apalagi lebaran kali ini waktunya mendekati masuk tahun ajaran baru sekolah. Banyak yang harus dipersiapkan untuk itu. 


Jadi memang kudu pandai bersiasat terhadap dana yang ada supaya jangan sampai banyak keinginan malah bikin kantong bolong sana sini. Liburan perlu, berhitung juga perlu.

Baca juga : Menengok Dua Objek Wisata Religi Khas Wong Kito
 

Liburan di Lembang, stay di Sandalwood Boutique Hotel

Lantas, bagaimana supaya liburan asyik bersama keluarga tetap jalan dan honeymoon romantis tetap sesuai rencana? 

 
Kalau bicara tentang tips liburan hemat dan menyenangkan, jurusnya macam-macam. Mulai dari rajin mantengi promo tiket pesawat dan hotel, memanfaatkan point transaksi, pesan tiket dan hotel dari jauh-jauh hari, mentingin nyaman ketimbang mewah, pergi bukan di musim liburan, dan yang pasti harus sungguh-sungguh nabung sesuai kebutuhan biaya kalau mau dana liburan tercukupi. Itu jurus yang selama ini saya praktekkan. Alhamdulillah memang jitu.

Saat dana sudah siap, masih ada lagi yang perlu dimatangkan agar liburan tetap sesuai rencana yaitu kepastian tiket pesawat dan hotel.

Yup, yang namanya liburan bukan cuma tiket pesawat yang kudu diamankan biar bisa dapat seat di waktu yang kita inginkan, tetapi juga kamar hotel. Saat tiket sudah aman, apa hotel idaman juga aman? Seperti sekarang, saya ingin dapat kepastian kamar buat menginap bersama anak-anak saat ke Belitung dan kamar honeymoon saat liburan berdua suami di Lombok. Tapiiii……

Kondisi saya saat ini tuh di mana rencana liburan sudah matang, tapi dana ternyata belum matang. Bukan saya mau menyalahkan momen lebaran yang bikin pengeluaran jadi bengkak, tapi memang momen spesial sedang barengan, dan itu bikin dana bakal keluar serentak. Nah, kalau sudah begini otak mama-mama mulai berputar-putar mencari solusi. Dan Alhamdulillah ketemuuuuuuu…..

Jadi ceritanya, waktu saya pilih-pilih hotel di app booking tiket dan hotel Traveloka nih, ketemu yang namanya fitur “Pay at Hotel.” Ternyata fitur inilah yang jadi solusi kece untuk rencana liburan saya di mana hotel incaran bisa diamankan tanpa harus membayar lebih dahulu. 




Apa itu “Pay at Hotel” ?

"Pay at Hotel" merupakan salah satu metode pembayaran hotel yang dapat dilakukan langsung di hotel tempat menginap. Singkatnya, dengan fitur ini kita bisa pesan kamar sekarang, bayar kemudian di hotel, baik secara tunai maupun kartu.

Buat saya saat ini, di mana dana yang ada memang prioritas buat lebaran dulu, ini keuntungan yang saya peroleh dari “Pay at Hotel” :

1. Saya bisa pesan hotel dari jauh-jauh hari agar tidak kehabisan kamar. Kalau pesannya nanti nunggu dana ada, bisa-bisa tidak kebagian. Apalagi musim libur lebaran yang serentak dengan libur sekolah begini, hotel-hotel kebanjiran tamu.

2. Karena bayar hotelnya bisa nanti saat di hotel, saya jadi bisa nabung dulu sambil menunggu dana masuk saat suami gajian bulan depan. Pokoknya ada waktu buat siapin dana lagi.

3.  Satu lagi yang bikin seneng nih, ternyata fitur ini akan memudahkan saya jika sewaktu-waktu saya ingin membatalkan pemesanan kamar tanpa mengeluarkan biaya.


   
Cara Menggunakan Fitur Pay at Hotel

Caranya mudah banget. Kemarin saya sudah coba saat memesan hotel di Lombok. Oh ya, sebelum memesan hotel, traveler perlu tahu dulu nih kalau fitur ini baru tersedia di beberapa hotel. Jadi, harus cek dan ricek dulu ya. Lalu, pastikan kita punya credit card aktif dengan limit yang cukup sebagai jaminan. Belum punya? Ya bikin dulu. Bisa juga pinjam credit card teman atau keluarga yang sesuai kriteria. Kalau saya pakai credit card suami. Nah, setelah itu baru deh mulai memesan hotel dengan fitur “pay at hotel”, sbb:

1. Buka app Traveloka
2. Pilih menu Hotel
3. Pilih daerah tujuan menginap
4. Nantinya tertera beberapa hotel yang diikuti penjelasan "pay at hotel"
5. Pilih hotel yang diinginkan
6. Nantinya, akan tertera pilihan "pay at hotel", "free breakfast", dan "free cancellation".
7. Pilih "pay at hotel" untuk kemudian memilih kamar yang tersedia.
8. Selanjutnya, sebagai booking guarante / garansi booking,  Traveloka akan meminta details credit card. Detail credit card hanya digunakan sebagai jaminan, Traveloka tidak akan lebih dulu menarik tagihan pembayaran. Pembayaran pemesanan hotel tetap di bayar di hotel saat menginap.
9. Selanjutnya, voucher hotel sudah bisa kita terima.
10. Jika ada keraguan dengan tanggal menginap, tak ada salahnya tetap melakukan pemesanan karena beberapa hotel membebaskan biaya cancel saat pembatalan. Tapi, harus tetap cek secara detail saat memesan ya agar tidak rugi.

