Tampilkan postingan dengan label travel blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travel blog. Tampilkan semua postingan

IG Live PSBB @Pigijo x Katerina @travelerien : Cerita Traveler Cantik Keliling Indonesia


IG live @Pigijo_ 
Di acara PSBB (Pigijo Sharing Bareng-Bareng)
Rabu, 16 Desember 2020
Host: Regina
Pigijo Online Travel Planner
website: www.pigijo.com

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

1. Perkenalan Pribadi (Katerina) 

Namaku Katerina. Boleh panggil Kate atau Rien. Aku asli Sumsel, sekarang berdomisili di BSD City Serpong kurang lebih telah 20an tahun.

Aku seorang Blogger yang suka menulis cerita perjalanan di www.travelerien.com

Semua kanal digitalku pakai nama Travelerien (FB Pages, Twitter, Instagram). Aku juga punya channel di Youtube bernama Katerina. S

2. Apa alasan menyukai dan aktif traveling? 

Pertama, traveling itu menyenangkan

Ada banyak kesenangan, bahkan sejak dimulai dari perencanaan, packing, berangkat dan selama perjalanan, selama di destinasi, hingga perjalanan pulang dan membawa pengalaman. Kegiatan ini membuatku aktif, bergerak, berpikir, dan melakukan banyak hal.

Kedua, traveling itu mendatangkan kepuasan. Sebab traveling adalah hobiku, suatu kegemaran yang nggak bisa dibeli. Aku merasa puas ketika bisa melakukannya.

Ketiga, traveling itu untuk pengalaman akan hal-hal baru; bertemu orang-orang baru, melihat tempat baru, mendengar cerita-cerita baru, merasakan hal-hal baru. Untuk setiap hal baru dan berbeda tersebut, ada banyak hal yang membuat pengalaman semakin kaya, hidup semakin berwarna, hari-hari jadi lebih indah

Keempat, untuk menaklukan tantangan; karena aku sebenarnya penakut. Takut masuk lift, takut basement, takut tidur sendirian di hotel, takut masuk goa, takut masuk kedalaman air. Semuanya membuatku seperti terjepit, terhimpit, tertimpa, dan semua hal yang membuatku seolah mau mati. Dengan bepergian, aku tertantang untuk melakukan apa yang aku takuti itu.

3. Destinasi wisata yang pernah dikunjungi di Indonesia? 

Ada banyak. Dari Sabang sampai Tidore. Kenapa Tidore? Karena aku belum pernah menginjak tanah Papua. Pernah ada 3 kali kesempatan untuk ke sana, tapi belum jodoh. 

Terakhir bulan Agustus 2020 ini, ada tawaran untuk suatu kegiatan di Papua. Tapi situasinya lain nggak tepat. Pertama karena masih pandemi, bulan Agustus itu aku masih belum berani bepergian, meski dikatakan pergi dengan protokol kesehatan. 

Kedua, karena waktu itu suamiku baru abis sakit dan masih intens perawatan dari rumah. Pengobatan dengan herbal tiap hari, dan aku bikin jamu tiap hari. Kalau aku pergi, siapa yang membuatkan ramuan obat suamiku? 

Biarlah sampai saat ini Indonesia Timur terjauh yang kusambangi baru Maluku Utara. Semoga kalau bumi ini sudah aman dari Corona, aku bisa dapat kesempatan lagi biar nanti kalau ditanya sudah ke mana aja selama keliling Indonesia, maka aku bisa jawab dari Sabang sampai Merauke.

4. Perjalanan wisata yang paling berkesan dan tak terlupakan? 

Semua perjalanan wisata yang pernah kulakukan berkesan dan punya cerita menarik masing-masing. Namun jika harus sebutkan satu saja, maka Sailing Komodo paling berkesan karena kental dengan petualangan.

Objek wisata yang dikunjungi komplit. Dari daratan hingga lautan. Di darat jelajah pulau, bukit, dan ketemu Komodo. Di laut jelajah bawah laut, snorkeling, diving, sampai ketemu Manta si ikan pari raksasa.

Selama 3D2N jelajah Taman Nasional Komodo aku dan kawan-kawan menginap di kapal semi phinisi, di kamar-kamar ber-AC, di atas ranjang bertingkat. Makan enak 3x sehari dengan menu-menu bervariasi, dimasak oleh chef kapal, semua enak dan mengenyangkan. 