Itu tadi tahap-tahap pemesanan melalui fitur "Pay At Hotel". Mudah banget, kan? Tentu. Yang penting perlu teliti saja saat melakukan pemesanan. Nah langkah-langkah pemesanannya dapat dilihat pada screenshot berikut ini:  


Tahap Pemesanan 1: Pilih "destinasi", pilih "bayar di hotel", pilih "hotel", pilih 'kamar"
Tahap Pemesanan 2 : Pilih "bayar di hotel" dan lanjutkan dengan mengisi data
Tahap akhir pemesanan: Masukkan Detail Kartu Kredit (bisa punya sendiri/teman/keluarga yang sesuai kriteria)

Liburan Siap Terencana Tanpa Galau

Jika sebelumnya saya masih galau, sekarang sudah tenang karena urusan hotel sudah diselesaikan dengan aman dan terpercaya oleh Traveloka lewat fitur Pay at Hotel. Prosesnya mudah, benefit-nya bikin sumringah.

Sekarang tinggal menghitung hari hingga jadwal liburan tiba. Mudah-mudahan semua lancar tanpa kendala. Kalaupun nanti mendadak ada halangan, saya pun tidak terlalu khawatir jika harus melakukan pembatalan pesanan karena prosesnya tanpa biaya (tergantung syarat & ketentuan hotel yang bersangkutan).

Fitur yang bikin happy banget ya. Pesan tanpa biaya, batalpun tidak dikenakan biaya. Nggak ada ruginya. Kurang baik apa lagi coba Traveloka ini sama pelanggan kayak saya? :D

Bulan Juni sudah di depan mata. Momen istimewa sebentar lagi tiba. Saya sudah bersiap menyambut hari raya dengan suka cita, dan siap merayakan bahagia bersama keluarga tercinta dengan momen-momen istimewa lainnya yang sudah direncanakan dari sekarang. Kamu juga ya ^_^

Hotel Kristal Untuk Liburan Keluarga di Jakarta

Travelerien.com

Menginap di hotel bisa jadi alternatif agar liburan keluarga tetap berkualitas. Tetapi, mencari tempat liburan dengan akomodasi yang ramah bagi seluruh keluarga terutama anak-anak bukan perkara mudah. Kebanyakan hotel yang ada memang tidak secara khusus mengakomodir berbagai aktivitas khusus untuk anak-anak, padahal tentu saya ingin menghabiskan waktu liburan yang menyenangkan dengan keluarga. Hotel Kristal Jakarta yang saya pilih untuk liburan kali ini, tak hanya nyaman untuk menginap, namun juga bikin anak gembira.  

pesan hotel traveloka


Liburan Akhir Pekan

Minggu ke-3 bulan Mei (tgl.15-19) anak-anak libur sekolah. Kakak kelas mereka di kelas 6 dan kelas 9 sedang ujian kelulusan. Karena suami tidak libur, kami di rumah saja. Kegiatan anak-anak banyak diisi dengan mengulang pelajaran. Pada minggu ke-5 (tgl.29 Mei-2 Juni) giliran mereka yang akan ujian. Saya kebetulan sedang tidak ada jadwal keluar kota. Jadi bisa menemani mereka. Acara sih ada, seperti ASUS Zenfinity kemarin (16/5). Tapi tidak pakai menginap. Usai acara bisa kembali ke rumah, kumpul lagi dengan keluarga.

Melihat anak-anak di rumah saja, saya jadi ingin ajak mereka liburan. Bukan liburan besar, sekedar liburan akhir pekan saja. Biar mengurangi ketegangan mereka dalam belajar, sekaligus untuk mendapatkan suasana yang segar. Terlintas untuk berlibur ke Puncak, Bogor. Tapi, bayangan bermacet-macet ria membuat ide untuk ke sana saya urungkan. Akhirnya saya mencari lokasi yang dekat, tidak macet, hemat waktu, tapi tetap menyenangkan.

Baca juga: Ini Asyiknya Staycation di Hotel Grand Zuri BSD

Jalan-jalan akhir pekan

Akomodasi Mudah

Pergi bersama keluarga berarti harus memikirkan soal akomodasi. Tapi saya tidak khawatir karena ada banyak hotel di Jakarta yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Nah, mengenai reservasinya pun mudah. Saya bisa melakukan reservasi hotel kapan saja melalui online travel agent seperti Traveloka.com

Sebelum melakukan pemesanan, saya harus mencari tahu dulu hotel mana yang sesuai dengan kebutuhan. Di Traveloka ternyata cara mencarinya gampang banget. Pertama, buka dulu situs Traveloka. Masuk menu HOTEL. Kemudian mulai dengan 3 langkah mudah:
1. Ketika nama kota/tempat/hotel yang ingin dituju. Dalam hal ini saya memasukkan nama kota. Sebab saya belum tahu nama hotel yang cocok buat saya. Saya ketik : Jakarta Selatan
2. Ketik tanggal menginap
3. Ketik jumlah orang yang akan diajak menginap.