Banyak senangnya, tapi ada juga seramnya sewaktu cuaca buruk, hujan deras disertai angin kencang, kapal basah, bahkan air masuk kamar. Berjam-jam dihantam gelombang tinggi, kapal oleng, dan aku mabok sampai muntah-muntah. Aku sudah siap dengan keadaan terburuk, sudah pasang jaket pelampung, siap terjun jika kapal terbalik, dan sudah siapkan HP dalam tas kedap air, siap telpon siapapun jika sudah dapat sinyal hehe

Alhamdulillah selamat dan kami bisa kembali ke Labuan Bajo. Pengalaman ini hampir serupa dengan tour Krakatau 2016, kapal nyasar berjam-jam kami terombang ambing di laut, dan tim SAR kabarnya sudah disiapkan buat mencari kami. Untunglah selamat meski sudah pusing dan kelaparan karena berjam-jam tidak makan dan sudah kehabisan tenaga dan kosentrasi.

5. Rekomendasi Destinasi yang wajib dikunjungi sebelum 2020 berakhir. 

Belitung dan Labuan Bajo.

Belitung itu terbaik buat liburan keluarga. Biaya ke sana pun tak mahal. Naik pesawat PP di bulan November lalu cuma 700ribuan. Aku merasa aman kalau bawa keluarga ke sana karena di sana dilaporkan sebagai daerah dengan kasus covid terendah. Objek wisatanya pun terbuka. Pantai-pantainya bersih. Akomodasi mudah dan bagus, harganya pun nggak nguras kantong. 

Kalau buat adventure, Labuan Bajo cocok buat wisatawan dewasa bukan keluarga dengan anak-anak. Tiket memang mahal, biaya tour di sana juga nggak murah, tapi dijamin memuaskan.

6. Bagaimana cara Katerina bisa traveling keliling Indonesia?

Pertama “jalur mandiri”

Artinya, niatkan dengan komitmen tinggi. Kalau sudah menetapkan bulan depan mau ke Bali, ya sudah lakukan. Jangan tergoda untuk beli tiket atau jadwal konser BTS, bikin biaya buat ke Bali ludes. Langsung buat rencana perjalanan. Set prioritas destinasi. Jangan banyak mau ke sana ke sini malah nggak jadi. Pilih 1 aja dulu dan wujudkan. Atur jadwal tapi flexible.

Kedua, peluang keliling Indonesia cukup besar ketika jadi travel blogger, maka jadilah travel blogger hehe. Ada banyak lomba Blog/Photo/Video berhadiah jalan-jalan. Ada pula berbagai undangan trip maupun tawaran kerja sama dari suatu institusi, perusahaan, maupun brand yang membuat kita bisa jalan-jalan ke berbagai kota.

7. Aktivitas apa saja yang wajib dilakukan saat sedang traveling? 

Memotret dan membuat video. Betapa hambarnya jalan-jalan tanpa melakukan hal ini bukan? Apalagi punya hobi fotografi, sudah pasti memotret jadi kegiatan wajib.

Mencoba Kuliner Khas. Nggak afdol datang ke suatu tempat tanpa mencicipi kuliner khas setempat.

Berinteraksi dengan warga lokal. Biasanya paling enak dilakukan di pasar-pasar tradisional. Bisa ngobrol langsung tanya-tanya apa saja tentang kehidupan masyarakat setempat, atau bahkan nguping berbagai hal yang mungkin nggak bisa didengar ketika hanya rebahan di hotel saja hehe

8. Bagaimana cara Katerina mengatasi setiap masalah yang muncul saat traveling? 

Ada dua aja sih masalah yang pernah terjadi ketika traveling, dan itu kuharap banget nggak pernah terjadi lagi. 

Pertama masalah kehilangan barang pribadi yaitu dompet beserta isinya. Panik dan kesal banget rasanya. Tapi jadi pelajaran berharga buat traveling berikutnya aku nggak pernah lagi menyimpan uang, ATM, dan kartu identitas di satu tempat. Kubagi-bagi di beberapa tempat seperti dompet, koper, ransel, dan di tas kamera. Begitu juga kartu identitas, kufoto copy dan kusebar di beberapa tempat, bahkan untuk kartu identitas semacam KTP dan paspor aku scan dan file nya aku simpan secara digital di penyimpanan pribadi yang rahasia. Jadi kalau misal hilang di jalan dan dibutuhkan, sementara bisa tunjukkan versi digitalnya.