Selanjutnya tinggal klik Search Hotel. Tunggu sesaat. Kemudian…taraaaa…muncullah nama-nama hotel yang direkomendasikan Traveloka. Untuk pencarian yang lebih spesifik, saya tinggal atur dengan mengklik beberapa pilihan seperti: harga, bintang, fasilitas, dan tipe akomodasi yang diinginkan. Baru setelah itu Traveloka menampilkan hanya hotel-hotel sesuai dengan yang saya butuhkan.
Berlibur di Hotel Kristal :)
Setelah melihat-lihat beberapa pilihan hotel, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada hotel Kristal di Cilandak Jakarta Selatan. Hotel ini tampaknya family-friendly banget. Punya kolam renang (anak dan dewasa), banyak tempat bermain untuk anak, bahkan di kamarnya ada dapur. Yang tak kalah penting kamarnya luas, cocok untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya. 

Setelah mantap memilih Hotel Kristal, saya langsung melakukan pemesanan untuk tgl. 20 Mei 2017. Pesan hotel lewat Traveloka ternyata mudah banget. Nggak pakai ribet. Tak sampai 5 menit, pesanan selesai, voucher hotel dari Traveloka langsung saya terima lewat email.  
Lobi Hotel Kristal

Hotel Kristal di Cilandak Jakarta Selatan

Untuk mencapai Hotel Kristal yang beralamat di Jl. Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan, saya hanya menghabiskan waktu sekitar 20 menit dari BSD Serpong. Lewat jalan tol Bintaro, keluar Pondok Indah, langsung ke arah Terogong melewati komplek perumahan Pondok Indah. Alhamdulillah lancar dan tidak macet. Mood anak tetap baik, begitu juga suami. Senang kalau begini. Bawaannya tetap ceria.

Tidak sulit menemukan letak Hotel Kristal. Apalagi kalau menggunakan Google Map. Jika datang dari bundaran Pondok Indah, ambil jalan ke arah sekolah BPK Penabur. Dari sana sudah dekat. Bangunan hotel ada di sebelah kanan jalan, menjulang di antara bangunan lainnya. Di sebelahnya ada Hero. Di depannya ada Hamptons Park. Di pintu gerbang bagian depan ada tulisan Hotel Kristal. Tinggal masuk :) 



Saat check-in, saya tinggal menunjukkan kode voucher dalam email yang saya terima dari Traveloka. Proses check-in sangat mudah dan cepat. Selanjutnya saya tinggal masuk kamar. Kamar Studio Suite yang saya pesan terletak di lantai 2 menghadap ke kolam renang.

Suasana asri di sekitar hotel saya jumpai mulai sejak pertama kali melewati gerbang masuk. Area parkir hingga bagian depan lobi dihiasi oleh taman-taman yang hijau dan tertata rapi. Area kolam renang hingga taman bermain anak juga tak kalah asri. Ada kolam ikan koi serta taman yang hijau dan bersih. 

Taman di samping restoran hotel


Laguna Bar di tengah kolam renang
Kolam ikan Koi

Menikmati Kenyamanan Kamar Studio Suite

Hotel Kristal hotel bintang 4 berkonsep hotel dan residence. Cocok bagi yang ingin menginap bersama keluarga, terutama yang akan menginap dalam waktu lebih lama. Ada 3 tipe kamar yang bisa disesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Studio Suite, Suite Superior (2 kamar tidur), dan Suite Superior (3 kamar tidur). Masing-masing tipe bisa dipesan dengan sarapan atau tanpa sarapan.

Tadinya saya mau pesan Suite Superior karena mau ajak ibu juga. Berlima dengan 2 kamar saya pikir sudah cukup. Tapi anak lanang batal ikut karena ada tugas bikin video dari sekolah yang belum selesai. Karena dia tidak ikut, ibu pun pilih tinggal. Akhirnya saya pesan Studio Suite buat bertiga saja. Kamarnya luas dengan tempat tidur queen-sized.


Baca juga: Jangan Lewatkan 3 Destinasi Ini Saat Berwisata ke Palembang

Luas

Nyaman

view bagus di balik jendela

Luas kamar Studio Suite yang saya tempati 40m2. Ada area living room dengan sofa berkapasitas 3 orang dan dilengkapi sebuah meja. Kasur double bed-nya besar, bisa buat bertiga. Bahkan masih lega. Fasilitas lainnya LCD TV 32", Internet Connection, Safe Deposit Box, dan Individual Controlled AC. 

Studio Suite dilengkapi pula dengan kitchen set. Terdapat dispenser yang sudah dipasangi galon Aqua. Kulkas dengan 2 macam minuman (free). Peralatan makan seperti piring dan gelas. Teh, kopi, cream, dan gula untuk membuat minuman. Tersedia juga kompor listrik dan peralatan masak (on request). Kalau sedang malas keluar, punya bahan praktis yang bisa diolah, bisa masak sendiri. Biarpun kamarnya mahal, tapi bisa hemat buat makan, kan lumayan :D

Dapur

Kamar mandi

Makan di Luar Hotel

Rate Studio Suite yang saya tempati Rp 2.126.373 / malam. Dengan memesan hotel lewat Traveloka, saya mendapatkan harga Rp 938.455 / malam.


Mengenai makan selama berlibur ke hotel, dari awal kami memilih untuk makan di luar hotel. Dari hasil pencarian restaurant di sekitar Cilandak, saya menemukan beberapa pilihan resto. Ada Dapur Sunda, Fish & Co, Rempah Wangi, Warung Bu Kris, dll. Kami mengincar salah satunya untuk dijadikan tempat makan malam.

Ada yang ultah di bulan Mei :)

Kondisi lalu lintas Sabtu malam ternyata tidak selancar dugaan. Padat dan macet. Bahkan kami mengalami tersendat-sendat hampir 30 menit. Humayra mulai rewel. Berulangkali dia bilang lapar, lapar, lapar. Rupanya sudah tidak tahan lagi untuk makan. Di tengah kemacetan saya lihat ada gerobak bakpau. Penjualnya kakek-kakek. Saya beli dua. Cukup buat penahan lapar. Bakpaunya besar. Saya dan suami ikut makan. Humayra kenyang, saya dan suami tidak. Saat itu macet belum juga usai. Rasanya sudah tidak tahan lagi berlama-lama. Sewaktu lihat ada McD, kami langsung belok. Pencarian tempat kuliner yang diincar terpaksa dihentikan. Perut sudah tidak bisa diajak kompromi :D

Berbeda dengan saat sarapan. Kondisi jalan di waktu pagi masih sepi. Mungkin karena hari Minggu, tidak ramai oleh pengendara yang hendak berangkat kerja. Kami keluar hotel, meluncur ke arah perumahan Pondok Indah, ke kawasan ruko yang saya lupa apa namanya. Di sana kami sarapan dengan nasi ayam, nasi goreng, chicken katsu, kue-kue, roti, minuman coklat hangat, kopi, dan air putih. Usai sarapan langsung balik hotel.

Ada dapur buat yang ingin masak :)

Berenang dan Bermain Gembira

Untuk rekreasi, Hotel Kristal menyediakan fasilitas kolam renang, restoran, fitness center, dan spa. Selain fasilitas kolam renang untuk anak, hotel ini juga menyediakan fasilitas playground dan taman tropis yang cukup luas. Anak-anak pun bisa bermain bebas. Ada sejumlah wahana bermain seperti ayunan, perosotan, jungkitan, dan panjatan. Anak-anak juga bisa asyik main di Kiddy Land yang terletak di depan restaurant hotel. 


Setelah kembali dari sarapan di luar hotel, kami langsung ke kolam renang. Keperluan renang memang sudah disiapkan dan ditaruh di mobil. Jadi tidak perlu ke kamar lagi buat ambil barang-barang. Anak saya, Humayra, seperti sudah tidak sabar untuk nyebur ke kolam. Meski kelihatan tidak sabar untuk masuk kolam, dia masih sempat menghampiri beberapa wahana di area kering. Ayunan dan jungkitan dilewati, seluncuran yang dia dekati. Mencoba sekali, lalu pindah lagi ke kolam. Selanjutnya dia hanya main di kolam renang sampai dua jam berikutnya.

Trampolin

Seluncuran

Jungkitan

Ayunan

Selama dua jam itu pula saya dan suami tidak kemana-mana. Bahkan ke fitness center pun tidak. Cuma duduk santai berdua, menikmati pagi. Merasakan segarnya udara pagi, bercengkerama sambil disaksikan matahari yang terus meninggi. Sesekali berjalan ke pinggir kolam, mendekati Humayra yang memanggil untuk minta tolong sesuatu. Atau turun ke kolam, lalu naik lagi. Duduk lagi dengan saya. Begitu saja. Santai-santai. Senang-senang.

Seru

Banyak teman berenangnya :)

Ditemani sama papa :)

Jam 10 Humayra baru keluar kolam renang. Kami kembali ke kamar. Mandi. Beres-beres barang. Tepat jam 12 kami check-out. Liburan akhir pekan selesai. Tinggal bawa pulang cerita bahagia.

Hotel Kristal bisa menjadi salah tempat pelarian yang cocok untuk menenangkan pikiran ataupun liburan bersama keluarga. Lokasinya pun cukup strategis. Liburan berarti quality time bersama keluarga dan hotel ini menawarkan suasana berlibur yang membuat keluarga jadi semakin akrab.

Santai
 
Menginap nyaman, anak pun gembira

A post shared by Katerina (@travelerien) on


Hotel Kristal
Jl. Tarogong Raya, Cilandak Barat, Jakarta 12430
Phone : +62 (021) 750 7050 | Fax : +62 (021) 750 7110
Email : info@hotelkristal.com
Website : http://www.hotelkristal.com 

.
.
.

Jangan Lewatkan 3 Destinasi Ini Saat Berwisata ke Palembang

Travelerien.com 

Liburan Asyik di Palembang - Menutup bulan April dengan jalan-jalan ke Palembang bersama keluarga. Hanya dua hari, Sabtu dan Minggu, tapi berkesan. Anak-anak pun senang. Hari Sabtu menghadiri acara diskusi “Ngeblog itu Asyik” di Stisipol Candradimuka dari siang sampai sore. Baru pada hari Minggu mulai jalan. Bersama Yayan, Deddy, Mbak Tati, kami sekeluarga berkunjung ke Bayt Al Quran Al Akbar (Al Quran ukir terbesar di dunia), Museum Balaputra Dewa dan Rumah Limas (rumah adat Palembang). 

al quran ukir raksasa
Bayt Al Quran Al Akbar

Museum Al Quran Ukir Terbesar di Dunia


“Mbak Rien wajib lihat Al Quran ukir raksasa. Bagus, mbak. Mesti ke sana pokoknya,” ujar Yayan berpromosi.