Kedua Masalah Kesehatan, ini ngeselin banget pas lagi enak-enaknya jalan-jalan tiba-tiba demam tinggi dan nggak bisa kemana-mana. Ketika teman-teman berkunjung ke sana kemari, akunya di hotel merawat diri sendiri sambil minum obat. INi gara-gara aku terlalu capek, makan kurang, kalaupun makan ga liat kondisi perut, main hajar aja sampai maag kambuh. Kejadiannya di Belitung sih, udah lama banget. Tapi sejak itu aku kalau jalan-jalan nggak mau forsir diri, kalau udah capek langsung stop. Kalau sakit apa enaknya, boro-boro menikmati perjalanan, yang ada malah repot dan merepotkan orang :D

9. Apakah Katerina menyiapkan budget khusus untuk kegiatan traveling? 

Iya itu pasti, karen traveling itu sudah termasuk kebutuhan. Selalu ada jadwal dan pasti harus ada budget khusus pula. Traveling nggak akan terwujud tanpa budget khusus

Aku bikin budget traveling bersama keluarga, teman/sahabat, komunitas. Kubeda-bedakan.

10. Bagaimana traveling yang sesuai dengan budget? 

  • Harus terencana dengan baik
  • Pilih destinasi sesuai budget
  • Traveling di luar masa liburan
  • Beli tiket dari jauh hari
  • Pilih penginapan yang murah tapi nyaman
  • Belanja oleh2 dengan cerdas
  • Naik transportasi umum.

11. Bagaimana cara membagi waktu traveling dengan seluruh kegiatan yang dilakukan? 

Semua jadwal traveling disesuaikan dengan situasi/urusan di keluarga. Bisa kapan saja tanpa cuti atau memilih hari tergantung apakah waktunya aman buat keluarga yang ditinggal. Kalau aman, langsung bikin jadwal.

12. Apa saja yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan saat ingin traveling? 

Kesehatan dan duit paling penting.

Punya duit banyak bisa buat ke sana kemari nginap di sana di situ tapi nggak sehat? Apa enaknya? Emang bisa menikmati traveling? Nggak!

13. Lebih menyukai backpackeran/ ikut paket trip wisata? Kenapa? 

Dua-duanya tergantung situasi. Kalau sedang rajin untuk serba mandiri, pilih backpackeran. Kalau nggak mau repot dan sanggup bayar lebih ya pilih paket trip.

14. Awal mula menjadi seorang penulis kegiatan traveling (travel blogger), hobi/passion? 

HOBI. Semua berangkat dari HOBI. Dari dulu hobi nulis, motret, dan jalan. Setelah punya blog ternyata yang paling cocok untuk ditulis adalah hal-hal yang aku sukai. 

15. Bagaimana cara membuat travel blog? 

Pertama tentu saja harus bikin blog dulu, bisa di Blogger punya Google. Gratis kok. Nanti baru bikin domain sendiri pakai nama yang paling mencirikan identitas kita. Kalau blog sudah jadi, tinggal isi dengan semua hal yang berhubungan dengan dunia traveling. Kita bisa menulis tentang hotel, resto, belanja/oleh-oleh, transportasi, destinasi, festival, pameran, kuliner dll. Isi terus dengan konten perjalanan, dan harus konsisten.

16. Bagaimana cara Katerine mendapatkan inspirasi saat menulis buku/blog? 

Tentunya dari pengalaman dan setiap hal yang terjadi selama perjalanan. 

17. Hal apa yang selalu ingin Katerina dapatkan saat traveling?

Meningkatnya Rasa syukur pada Tuhan. Menjadi lebih menghargai orang lain dan setiap perbedaan. Menjadi lebih sehat dan bahagia. Lebih bijaksana dalam menilai sesuatu. 

18. Bagaimana Katerina mengatasi keinginan/kerinduan traveling selama pandemi seperti sekarang? 

Sepanjang 2019 aku sibuk bepergian, banyak bahan tulisan/foto/video yang belum sempat diolah. Nah selama pandemi 2020 ini malah jadi kesempatan yang bagus buatku mengolah materi yang didapat selama 2019 buat jadi konten di semua kanal digitalku. Kesibukan inilah yang bikin kerinduan travelingku terobati. Setidaknya nggak sampai ditikam rindu lah ya he he

19. Harapan Katerina untuk pariwisata di Indonesia saat keadaan pandemic seperti sekarang?

Harapanku pariwisata Indonesia bangkit lagi, ramai lagi, semarak lagi.

Tetapi, di situasi seperti sekarang kesehatan diri dan keluarga masih jadi prioritas tertinggi. Buatku itu nggak bisa diubah. Jadi, kalau misal pelaku wisata berharap orang-orang harus banyak-banyak berkunjung ke sana kemari berwisata buat bantu meramaikan pariwisata, aku belum bisa dan belum mau.

Buat pelaku wisata, yang perlu diubah adalah strategi pemasaran menjadi serba digital. Lebih realistis dan lebih aman. Misalnya dengan tur virtual ke berbagai spot wisata. 

Kemudian, fokuslah pada pelanggan lama. Diajak interaksi mengenai rencana perjalanan kedepannya. 

Dan penting untuk memaksimalkan pemasaran digital dengan mengajak para pengguna youtube, blog, IG, dll untuk membuat kontenkonten wisata yang bermanfaat. Semoga dengan cara-cara itu periode krisis bisa dilalui. 

Kalau untuk teman2 travel blogger, selain berkontribusi dengan membuat konten wisata, bisa bantu dengan cara aman dan mudah seperti pergi ke tempat wisata alam yang terbuka, staycation di hotel terdekat, dan tanggapi ajakan untuk tur virtual.

Masih ada harapan untuk masa depan pariwisata Indonesia setelah pandemi. Hal yang terpenting dilakukan saat ini adalah fokus pada pengendalian pandemi secara agresif: tes, tracing, isolasi, dan perawatan pasien. Pemulihan ekonomi akan mudah dilakukan kemudian ketika jumlah kasus melandai dan menunjukkan tren positif. 


TERIMA KASIH PIGIJO!

Video IG Live dapat ditonton di IGTV Instagram @pigijo_ 

Link: https://www.instagram.com/p/CI2JKDIHUZ2/

Tertarik Membuat Travel Blog? Begini Caranya

Kamu suka traveling? Kalau iya, kamu adalah satu dari sekian banyak orang yang gemar traveling. Aktivitas traveling-mu akan lebih bermanfaat kalau kamu juga membagikan pengalamanmu ke penggemar traveling yang lain. Hal itu bisa kamu lakukan dengan membuat blog traveling dan menjadi seorang travel blogger. Tidak hanya memberikan manfaat kepada traveler yang lain, kamu juga memiliki keuntungan untuk diri sendiri.
travel blogger indonesia
Travel Blogger

Jika blogmu memiliki banyak pengunjung dan kemudian membuatmu terkenal, kamu bisa mendapatkan uang dari iklan. Kamu juga bisa mendapatkan tawaran kerja sama dengan agen travel yang siap memberikanmu paket wisata gratis ke berbagai destinasi. Singkat kata, dibayar untuk traveling. Menarik bukan?

Lalu, bagaimana cara membuat travel blog? Simak tips berikut ini.

1.Tentukan Segmen
Apakah untuk penggemar wisata dalam negeri, luar negeri, atau keduanya? Apakah untuk pembaca dari Indonesia atau internasional. Jika segmenmu orang Indonesia, pakailah Bahasa Indonesia. Jika targetmu pembaca internasional, pakailah Bahasa Inggris.

2.Memilih Domain
Pilihlah domain yang mencerminkan dirimu atau segmen pilihanmu. Pilihlah nama domain yang mudah dibaca dan diingat. Kamu bisa memilih TLD website .COM yang populer dan terjangkau untuk membuat travel blog.

3.Membeli Hosting
Pilihlah hosting terpercaya sebagai tempat penyimpanan data untuk blog travelmu. Ada beberapa jenis hosting, di antaranya shared hosting, VPS hosting, dan cloud hosting.

Shared hosting cocok untukmu yang membuat website pertama kali. Shared hosting digunakan oleh banyak pengguna sekaligus. Para pengguna layanan shared hosting tersebut berbagi resource dan kapasitas server bersama-sama.

Sementara itu, Virtual Private Server (VPS) mirip dengan shared hosting. Bedanya terletak pada pembagian sumber daya yang tersedia. Pada layanan VPS, sumber daya tersedia hanya untuk seorang pengguna sehingga tidak terpengaruh pengguna lainnya. Dengan begitu, kamu lebih leluasa mengatur konfigurasi sesuai yang diinginkan. Jika VPS adalah pilihanmu, pastikan memilih penyedia VPS Indonesia termurah

Terakhir, Cloud hosting adalah hosting dengan sumber daya yang berasal dari beberapa server fisik terpusat yang berjalan secara bersamaan. Kalau sewaktu-waktu bermasalah, ada server yang mem-backup. Apabila hosting ini adalah pilihanmu, pilihlah cloud hosting terbaik.