Saya memang tidak membuat rencana akan mengunjungi apa saja. Hanya ikut kemana Yayan menyarankan. Yayan sempat sebut Pulau Kemaro dan Kampung Al Munawar. Saya bilang sudah ke sana. Baru kemudian Yayan sebut Museum Al Quran raksasa. Nah, setelah mendengar kata “wajib”, saya langsung setuju. Kalau sudah disebut ‘wajib’, tentu istimewa untuk dikunjungi.

Nama Al Quran Al Akbar sudah lama santer terdengar. Rasa kagum dari cerita orang-orang yang pernah berkunjung sukses bikin saya penasaran. Seindah apa? Sebesar apa? 

Berkunjung bareng keluarga, Yayan, Deddy, dan Mbak Tati

Museum Al Quran raksasa berlokasi di Jl. M. Amin Fauzi, Soak Bujang RT. 03 RW. 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang. Tepatnya di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota, akses menuju lokasi bisa dimulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Selanjutnya naik transportasi umum seperti Trans Musi, turun di Halte Jembatan Musi II, kemudian dilanjut naik angkot jurusan Gandus.

Kami berangkat dari rumah Yayan di Silaberanti sekitar jam 10 menggunakan mobil. Mas Arief yang menyetir. Meski pernah lama tinggal di Palembang, Mas Arif sudah tidak begitu hafal jalan. Kami beruntung sekali ada Yayan dan Deddy yang menemani. Jam 11 kami tiba di lokasi. 


Baca juga: Menikmati Liburan Akhir Pekan di Palembang Bersama Keluarga





Sesi terakhir perjalanan kami melewati jalan yang tidak terlalu mulus. Setelah menemukan papan petunjuk bertuliskan Ponpes Al Ihsaniyah kami belok kanan, kemudian lurus terus sampai di ponpes. Ada area parkir yang tidak terlalu luas di sebelah kiri dekat gerbang ponpes. 


Terdapat beberapa pondok souvenir di sisi lainnya. Setelah memarkirkan mobil, kami jalan kaki menuju museum yang terletak di seberang jalan. Museum berada di pinggir jalan, bersebelahan dengan rumah pemiliknya. Untuk memasuki museum kami membeli tiket di loket dekat pintu masuk. Harga tiket Rp 5.000 per orang.




Usai melepas sepatu dan meletakkannya di rak yang tersedia, kami melangkah masuk. Rekaman suara orang mengaji, terdengar mengalun syahdu menyambut kehadiran setiap pengunjung museum. Seiring dengan itu pula mata disambut oleh pemandangan lembaran-lembaran kayu yang bertuliskan ukiran ayat-ayat suci. Tertata rapi mulai dari lantai dasar hingga lantai 3 paling atas. 


Ayat suci Al Quran sebanyak 30 juz terukir indah pada lembaran-lembaran kayu trembesi (kayu ulin). Berhiaskan ukiran khas Palembang yang dicat warna emas. 

Menurut keterangan tertulis yang terbentang tinggi pada sisi kiri dinding museum, kurang lebih ada 40 meter kubik kayu yang digunakan untuk membuat Al Quran raksasa. Biaya pembuatan keseluruhan sekitar 2 miliar.  Masing-masing lembaran kayu berukuran 177x140 dengan ketebalan 2,5 cm. 


Photo taken by Yayan @omnduut

Saya jadi tahu kenapa ayat suci Al Quran diukir di atas lembaran kayu trembesu (kayu ulin). Tujuannya agar mushaf jadi awet dan tahan lama. Kayu trembesu dikenal sebagai kayu terbaik dan berkelas. Penggunaannya mempermudah dan memperindah ornamen-ornamen ukiran khas Palembang sehingga disamping untuk mensyiarkan Islam, juga untuk mempromosikan budaya dan tradisi Palembang.

Untuk melihat lebih banyak lagi lembaran kayu, kami masuk galery. Di balik lembaran kayu yang paling depan ternyata ada banyak lembaran lainnya di belakang. Humayra tampak asyik berpindah dari lembar kayu yang satu ke lembar lainnya sambil sesekali menatap kagum ukiran huruf-huruf hijaiyah yang dilihatnya. Mungkin merasa ajaib melihat ada Al Quran raksasa seindah itu. 




Pengunjung hanya bisa melihat-lihat galery di lantai dasar. Tangga menuju lantai 2 dan 3 ditutup terkait faktor keamanan. Hari itu pengunjung museum ramai. Ruang galery penuh. Jika lebih banyak orang lagi kemungkinan tidak leluasa untuk lalu lalang. Berfoto di antara lembaran-lembaran kayu pun jadi buru-buru.

Proses pembuatan Al Quran ukir raksasa memakan waktu sekitar 7 tahun. Dipublikasikan pertama kali oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada 30 Januari 2012. Peresmiannya dihadiri oleh seluruh delegasi parlemen OKI. Ayat-ayat Al Quran yang diukir pada kayu berwarna dasar coklat terdiri dari 630 halaman dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula.

Kemegahan dan keindahan Al Quran Al Akbar sangat mengagumkan. Tak heran bila Al Quran raksasa ini menjadi terkenal di seluruh penjuru Tanah Air. Tak hanya Museum Rekor MURI saja yang memberi pengakuan, bahkan dunia internasional pun mengakuinya sebagai Al Quran Ukir terbesar di dunia yang pernah ada saat ini. 