4.Pilih CMS yang Praktis
Install CMS yang mudah dikelola, misalnya Wordpress atau Blogspot. Kedua CMS ini populer bagi kalangan blogger karena penggunaannya cukup praktis, tanpa harus menguasai coding yang rumit.

5.Install Plugin yang Dibutuhkan
Plugin pada CMS berguna untuk memberikan fungsi tambahan. Ada yang berguna untuk menyaring spam seperti Akismet, untuk meningkatkan performa seperti W3 Total Cache, untuk mengoptimasi peringkat di Google seperti Yoast SEO, dan masih ada banyak lagi.

6.Buat Halaman Tentang dan Kontak
Kedua halaman tersebut penting dibuat untuk menunjukkan identitas dan kredibilitas blog. 

7.Buat Kategori secara Terstruktur
Buatlah kategori yang merupakan topik turunan dari kegiatan traveling. Misalnya Destinasi Domestik. Kategori ini masih bisa dibagi lagi ke beberapa subkategori, misalnya Pula Jawa, Sumatera, Bali, dan sebagainya. Hal ini penting untuk membuat website lebih terstruktur dan disukai algoritma Google Search.

Jika tips di atas sudah dilakukan, saatnya menulis pengalaman seru saat mengunjungi suatu destinasi wisata. Ceritakan mulai dari transportasi yang dipilih berikut ongkosnya, perlengkapan yang dibawa, jumlah uang tunai yang dibawa, hal menarik apa yang kamu temui di tempat tersebut, berapa harga tiket masuknya, dan lain-lain.

Pastikan travel blog-mu selalu aktif dengan membagikan konten-konten baru secara rutin, setidaknya sepekan sekali membagikan link artikel ke halaman media sosial yang kamu punya, seperti bio Instagram, Twit, atau status Facebook. Cara ini perlu kamu lakukan agar mendapatkan pengunjung organik dari pengguna media sosial lainnya.

Itulah cara membuat travel blog yang bisa kamu terapkan. Semoga kamu bisa segera membuat travel blog secara profesional, mendapatkan banyak trafik, sekaligus memberikan banyak manfaat untuk pengunjung dan dirimu sendiri.

Talkshow ‘Famtrip Generasi Milenial Jelajah Pariwisata Kota Tangerang’ di Hotel Kyriad Airport Tangerang

City Tour Disbudpar Kota Tangerang - Selama dua hari sejak Sabtu (10/11/2018) hingga Minggu (11/11/2018) saya berada di Kota Tangerang untuk mengikuti kegiatan Festival Budaya Nusantara 2018. Saya hadir memenuhi undangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang sebagai narasumber Talkshow Travel Blog, sekaligus jadi peserta famtrip bertema ‘Famtrip Generasi Milenial Jelajah Pariwisata Kota Tangerang”. 

Ibu H. Raden Rina Hernaningsih, S.H, M.H Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang bersama narasumber Talkshow Teguh Sudarisman (Travel Vlog & Fotografi), Katerina (Travel Blogger) dan peserta Famtrip Generasi Milenial Jelajah Pariwisata Kota Tangerang

Festival Budaya Nusantara merupakan festival tahunan yang diselenggarakan oleh Disbudpar Kota Tangerang. Tahun ini merupakan gelaran yang ke-2, dan akan berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 11 – 15 Nopember 2018. Kegiatan festival diisi dengan beragam lomba, diawali dengan pembukaan dan parade budaya, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lomba, serta akan ditutup dengan kehadiran pelawak Aziz Gagap dan penyanyi Dewi Gita. 

Pembukaan festival dilaksanakan pada hari Minggu (11/11/2018), namun untuk kegiatan talkshow dan famtrip sudah dimulai sejak Sabtu (10/11/2018). Untuk dua kegiatan ini, disbudpar Kota Tangerang mengundang para blogger, vlogger, media, dan perwakilan dari komunitas Genpi se-provinsi Banten. 

Jumlah peserta famtrip terbilang banyak, kurang lebih 50 orang. Untuk blogger dan vlogger tercatat ada 15 orang. Sisanya media dan Genpi. Rekan-rekan blogger yang hadir di antaranya Winda Puspita (Tangsel), Cory (Tangsel), Linda (Jakarta), Afni (Tangerang), Nuty Laraswaty (Bekasi), Valka (Jakarta), Evrina (Blogger), Kurnia Amelia (Tangsel), Rachmanita (Tangsel), Utami (Tangsel).

Sedangkan dalam deretan nama-nama vlogger ada Riyardi Arisman (Depok), Kairul Leon (Bogor), Veronika (Jakarta), Yesi (Tangerang), dan Ratna Aulia (Jakarta).

Ibu Eneng Nurcahyati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersama peserta famtrip

Undangan jadi narasumber talkshow saya terima sekitar 3 minggu sebelum kegiatan berlangsung. Kebetulan sedang tidak ada jadwal, dan pada dasarnya memang sangat tertarik dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, maka undangan tersebut langsung saya terima. Kapan lagi menjelajah Kota Tangerang bersama teman-teman blogger dan vlogger yang saya kenal kalau bukan sekarang.

Menurut informasi dari Ulfa (tim panitia event), topik yang akan diperbincangkan oleh saya dalam talkshow adalah seputar dunia travel blogging. Topik ini berkaitan dengan kegiatan famtrip yang bertujuan untuk membekali para peserta dalam mengenali potensi wisata Kota Tangerang, dan kemudian menginformasikannya lewat blog dan sosial media.

Nah, meskipun bentuk acaranya talkshow, bukan workshop, saya tetap menyiapkan materi presentasi.

Baca juga: Kampung Bekelir Destinasi Digital di Kota Tangerang

Jadi narasumber bareng sosok-sosok keren ini:  Ibu Rina Kadisbudpar Kota Tangerang, Bapak Rizal Kabid Promosi Pariwisata Kota Tangerang,  dan Mas Teguh Sudarisman

Menjadi pembicara di hadapan para generasi milenial yang sudah melek dengan berbagai kecanggihan teknologi dan sudah terbiasa dengan kegiatan berbagi informasi lewat sosial media, menjadi tantangan tersendiri buat saya. Bisa jadi peserta talkshow adalah para netijen yang lebih cerdas dan pintar daripada saya dalam hal menginformasikan kegiatan pariwisata.

Oleh karena itu saya merasa harus menyampaikan sesuatu yang berbeda, kalau bisa sesuatu yang belum mereka ketahui. Pokoknya sesuatu yang khas dari saya, semacam tips rahasia menjadi travel blogger sukses ala travelerien (PD banget ya sebut diri sukses 😂). 

Menurut Ulfa, para pembicara talkshow terdiri dari Ibu Eneng Nurcahyati Kadispar Provinsi Banten, Ibu H. Raden Rina Hernaningsih, S.H, M.H Kadisbudpar Kota Tangerang, saya (travel blogger), dan narasumber lainnya dari kemenpar (influencer/vlogger). Namun, jelang hari H, narasumber dari kementrian pariwisata berhalangan hadir. Akhirnya saya merekomendasikan Mas Teguh Sudarisman sebagai pengganti. Alhamdulillah pihak disbudpar langsung menyambut dan sangat setuju Mas Teguh menggantikan narasumber yang berhalangan.

Bagi saya, Mas Teguh Sudarisman adalah guru, dan beliau sudah memiliki jam terbang sangat tinggi dalam hal pelatihan menulis, fotografi, dan video. Sudah ratusan workshop yang dibuatnya hingga saat ini.  

Hotel Kyriad Airport Tangerang

Sabtu siang (10/11/2018), kami berkumpul di Hotel Kyriad Airport Tangerang. Hotel ini jadi tempat kami menginap selama 2 hari 1 malam mengikuti kegiatan famtrip Jelajah Pariwisata Kota Tangerang. Kami berangkat dari kota masing-masing. Beberapa teman blogger dan vlogger yang tinggal di Bekasi, Bogor, Jakarta dan Depok, menggunakan kereta untuk mencapai Tangerang. Moda transportasi satu ini memang jadi andalan, stasiunnya pun berada di tengah kota.  

Hotel Kyriad adalah Hotel bintang 3 yang berlokasi di Jalan Marsekal Suryadarma No. 1, Neglasari. Saya berangkat dari BSD jam 10, tiba jam di hotel 11.10 WIB. Saya kira datang paling cepat, ternyata ada Amel yang sudah tiba sejak jam 9 pagi. Luar biasa, saking semangatnya mau ikut famtrip dan talkshow! 😄

Media dan perwakilan Genpi se-Banten pun berdatangan. Ada yang mewakili Genpi Lebak, Genpi Serang, Genpi Kota Cilegon, Genpi Kota Tangerang, dan lainnya. Senangnya nih, kegiatan ini akhirnya mempertemukan saya dengan Kang Yasin, sosok yang dikenal sebagai penasehat pengurus Genpi Banten. Selain itu, saya juga berkenalan dengan para Kang dan Nong Banten, serta Kang dan Nong Kota Tangerang.
Baca juga: Seba Baduy, Amanat Leluhur yang Masih Dijunjung
Rekan-rekan peserta Famtrip Generasi Milenial Jelajah Pariwisata Kota Tangerang