Museum Balaputra Dewa dan Rumah Limas

Usai mengagumi keindahan Bayt Al Quran Al Akbar di Gandus, kami meluncur ke Museum Balaputera Dewa yang berlokasi di Jalan Srijaya I No.288 KM 5.5, Alang Alang Lebar, Sukaramai, Srijaya, Kota Palembang. Museum ini jadi destinasi terakhir sebelum kami kembali ke Jakarta.

Dalam perjalanan menuju museum, kami mencari tempat makan siang. Sayangnya rumah makan pindang yang dicari tidak dijumpai. Hari itu saya ingin makan gulai pindang. Memang sudah diniatkan sejak dari Jakarta agar tidak melewatkan masakan pindang jika sedang di Palembang. Berhubung belum ketemu, akhirnya pencarian ditunda. Kami teruskan perjalanan menuju museum. 




Hari itu Minggu, hari libur, tapi museum tampak sepi. Area parkir kendaraan mobil pun kosong. Yayan sudah lebih dulu masuk dan membelikan kami tiket saat kami masih di luar. Di dalam saya jumpai pengunjung lainnya, hanya tiga orang pemuda.

Bangunan museum terlihat megah dari luar, begitu pula di dalamnya. Dinding lobinya berhiaskan ukiran khas Palembang. Museum Balaputera Dewa memiliki luas lahan sekitar 23.565 m2. Di dalamnya tersimpan 10 jenis koleksi. Jumlah koleksi mencapai 3.882 item terdiri dari koleksi dari zaman pra-sejarah, zaman Kerajaan Sriwijaya, zaman Kesultanan Palembang, hingga ke zaman kolonialisme Belanda. Berbagai koleksi tersebut dipamerkan di dalam tiga ruang pamer utama. 




Karena waktu terbatas, kami tidak memasuki ruang pamer museum. Kami hanya bisa  menyaksikan berbagai koleksi arca yang ada di selasar museum saja. Berbagai replika arca tersebut berasal dari zaman megalith di Sumatera Selatan. Menurut keterangan, benda-benda pra-sejarah berupa arca yang menjadi koleksi Museum Balaputera Dewa berasal dari 22 lokasi pemukiman budaya megalith yang berada dalam rangkaian Pegunungan Bukit Barisan di sisi sebelah barat Sumatera Selatan, yakni wilayah dataran tinggi Pagaralam. 


Berbagai arca yang saat ini menjadi koleksi museum antara lain arca megalith ibu menggendong anak, arca orang menunggang kerbau, hingga arca manusia dililit ular. 




Mungkin lain waktu saat punya waktu lebih lama, saya akan kembali lagi ke museum untuk melihat-lihat koleksi yang tersimpan di ruang pamer. Sebab dari koleksi-koleksi di ruang pamer itulah pengunjung seperti saya bisa mendapatkan informasi tentang awal mula sejarah berdirinya Kerajaan Sriwijaya di Nusantara.

Museum Balaputera Dewa dibuka setiap hari kecuali Senin mulai pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB. Untuk bisa menikmati kekayaan sejarah yang tersimpan di dalam museum, pengunjung cukup membayar tiket dengan harga Rp 2.000 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Relatif murah, ya :) 


Baca juga: Diskusi "Ngeblog Itu Asyik" Bersama Kompasianer Palembang

Rumah tradisional Palembang
Rumah Limas - Rumah tradisional Palembang

Rumah Limas Rumah Tradisional Palembang

Pernah mengamati lembaran uang kertas Rp 10.000,-? Gambar pada lembaran uang tersebut sangat mewakili Palembang, Sumatera Selatan. Selain gambar Sultan Badaruddin, di baliknya ada gambar Rumah Limas yang bisa ditemukan di halaman belakang Museum Balaputra Dewa. 


Saya jadi teringat bulan April lalu saat berkunjung ke Tidore dan Ternate. Pemandangan Pulau Maitara dan Tidore yang saya lihat dari Ternate juga tergambar dalam lembaran uang kertas senilai Rp 1.000,- 

Bagian paling depan dekat tangga adalah beranda yang tertutup
 
Rumah Limas merupakan rumah tradisional Palembang yang seluruh bagiannya terbuat dari kayu. Dinamakan Rumah Limas karena mempunyai bentuk limasan dengan gaya panggung. Kalau belum pernah melihat langsung wujud asli Rumah Limas, bisa lihat dulu gambarnya pada lembaran uang Rp 10.000,-. Bentuknya sama persis.

Secara kebetulan di dompet ada uang Rp 10.000 yang masih bagus dan kaku. Langsung deh dipakai buat foto. Saya dan Mas Arif bergantian memegang uang tersebut, lalu berfoto dengan latar Rumah Limas. Mungkin norak ya, tapi kami senang-senang aja :) Bangga saja rasanya ada pahlawan Palembang dan rumah adat Palembang tergambar dalam lembaran uang Indonesia.