Rekan-rekan peserta Famtrip Generasi Milenial Jelajah Pariwisata Kota Tangerang

Kang Yasin dan Marisca dari Genpi Banten

Blogger Kompasiana turut hadir jadi peserta Rekan-rekan peserta Famtrip Generasi Milenial Jelajah Pariwisata Kota Tangerang

Kegiatan talkshow bertempat di ruang meeting Seruni Hotel Kyriad. Acara dimulai pukul 13.00 WIB. Peserta sudah kumpul, begitu juga dengan para narasumber. Hanya bunda Eneng yang belum, beliau masih dalam perjalanan dari TMII menuju Kyriad. Menurut informasi, kemungkinan jam 3 sore baru tiba. Masih lama jika ditunggu.

Nah, karena Ibu Rina kadisbupar Kota Tangerang sudah hadir, begitu juga Bapak Rizal Kabid Promosi Pariwisata Kota Tangerang, maka acara pun langsung dimulai. 

Dalam sambutannya, Ibu Rina mengatakan bahwa kegiatan famtrip ini digelar untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada para blogger, vlogger, media, dan genpi untuk mengeksplorasi pariwisata yang disediakan Kota Tangerang.

“Para peserta akan diberikan materi terlebih dahulu melalui talkshow ini, dan untuk selanjutnya diharapkan para peserta bisa membantu mempromosikan pariwisata Kota Tangerang ke kancah nasional, bahkan dunia,” ujar Ibu Rina.

Pembukaan Famtrip Jelajah Parisiwata Kota Tangerang oleh Ibu H. Raden Rina Hernaningsih, S.H, M.H, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang

Usai memberikan kata sambutan dan pesan-pesan pariwisata kepada seluruh peserta, Ibu Rina meresmikan pembukaan ‘Famtrip Jelajah Pariwisata Kota Tangerang’. Pembukaan ditandai dengan mengetuk mikropon sebanyak 3x. Nggak ada gong, mic pun jadi 😄

Selanjutnya, Ibu Rina pamit meninggalkan acara karena masih ada acara lain yang harus dihadiri. Beliau mempersilakan talkshow dilanjutkan. Sebelum beliau keluar ruangan, kami diajak foto bersama.

Sementara itu, Bunda Eneng masih dalam perjalanan menuju Hotel Kyriad. Acara selanjutnya sharing tips travel blog dan vlog.  



Tak lama setelah Ibu Rina meninggalkan ruangan, teman-teman peserta talkshow diajak coffee break dulu. Menikmati sajian jelang sore supaya jadi semangat dan segar lagi, sehingga bisa menyimak materi yang akan kami sampaikan. 

Sesi sharing yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. 

Acara dipandu oleh Keke sebagai moderator. Talkshow diawali oleh Mas Teguh Sudarisman yang berbagi tips tentang travel vlog dan fotografi. 

Seperti yang sudah saya dan kawan-kawan blogger ketahui bersama, karir penulisan Mas Teguh sudah dimulai sejak lama. Beliau adalah travel blogger, penulis buku, penulis di majalah-majalah dalam pesawat, fotografer, vlogger, dan tentunya pelatih kepenulisan yang sudah mumpuni. Ratusan workshop telah diadakannya di berbagai tempat di Indonesia, dan telah dihadiri oleh ribuan peserta. Ilmu yang diajarkannya memang banyak diminati, tak heran bila kehadirannya selalu dinanti oleh para netijen yang haus ilmu menulis dan fotografi, khususnya yang bertema travel. 

Talkshow Travel Blogging

Lain Mas Teguh, lain pula saya. Bila Mas Teguh dapat berbagi cerita dan pengalaman dengan lancar tanpa teks, saya malah sebaliknya. Pakai laptop, buka file presentasi, dan bicara mengikuti bahan yang sudah saya siapkan.