Terdapat semacam jembatan penyambung antara dua bangunan rumah

Anak-anak juga senang. Abang Al berkomentar soal ukuran rumah Limas yang besar dan juga halamannya yang luas. Lalu saya tanya, suka rumah besar dengan halaman kecil atau rumah kecil dengan halaman luas? Al suka yang kedua. Kenapa bukan suka dengan rumah besar dan halaman luas? “Nanti kalau sudah tua kesepian, capek pula ngurusnya.” Saya tersenyum mendengar jawabannya. Sepertinya Al bercermin pada rumah eyang putrinya (ibu mertua) dan rumah buyutnya (kakek saya) :))

Setelah puas mengambil foto dari luar rumah, kami diajak Yayan masuk Rumah Limas dengan ijin khusus :D  


Oh ya, saya kira untuk masuk bisa lewat bangunan pertama yang paling depan, ternyata lewat bangunan kedua yang paling belakang. Setelah melepas alas kaki, kami menaiki tangga kayu yang berjumlah 5 anak tangga. Di ujung tangga sudah berdiri seorang penjaga sekaligus guide yang siap memberikan informasi terkait rumah Limas dan isinya. 

Ukiran khas Palembang berbentuk bunga, fauna, dan alam menghiasi perabotan dan dinding dalam rumah

Saat menaiki tangga itulah saya merasa dejavu. Sebuah kenangan masa kecil tiba-tiba muncul. Rasanya saya pernah ke rumah ini. Pernah menaiki tangganya. Pernah masuk dan melihat kamar-kamar di dalamnya. Pernah berfoto di berandanya. Pernah….Ya, saya pernah ke sini! Dulu sekali ketika masih SD, seusai mengikuti lomba cerdas cermat di TVRI Palembang. Masa ketika saya masih ingusan, menjadi siswi di Sekolah Yayasan Pertamina Pendopo. Ah, iya, saya ingat itu.

Di masa kini, Rumah Limas sebagai rumah tradisonal sudah jarang digunakan oleh masyarakat Palembang. Selain keterbatasan lahan, membangun rumah limas harus memiliki lahan yang sangat luas dan membutuhkan dana yang lebih banyak ketimbang membangun rumah pada umumnya. Oleh karena itulah, masyarakat Palembang percaya, pemilik rumah limas di zaman kesultanan Palembang adalah mereka yang memiliki kedudukan sosial dan ekonomi yang tinggi di masyarakat. 


Kursi singgasana untuk pengantin dan timbangan cinta

Rumah Limas didirikan sejak tahun 1830. Pemilik awalnya Pangeran Syarif Abdurrahman Al-Habsi dan berakhir di tangan Belanda pada awal abad ke-20. Setelah sering dipindahkan oleh pemiliknya, pada 1985, rumah ini dipindahkan ke Museum Balaputra Dewa, dan dijadikan museum tersendiri yang diberi nama Museum Rumah Bari. 

Terdapat sejumlah koleksi barang tua peninggalan masa lampau seperti meja dan kursi yang sudah ada sejak jaman Belanda. Ratu Beatrix dari Belanda bahkan pernah duduk di kursi ruang tamu ini. Di depan pintu masuk terdapat piano antik yang masih berfungsi hingga sekarang. Petugas museum memperbolehkan kami mencobanya. Humayra yang tampaknya penasaran langsung memainkan jemarinya dengan sedikit malu-malu. Di lain waktu, Yayan memintanya bermain piano lagi, lalu merekamnya. Saya jadi penasaran ingin lihat videonya :D 

Perabotan dalam salah satu kamar Rumah Limas
 
Di ruang utama terdapat sejumlah perabotan, antara lain kursi singgasana untuk pengantin, timbangan cinta, kulkas tradisional, radio dan pemutar piringan hitam dari tahun 1896.

Total ada sekitar 6 kamar di dalam Rumah Limas. Ada yang berfungsi sebagai kamar tidur pengantin, kamar tidur utama, serta ada pula kamar pembantu di bagian belakang rumah. Semuanya punya ciri khas tersendiri, beberapa kamar dilengkapi Grobok Leket, yaitu lemari penyimpanan yang menyatu dengan dinding rumah.


Pondasi rumah limas terbuat dari kayu ulen. Pemilihan kayu ini bukan tanpa sebab mengingat kayu ulen mempunyai struktur yang kuat dan tahan air. Sementara bagian rumah yang lain  seperti pintu, pagar, dan lantai terbuat dari kayu trambesi tanpa menggunakan satu pun paku.


"Jembatan" penyambung antara rumah depan dengan rumah belakang

Rumah limas dalam budaya Palembang mempunyai makna filosofis yang mendalam. Tiap ruangan diatur dengan menggunakan filosofi kekijing. Dalam kekijing terdapat lima tingkatan ruangan yang diatur berdasarkan penghuninya, yaitu usianya, jenis kelamin, bakat, pangkat, dan martabat.

Rumah Limas kini menjadi koleksi terbesar Museum Balaputra Dewa Palembang. Mata uang pecahan 10.000 rupiah yang bergambar rumah limas merupakan upaya pemerintah untuk menjaga dan melestarikan bentuk Rumah Limas Palembang yang kaya akan makna filosofis.


Jembatan Ampera di latar belakang, landmark Kota Palembang

Liburan Menyenangkan di Akhir Bulan


Rumah Limas menjadi penutup jalan-jalan kami di Palembang. Meski durasi kunjungan sekitar 1 jam saja, tapi sudah cukup untuk mengenalkan anak-anak pada bentuk asli rumah tradisional Palembang. Ini menjadi pengalaman pertama mereka dalam berwisata di Palembang, kota kelahiran mamanya. Saya juga senang melihat Mas Arif terkesan saat wisata religi mengunjungi Bayt Al Quran Al Akbar. Masih ingin balik lagi katanya, mau ajak bapak dan ibu mertua.

Usai dari Museum Balaputra Dewa, kami kembali mencari tempat untuk makan. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.37. Humayra sudah mulai merintih lapar. Disaat seperti itu kami diberi kemudahan, rumah makan yang dicari cepat ketemu. Alhamdulillah akhirnya makan siang di French Bakery & Bistro.


Di French Bakery & Bistro

haus...

Aneka pempek, gulai pindang ikan patin, mie rebus jawa, ayam keriting, ayam keremes, kwetiaw,  jadi menu makan siang kami. Tak ketinggalan minuman-minuman segar seperti es ‘darah dingin’, coral blue, jus kedondong, jus kiliminjaro, dan jus alpukat. Senang deh, akhirnya kesampaian juga makan gulai pindang patin di Palembang.

Bertujuh kami makan bareng sebelum akhirnya berpisah. Mbak Tati pulang lebih dulu karena pesawatnya jam 3. Kemudian berpisah dengan Yayan di Gramedia. Sedangkan Deddy ikut kami mengantarkan mobil ke rumah kak Digno dekat YPAC. Setelah itu saya dan keluarga melanjutkan perjalanan ke bandara, Deddy pulang ke rumahnya. 


Pindang Patin idaman

Paket nasi ayam keremes

Makanan terenak di dunia :D  - Pempek Pistel, Pempek Kulit, Pempek Telok, Pempek Lenjer

Paket Perjalanan Hemat

Dua hari di Palembang terasa berkesan. Meski akhir bulan, saat duit di dompet sudah menipis, tetap bisa jalan-jalan senang dan makan-makan kenyang. Padahal lumayan lho tiket pesawat PP buat 4 orang hehe. Belum lagi hotelnya. Tapi syukurlah kemarin belanja tiketnya di Traveloka. Dapat harga hemat. Liburan akhir bulan tetap aman di kantong.

Sore itu kami tiba di bandara tepat waktu. Tidak telat, tidak pula terlalu cepat. Saat menunggu di ruang tunggu pesawat, saya teringat kembali kejadian di awal bulan April saat memesan tiket ke Palembang. Seperti biasa, saya memesan tiket pesawat lewat Traveloka


Nah, tiket ke Palembang yang sudah saya beli terpaksa di-reschedule karena saya mendapat jadwal menjadi narasumber diskusi “Ngeblog Itu Asyik” di Kampus Stisipol Palembang. Urusan resechedule ini sempat membuat saya mengira bakal ribet. Tapi itu tidak terjadi, dengan adanya fitur Easy Reschedule Traveloka ternyata urusan ubah jadwal tiket pesawat jadi mudah. Saya tidak perlu telpon maskapai. Hanya dengan beberapa klik saja langsung selesai.

Liburan asyik bawa pulang oleh-oleh dan cerita seru. Terima kasih krupuknya, Om!

Selain kemudahan reschedule, Traveloka kini juga memberikan kemudahan berlibur dalam bentuk paket tiket pesawat dan hotel. Karena yang  namanya liburan tentu tidak hanya butuh tiket tapi juga hotel. Jika biaya tiket dan hotel bisa dihemat, dana lebih bisa digunakan untuk hal lain. Misalnya untuk tambahan biaya makan-makan, beli kebutuhan saat di perjalanan, bahkan untuk tambahan beli oleh-oleh.

Selain lebih hemat, memesan paket tiket pesawat dan hotel di Traveloka juga praktis tanpa repot. Prosesnya cepat dan mudah. Tinggal melakukan beberapa klik, tiket pesawat dan hotel sudah ditangan.

Keuntungan lainnya adalah Pilihan Variatif, di mana ada ratusan tawaran ekslusif yang bisa diubah sesuka hati untuk mendapatkan kombinasi terbaik. Kita bisa tentukan sendiri paketnya sampai benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Beragam Pilihan Pembayaran juga makin mempermudah kita dalam bertransaksi. Kita bisa bayar dengan cicilan, Transfer & ATM, dan kartu kredit. Berapapun nilainya.


Baca juga: Pengalaman Merencanakan Liburan Tanpa Ribet

Pergi liburan senang, pulang liburan tenang

Liburan nyaman dengan harga aman di kantong adalah harapan banyak orang. Merencanakan liburan tanpa ribet juga keinginan banyak orang. Nah, kalau dengan bertransaksi di Traveloka saya bisa dapatkan itu, yang lain mestinya juga bisa.

Tepat pukul 18.00 kami boarding. Anak-anak membawa tasnya masing-masing. Barang bawaan bertambah karena ada oleh-oleh yang dibawa pulang. Ada kantong besar berisi kerupuk oleh-oleh dari Yayan. Ada dus isi pempek Candy yang kami beli saat dalam perjalanan menuju bandara. Dan yang paling penting, ada oleh-oleh cerita dan pengalaman jalan-jalan yang kami bawa pulang. Semua menjadi kenangan dalam benak dan hati kami masing-masing.

Sampai jumpa lagi Palembang. Kota kelahiran dengan seribu kenangan.


Liburan berkesan bersama mereka. Terima kasih! :)


**

Palembang, 29-30 April 2017