Ada yang penasaran dengan materi yang saya sampaikan? Perlu ditulis di sini nggak? Kapan-kapan saja ya 😃

Pada intinya, saya berbagi pengalaman selama menjadi blogger sejak tahun 2008 dan khususnya tentang kegiatan menulis cerita perjalanan yang saya lakoni mulai tahun 2012 sampai dengan sekarang. Saya tidak berbagi ilmu SEO atau pun cara-cara mendulang trafik melalui trik-trik ngeblog ala pakar SEO. Saya berbagi cerita tentang tips-tips menjadi travel blogger yang bahagia 😊

Bahwa, menjadi travel blogger itu karena passion saya ada di situ. Ada ketulusan dan keikhlasan di dalamnya. Ada konten dan konsisten yang menjadi kunci, bila ingin sukses dengan hobi yang dijalani dengan hati.

Mau saya ceritakan lebih detail dan panjang? Nantikan saya pada workshop berikutnya 😄



Bunda Eneng akhirnya tiba ketika sesi travel blog dari saya hampir selesai. Kehadiran beliau disambut gembira oleh para peserta.

"Yeay bunda datang..."
"Akhirnya bunda datang..."

Ucapan-ucapan itu terdengar dari deretan bangku peserta. Pertanda kehadiran bunda Eneng memang sudah dinanti-nantikan.

Segera setelah sesi sharing dari saya selesai, bunda langsung berdiri dan memberikan sambutannya. Beliau sangat mengapresiasi kehadiran para peserta, baik dari Kota Tangerang sendiri, maupun dari kota-kota jauh di luar Banten seperti Bekasi, Bogor, dan Jakarta. Bunda Eneng sangat berharap, para netijen yang ikut serta famtrip dapat menginformasikan berbagai kegiatan pariwisata dengan baik dan elegan. Bila ada kekurangan, sampaikan dengan cara yang positif sehingga bisa jadi bahan masukan buat pihak terkait.

Talkshow bareng Ibu Eneng Nurcahyati, Kadispar Provinsi Banten 

Bunda Eneng sangat mendukung kegiatan talkshow dan workshop travel blog / vlog yang diselenggarakan oleh disbudpar Kota Tangerang di acara famtrip ini. Menurut beliau, tips dan trik menulis sangat diperlukan supaya netijen dapat menguasai cara membuat konten yang berkualitas, sehingga informasi pariwisata bisa disampaikan dengan baik dan dapat diterima dengan baik pula oleh masyarakat yang akan berwisata.

Kehadiran bunda Eneng membuat acara talkshow makin seru, apalagi saat bunda mulai bagi-bagi hadiah lewat kuis-kuis yang dibuatnya. Bunda menguji pengetahuan peserta dengan pertanyaan-pertanyaan seputar destinasi yang ada di Banten dan Kota Tangerang.

Otomatis, sesi kuis ini bikin peserta heboh, suasana pun jadi riuh. Banyak bingkisan yang dibagikan, pemenangnya didominasi oleh vlogger dan blogger luar Banten. Kenapa luar Banten? Karena yang boleh ikut kuis memang hanya mereka yang datang dari luar Banten. Rupanya bunda ingin tahu sejauh mana netijen luar Banten mengenal Parwisata Banten 😄

Seru!

Evrina (blogger) menerima hadiah dari Bunda Eneng (Kadispar Provinsi Banten)

Khairul Leon (Vlogger) juga dapat bingkisan nih

Horeee pada dapat hadiah dari Bunda Eneng

Foto bareng narasumber dulu ya Amel 😃

Acara talkshow berakhir sekitar pukul 17:00 WIB, maka usai sudah kegiatan pertama di hari pertama famtrip. Selanjutnya, seluruh peserta famtrip check-in kamar, menaruh barang, dan langsung berangkat menggunakan bus ke Pasar Lama Kota Tangerang untuk mengikuti kegiatan kuliner malam.

Saya sangat berterima kasih kepada Disbudpar Kota Tangerang yang telah memberikan saya kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan Festival Budaya Nusantara ke-2 Kota Tangerang tahun ini, baik sebagai peserta famtrip, maupun sebagai narasumber talkshow travel blog.

Talkshow ini menjadi pengalaman berharga untuk saya sebagai travel blogger. Semoga sedikit ilmu dan pengalaman yang saya bagikan, bisa bermanfaat untuk seluruh peserta. Bila ada kesempatan lagi dengan durasi yang lebih panjang, insha Allah saya akan berbagi kembali melalui kegiatan workshop.

Semoga pariwisata Kota Tangerang makin maju, dikenal luas oleh nasional maupun dunia, dan kunjungan wisatawan semakin meningkat.

Salam pariwisata!





Video talkshow dan pembukaan kegiatan famtrip Jelajah Kota Tangerang bisa ditonton di channel Youtube Tangerang TV berikut ini: