Tampilkan postingan dengan label rog phone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rog phone. Tampilkan semua postingan

Jadi Camera Person Onedox Unboxing ROG Superpack

Sebelum pandemi, isi video di Onedox Channel cukup beragam, baik dari segi tema, gambar, pemain, maupun lokasi. Kondisi saat ini di mana orang-orang harus banyak mengisolasi diri di rumah menyebabkan terjadinya perubahan pada gaya dan isi video. Saya pun kini harus berperan sebagai seorang camera person, menggantikan tugas rekan satu tim Onedox yang semuanya libur selama pandemi. Pada tulisan kali ini, saya akan cerita pengalaman ketika jadi camera person untuk Video Unboxing ASUS ROG Superpack. Namun sebelum itu, yuk baca cerita saya soal proses produksi video Onedox.
Unboxing ROG Superpack
Review ASUS ROG Superpack

Intip Proses Produksi Video Onedox

Baru-baru ini saya diajak nonton beberapa video parodi lagu India di channel Fathan dan video parodi populer di channel EJ Peace. Mereka bukan artis, tapi video yang mereka buat banyak digemari, tak heran bila mendulang banyak subscriber, like, view, dan komen. Saya perhatikan ada banyak orang terlibat dan tampil dalam video, baik tim produksi maupun para pemain. Saya jadi penasaran, bagaimana dua anak muda usia pelajar itu bekerja. Berapa banyak biaya yang mereka keluarkan demi kepuasan membuat tontonan yang menghibur?

Dugaan saya, uang, waktu, tenaga dan pikiran yang tercurahkan untuk tiap video yang mereka buat tentu tidak sedikit. Nah, jangankan mereka dengan video yang selalu melejit, Onedox dengan video yang masih biasa saja sering makan waktu, tenaga, pikiran, dan duit kok. Ya walaupun nggak seberapa, tetap ada saja.

Karena itu sebelum saya cerita pengalaman jadi camera person Onedox, saya mau cerita dulu soal proses produksi pembuatan video Onedox. Saya bermaksud membahasnya sebagai catatan saya pribadi, bahwa sebuah karya, sesederhana apa pun itu, dibuat tidak semudah kelihatannya. 

Baca juga: Kepercayaan dan Kesempatan Berharga yang Harus Disyukuri
Syuting 

LOKASI
Tempat pembuatan video Onedox hampir seluruhnya dilakukan di BSD. Paling sering di lingkungan sekolah saja. Biasanya syuting setelah jam pulang sekolah atau di jam istirahat. Pokoknya bukan di jam belajar. Meskipun Alief tahu soal jam syuting yang aman di sekolah, tetap saja saya ingatkan. Khawatir nanti malah mengganggu kegiatan belajar. Sebetulnya syuting di sekolah sesekali saja, itu pun bukan tiap hari. Kadang malah sebulan sekali saja.

Tempat syuting lainnya di kafe, warung makan tenda pinggir jalan, taman, jalan dalam komplek, dan di beberapa cluster yang ada di BSD. Semuanya gratis kecuali saat syuting di tempat makan. Setidaknya, jika masuk kafe harus beli minuman. Berapa banyak yang dibeli tergantung berapa banyak kru yang Alief bawa. Biasanya 2-3 orang. Biasanya tak cuma minum, tapi sekalian makan. Anak cowok ya, duduk di kafe kalau nggak makan nggak afdol. Kalau di kafe, otomatis ada uang parkir. Kalau mereka pergi pakai mobil, minimal 5000 buat parkirnya saja. Tapi biasanya mereka motoran, 2000 saja permotor. Total habis berapa? Kisaran Rp 200 - 300 ribu sekali masuk kafe buat 3 orang.

Biaya makan minum di kafe jelas tidak sama dengan jajan di warung tenda pinggir jalan. Kalau mahal, ya di warung tenda aja, dong! Ya nggak bisa gitu, pemilihan tempat kan disesuaikan dengan kebutuhan cerita video. Ada kok sesekali mereka nongkrong di warung gerobak, seperti pada video Style STM vs SMA. Di video itu nggak ada penampakan kafe atau perumahan mewah karena cerita dalam video memang tidak butuh tempat seperti itu.

Syuting indoor nggak berbayar hanya di rumah. Selain di rumah sendiri, ada juga di lakukan di rumah temannya. Biasanya dilakukan pada saat kebetulan ada kegiatan belajar bersama, lalu sekalian syuting. Ini semacam strategi Alief dalam memanfaatkan waktu dan tempat yang ada.
Syuting di Sekolah

KRU
Alief punya beberapa teman akrab yang kompak mendukung channel Onedox. Beberapa temannya sukarela berperan dalam video, jadi pemain utama, pemeran pendukung, bahkan sekadar figuran. Tentunya, ada yang jadi kameramen dan seksi sibuk yang tugasnya bisa apa saja. 

Meski sukarela, bukan berarti mereka dimanfaatkan cuma-cuma. Mereka diajak makan dan minum dong oleh Alief, bahkan diberi bayaran sesudahnya. Duitnya dari mana? Dari penghasilan adsense Youtube yang didapat tiap bulan (jadi ya, buat yang nonton video Onedox, tolong jangan diskip ya iklannya wkwk). Nilai bayaran nggak tentu, disesuaikan dengan hasil yang didapat, misal seberapa banyak view yang didapat sehingga melejitkan pendapatan adsense. Alhamdulillah sependek ini teman-temannya yang terlibat dalam video bisa bersenang hati karena dapat uang ganti bensin motor dan uang keringat yang lumayan buat jajan. Lebih dari itu, sama-sama dapat pengalaman juga ya kan.

Alief sendiri mengerjakan apa dapat berapa? Menciptakan ide, merancang tema video, riset, menyusun skrip, menyiapkan peralatan, mengatur kostum, sutradara, video editing, hingga mengerjakan hal-hal kecil seperti membuat thumbnail video di photoshop, menyusun deskripsi, dan terakhir mengunggah ke channel. Banyak tugasnya, hitung sendiri harusnya dia dapat apa. Kepuasan? Memang itu tujuannya. Kalau bicara video promo yang sifatnya komersil, ya lain lagi lah.

Oh ya, Channel Onedox baru dapat penghasilan setelah berumur 8 bulan. Sebelum itu, segala biaya dan bayaran pakai duit dari saya dong. Mana lagi 😂

Saya amati, jumlah terbanyak yang pernah terlibat di video Onedox ada di video Survey Jumlah Mantan. Apakah semua orang yang tampil dapat bayaran? Enggak. Tapi pasti ada beberapa yang diberi uang jajan oleh Alief. 

Baca juga: Rejeki Content Creator Youtube
Berapa banyak kru yang terlibat dalam pembuatan video-video di channel Onedox?

PERALATAN
Kamera sudah pasti jadi barang paling pokok untuk proses produksi video. Gak punya kamera gimana? Harus beli dong. Kalau nggak bisa beli? Sewa saja. Kalau nggak bisa sewa? Pinjam. Kalau nggak ada yang meminjamkan gimana? Udah, nggak usah jadi videografer, nggak usah jadi Youtuber. Nggak modal amat haha

Maaf, bukan maksud hati untuk sombong, Alief nggak pakai susah buat punya kamera karena saya punya lengkap. Dari kamera DSLR, pocket, mirrorless, hingga HP juga ada. Dia tinggal pakai. DSLR EOS 70D dulu beli 17 jutaan sudah sama 2 lensa. Kalau sekarang kata mas di Fokus Nusantara sudah 21 jutaan. Mirrorless Fuji XA5 sekarang 7 jutaan. HP ASUS ROG Phone 2 harganya 8 jutaan. Coba kalau saya nggak punya, mulai dari nol buat modalin Alief bikin video, tabungan bisa habis banyak buat beli itu semua. 

Itu baru kamera. Ada yang tak kalah penting, laptop buat editing. Awal-awal Alief mengedit video pakai laptop L yang lelet banget itu. Lalu pindah ke PC. Sekarang pakai ZenBook UM431 buat mengolah rekaman video jadi video siap tonton. Perlu duit berapa beli laptop? ZenBook UM431 itu 10 jutaan. Berguncang dompet saya kalau beli sendiri. Untung dapat menang doorprize di event ASUS yang saya hadiri *lol

Apa lagi selain kamera dan laptop? Mic, lampu bermacam warna dan bentuk, kabel-kabel, powerbank, casan, semua diperlukan, baik saat rekaman maupun editing. Belanja di mana? Mana lagi kalau bukan Tokopedia dan Shopee. Pokoknya ya, sejak jadi youtuber, belanja keperluan video jadi meningkat. Apalagi sejak syuting di rumah saja, peralatan yang dibutuhkan nambah terus. Tukang paket tiap hari ke rumah teriak depan pagar :))

Kamera, hp, dan laptop gratis. Gak pake modal dong? Siapa bilang. Semua peralatan yang digunakan itu butuh perawatan, bahkan butuh tangisan jika hilang atau rusak haha. Alief pernah membuat rusak Canon EOS 70D karena kelamaan on, jadi overheat, akhirnya mati total. Saya bawa ke datascrip abis 3 juta buat perbaikan. Lalu, saat sedang syuting outdoor, lensa 50mm hilang akibat ketinggalan, pas dicari udah nggak ada mungkin disambar orang. Mesti beli baru lagi, merogoh kocek lagi huhu
Koper dan ransel ini isinya peralatan syuting doang lho!

WAKTU
Bikin video buang waktu? Nggak disebut dibuang juga sih, tapi makan, makan waktu. Kebuang itu kalau sia-sia, tak diisi dengan hal bermanfaat. 

Sejatinya, Alief videoan kan karena hobi. Biasanya nih, kalau yang namanya hobi, yang dicari adalah kepuasan dan kebahagiaannya. Jadi, berapa banyak pun waktu yang terpakai, tetap happy-happy saja. Lain halnya jika video yang dibuat sifatnya untuk komersil, semacam video promosi suatu produk seperti David Gadgetin. Tentu ada hitungannya. Doakan saja ya, moga kelak jejak Onedox bisa seperti David atau Agung Hapsah. Aamiin 🙏👼

Setahu saya, waktu Alief untuk videoan tidak tentu. Biasanya menyesuaikan dengan rutinitas wajib di tiap harinya. Misal di hari sekolah, dari pagi sampai jam 3 belajar, setelahnya kosong baru syuting. Jelang magrib baru pulang. Atau, kelar sekolah langsung pulang, setelah magrib baru keluar buat merekam adegan di malam hari. 

Saya perhatikan waktu buat pengambilan video nggak pernah sekali. Bisa beberapa kali sampai berhari-hari. Ada saja video yang kurang, lalu diulang lagi. Pas mau ulang, eh cuaca ga bersahabat. Atau, kru lagi ga ada. Terpaksa menunggu sampai semua ready.

Itu baru soal syuting, proses editing bagaimana? Namanya juga pelajar sibuk, waktu buat editing hanya di sisa waktu. Itu juga kadang lebih sering kebawa tidur kalau sudah depan laptop. Tapi kalau sudah serius, biasanya melek lama. Dari jam 8 malam sampai jam 1 pagi dia jabanin hehe.

Kira-kira begitu ya. Sebuah video terencana tidak selesai dalam hitungan 1-2 jam. Tapi bisa berhari-hari hingga satu minggu pun pernah. Bahkan, pernah juga sampai 2 minggu. Apalagi Alief ini kan tidak mau mengerjakan editing kalau sedang tidak mood. Dia tidak mau unggah video asal jadi. Maunya sempurna sesuai standar dia. 
Perangkat editing sebelum pakai ZenBook UM341

Video di Saat PANDEMI

Kondisi selama pandemi menyebabkan perubahan pada isi video. Jika sebelumnya terbiasa membuat video dengan pengambilan gambar di luar rumah, dikerjakan bersama beberapa teman, cerita dengan tema lebih beragam, kini terbatas dan serba mandiri. 

Sudah ada 5 video yang dibuat selama pandemi. 2 video review, 1 video tips, 1 video game, dan 1 video berisi cerita keseharian pelajar selama masa quarantine. Semua video dikerjakan sendiri, bahkan tak melibatkan saya sebagai orang terdekatnya di rumah, kecuali pada video Review ROG Superpack.

5 video dalam waktu 2 bulan sejak school from home, artinya tiap 12 hari jadi 1 video. Seandainya Alief youtuber yang cuma mengejar gajian dari adsense, jelas dia bakal ketinggalan jauh. Lha, wong teman saya bikin video tiap hari, upload tiap hari, biar bisa gajian minimal 2-3 juta tiap bulan kok haha. Tapi memang betul sih, teman saya itu gajian segitu tiap bulan dari 1 channel, dan sekarang dia punya 5 channel, sebulan dia bisa dapat 15 juta. Tiap hari 5 video yang dia upload, gimana cara bikinnya itu? Oh karena dia memang kerjanya total di youtube, ya gampang saja baginya, waktunya 24 jam sehari 7 hari seminggu bisa dipake buat bikin video dan youtuban nonstop. 

Lha kalau Alief? Beda orientasi sih ya. Bukan sombong nggak mau uang, tapi keadaan pribadi yang dimiliki saat ini tidak mengharuskan dia berlari mengejar hal yang sama dengan yang dikejar orang lain. 

Channel digital bisa digunakan apa saja untuk hal baik yang bermanfaat. Mau dijadikan sumur duit, jalan menuju populer, ladang ilmu, galery karya, tempat menyimpan hobi, mendapatkan teman baru, semua sah-sah saja, bebas. Kalau buat hobi lalu dapat duit, ya happy dong. 

Nah, karena bonus yang didapat lumayan banget buat jajan dan ditabung, channel Onedox saya urus benar-benar. Duitnya bisa dinikmati Alief sendiri dan juga dibagi-bagi ke tim yang telah membantu proses produksi video.

Selama pandemi nggak ada yang bantu, nggak ada yang dibagi, pendapatannya dipakai buat apa? Dipakai untuk yang membeli perlengkapan shoting. Saat ini Alief sedang menata kamarnya jadi ruang studio. Dia membeli mic baru, lampu-lampu baru, dan beberapa aksesoris baru. 

Kumpulan video sebelum pandemi






Camera Person

Bersambung......

Bongkar Koper ROG Superpack seharga 21 juta.

Bersambung....

TULISAN INI BELUM KELAR. LAGI ADA KESIBUKAN. NANTI KALAU SUDAH SENGGANG DILANJUT LAGI. LANJUTANNYA DI SINI JUGA 🤣🤣🤣


Syuting Unboxing ROG Superpack


Tonton video review ROG Superpack di Onedox Channel --> Koper kok gini??!! ROG Superpack


ROG Phone II, Hape Gaming Bukan Kaleng-Kaleng

ASUS ROG Phone II "We Own the Game"

Heboh ROG Phone II

"Budak Gadget!"


Antrian panjang beli ROG Phone II yang berlangsung sejak hari Rabu sore tgl. 4 Desember 2019 sampai hari Kamis tgl. 5 Desember 2019 mengundang respon yang mencengangkan. Komentar gemas, kagum, bahkan mencela tak terelakkan. Bah! 


Seperti diketahui, event peluncuran ROG Phone II disertai dengan program promosi khusus bagi gamer yang membeli ROG Phone II saat hari peluncurannya di Indonesia. Selain itu, berbagai hadiah eksklusif telah disediakan khusus untuk 300 gamer pertama yang membeli ROG Phone II. Nah, gamers mana coba yang nggak tertarik lalu rela antri demi kesenangannya?


Ini lho detailnya:

  • Antrian 1 hingga 100 akan mendapatkan ROG X G-Shock Watch, ROG Jacket - We Own The Game Limited Edition, serta ROG Cap seharga Rp4.000.000
  • Antrian 101 hingga 200 akan mendapatkan ROG Phone 2 30W Adapter, ROG Jacket - We Own The Game Limited Edition, serta ROG Cap seharga Rp1.400.000
  • Antrian 201 hingga 300 akan mendapatkan ROG Jacket - We Own The Game Limited Edition, serta ROG Cap seharga Rp1.000.000 
 

Antri Beli #HapenyaSultan

Acara peluncuran ROG Phone II diadakan hari Kamis tgl. 5 Desember 2019, tetapi para peminat sudah datang ke Hotel Pullman Central Park Jakarta sejak sore hari Rabu. Mereka menginap di Grand Ballroom hotel, tempat antrian pembelian. Padahal waktu antrian akan dimulai hari Kamis pukul 00.00. 


Kehadiran pembeli yang bersedia mengantri sangat awal ini menunjukkan antusiasme yang begitu tinggi dan luar biasa bahwa ROG Phone memang sangat dinanti. Menurut informasi, para calon pembeli tersebut berasal dari dalam  kota Jabodetabek, hingga luar pulau Jawa seperti Sumatera.

Bagaimana suasana di tempat antrian? Seperti dilaporkan oleh tim PR ASUS yang mendapat kabar langsung dari lokasi, situasi di tempat antri sangat tenang dan terkendali. Orang-orang mengantri santai di ruangan ber-AC, duduk di atas karpet tebal dan bersih. Bahkan, disediakan snack untuk keperluan mengganjal perut. 


Selama melakukan antrian, para pengantri diberi kebebasan untuk keluar antrian, misalnya untuk ke toilet, maksimal 5 kali, asalkan lapor supaya bisa kembali ke posisi antrian semula.


Tertib, itulah suasana antrian ROG Phone II. Kondisi ini tetap sama sampai hp gaming tersebut resmi diluncurkan dan penjualan dibuka pada pukul  16.30 wiB.


Suasana antrian beli ROG Phone II di Grand Ballroom Hotel Pullman Jakarta Central Park (5/12/2019)
Mereka tenang, santai, dan tertib lhooo


Idaman Para Gamers

Saya sendiri bukanlah seorang gamer, namun keluarga kami bukanlah anti games. Suami dan kedua anak saya menyukai aktivitas main game, meskipun masih dalam taraf bermain di waktu senggang. Sebut saja kami gamers bukan profesional. 


Namun, kami mengerti, peangkat untuk bermain game atau pun untuk aktivitas lainnya, entah itu untuk hiburan, bermedia sosial, atau pun untuk bekerja, gadget mumpuni pasti jadi idaman tiap orang. Apalagi bagi para gamers, hape gaming macam ROG Phone II tentu saja sangat diinginkan. Karena itu, kami tidak heran ketika banyak orang mengantri demi mendapatkan ROG Phone II. Tiap orang punya kesenangan, bukan?


Kenapa gamers profesional wajib punya ROG Phone II? 


Tentu saja, ada banyak alasan kenapa ROG Phone jadi incaran gamers untuk jadi perangkat terbaik bermain game. Nanti akan saya bagikan spesifikasi gahar dari smartphone flagship satu ini. Jadi, simak terus ya. Karena, saya akan ceritakan dulu keseruan dari event peluncuran.

Selamat!
Keseruan Event Peluncuran

ASUS ROG Phone II resmi diluncurkan pada hari Kamis tgl. 5 Desember 2019. Acara peluncuran digelar dengan sangat istimewa, berlangsung sejak pukul 11.00-16.00 WIB di Grand Ballroom Pullman Hotel, Central Park, Podomoro City, Jakarta. Tentu saja, jadi salah satu dari ratusan orang yang diundang ke acara ini adalah kebanggaan tersendiri buat saya. 


Ada banyak hal menarik yang bisa disaksikan dalam event bertajuk "We Own The Game" ini. Apa saja? Pertama, tentu saja bintang acara itu sendiri; ROG Phone II. Selain ditampilkan di panggung acara peluncuran, hp gaming tersebut juga bisa dilihat dari dekat di area pamer. Bahkan, bisa pegang dan coba untuk sesi demo. 


Berada di ruangan acara peluncuran berasa berada dalam dunia game yang sarat pertempuran. Suara tembakan dan dentuman menggelar mengiringi aksi cepat dan berbahaya, serta kelebatan cahaya lampu yang menyorot tajam dan menyilaukan, mewarnai panggung acara. Suasana mana lagi yang memenuhi benak saya kalau bukan peperangan? *lol. Begitu juga di area pamer, nuansanya sama. 


Grand launching ROG Phone II dimeriahkan oleh ROG Master yang terdiri dari tim eSports Rex Requm Qeon (RRQ) dan Aerowolf, serta YouTuber terkenal Atta Halilintar. Selain itu hadir pula aktris sekaligus penyanyi Pevita Pearce yang merupakan ROG Ambassador.


Satu tamu istimewa juga hadir di acara We Own The Game kali ini, yaitu Chairman ASUS, Jonney Shih. Kehadiran Jonney Shih menegaskan bahwa ASUS tetap serius menghadirkan produk smartphone di Indonesia.

Event istimewa yang sangat seru dan meriah, dan saya sangat menikmatinya.

Rekan BLUS: Askar (JKT), Didno (Indramayu), Oline (Bekasi), Aswi (Bandung), Eko (JKT), Bram (JKT), Afit (Jogja)
Cosplay
Karakter di game apa deh mereka 😂
PUBG
Nonton peluncuran gaes
Davina Larissa, Pevita Pearce, Jessica


Smartphone Gaming yang Sebenarnya

Tidak seperti smartphone lainnya, ROG Phone II sejak awal tampil sebagai smartphone yang dirancang khusus untuk gamer. Dari segi performa, ROG Phone II dibekali dengan spesifikasi terbaik mulai dari SoC Qualcomm Snapdragon 855+ dengan clock speed hingga 2,96GHz, penyimpanan UFS 3.0 hingga 512GB, serta RAM LPDDR4X hingga 12GB. Kombinasi ketiganya memastikan semua game dapat berjalan dengan kualitas dan performa terbaik.


ROG Phone II juga dilengkapi dengan fitur gaming khusus, salah satunya adalah Air Trigger yang merupakan sensor khusus di bagian samping bodi ROG Phone II yang dapat digunakan sebagai tombol tambahan ketika bermain game. Selain itu, terdapat juga port USB Type-C khusus di bagian samping bodi ROG Phone II yang berfungsi sebagai fasilitas untuk mengisi daya sekaligus menghubungkan berbagai aksesori khusus ROG Phone II. 


ROG Phone II tidak hanya powerful dan penuh fitur, tetapi juga dapat menemani sesi bermain game penggunanya dalam jangka waktu yang lebih lama. Berkat baterai besar 6.000mAh, ROG Phone II dapat digunakan untuk bermain game lebih lama dibandingkan smartphone lainnya. Didukung dengan teknologi Quick Charge 4.0, baterai ROG Phone II juga dapat diisi ulang dalam waktu yang singkat.

ROG Phone II (dokpri Katerina)


HP Gaming Paling Powerful

ROG Phone II merupakan smartphone gaming-centric dengan performa paling powerful dan fitur gaming tidak tertandingi. Tentu saja, ia siap mendominasi pasar mobile gaming di Indonesia.

“Mari sambut smartphone gaming yang sesungguhnya, ROG Phone II,” ujar Jimmy Lin, Regional Director ASUS Southeast Asia. 

“Sejak pertama kali hadir, ROG merupakan brand gaming yang konsistem mengedepankan performa serta pengalaman gaming terbaik dan hal tersebut dapat dijumpai di ROG Phone II. Tidak ada smartphone gaming yang bisa menandingi ROG Phone II,” tambah Jimmy.




Nah, sekarang mari bicara detail ROG Phone II. 

Oh ya, perlu diketahui bahwa saya bukan menulis review, karena saya belum menggunakan ROG Phone II. Jadi, informasi berikut saya kutip dari Press Release ASUS untuk saya sampaikan ke pembaca blog saya. Silakan simak sampai selesai ya :) 

.....Highlight.....
  • ROG Phone II merupakan smartphone gaming pertama di dunia yang mengusung Qualcomm® Snapdragon™ 855 Plus Mobile Platform dengan CPU clockspeed hingga 2,96GHz. Performa grafis smartphone gaming ini disokong oleh Qualcomm® Adreno™ 640 yang merupakan GPU kelas gaming profesional, serta sistem pendinginnya menggunakan GameCool II dengan sistem 3D vapor-chamber yang mampu memberikan pendinginan optimal dan menjaga performa tetap stabil. 
  • ROG Phone II juga merupakan smartphone pertama di dunia yang mengusung layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz dan response time 1ms. Layar berukuran 6,59-inci tersebut juga mendukung 10-bit HDR serta mampu mereproduksi warna dengan sangat akurat dengan Delta-E<1.
  • Kini gamer dapat bermain game lebih lama dengan ROG Phone II. Berkat baterai berkapasitas 6.000mAh, ROG Phone II mampu menemani sesi bermain game seharian. Smartphone gaming ini juga memiliki desain khusus yang akan membuat sesi bermain game menjadi lebih nyaman. Dilengkapi dengan fitur gaming seperti sensor ultrasonic AirTrigger II, serta sederet aksesoris eksklusif, ROG Phone II semakin tidak tertandingi.

asus rog phone 2
ASUS ROG Phone II

Performa Paling Kencang

Sebagai smartphone yang ditujukan khusus untuk para gamer, ROG Phone II hadir dengan performa paling kencang. ROG Phone II juga tidak hanya unggul dari satu sisi performa saja, tetapi semuanya mulai dari performa CPU, performa grafis, hingga performa pendinginan.

ROG Phone II ditenagai oleh Qualcomm® Snapdragon™ 855 Plus Mobile Platform yang dibekali Qualcomm® Kryo™ 485 CPU dengan clockspeed hingga 2,96GHz. Bersama dengan CPU powerful tersebut adalah chip grafis Adreno 640 yang bahkan memiliki performa 15% lebih kencang dari GPU yang ada di Qualcomm® Snapdragon™ 855. 

Tidak berhenti di situ, Qualcomm® Snapdragon™ 855 Plus juga telah terintegrasi penuh dengan Qualcomm® Snapdragon™ Elite Gaming dan membuat ROG Phone II tidak hanya tampil sebagai smartphone paling bertenaga yang pernah ada, tetapi juga telah dioptimalisasi khusus untuk bermain game. 
Spesifikasi ROG Phone II

Untuk memastikan hadirnya performa maksimal sepanjang waktu, ROG Phone II menggunakan sistem pendingin khusus yaitu GameCool II yang memanfaatkan 3D vapor chamber yang memungkinkan panas dapat dihantarkan dan dibuang dengan sangat baik. 

ASUS juga menghadirkan AeroActive Cooler II yang dapat membantu sistem pendingin di ROG Phone II menjadi lebih baik lagi. Hadir dengan desain baru dan kipas yang lebih senyap dari pendahulunya, AeroActive Cooler II juga dapat dikombinasikan dengan berbagai aksesoris ROG Phone II, seperti Aero Case dan ROG Kunai controller.

Semua yang ada di ROG Phone II merupakan yang terbaik, termasuk penyimpanan dan konektivitas. ROG Phone II menggunakan penyimpanan UFS 3.0 berkapasitas hingga 512GB, sehingga memastikan waktu loading di dalam game dapat berjalan sangat cepat. 

Sementara dari sisi koneksi, ROG Phone II tidak hanya mendukung konektivitas 4G LTE Cat 18 dengan kecepatan download hingga 1,2Gbps, smartphone gaming ini juga dilengkapi dengan WiFi 802.11ad yang menggunakan koneksi 60GHz serta memiliki kecepatan transfer data hingga 4,6Gbps. Gamer tidak akan menemukan smartphone dengan performa yang lebih baik dari ROG Phone II.


Layar Kelas Profesional

ROG Phone II bukan hanya sekadar menghadirkan performa terbaik, tetapi juga menyajikan tampilan visual yang belum pernah ada sebelumnya dalam sebuah smartphone. Untuk menyajikan pengalaman gaming terbaik, ROG Phone II dilengkapi dengan layar AMOLED dengan refresh rate kencang 120Hz dan response time 1ms, mengalahkan seluruh smartphone yang ada saat ini.

Tidak hanya dapat menampilkan kualitas visual terbaik berkat warna yang sangat akurat dengan tingkat Delta E<1, ROG Phone II juga mampu menghadirkan pengalaman gaming dengan framerate terbaik serta tampilan jelas tanpa blur. Layar berukuran 6,59 inci tersebut telah dioptimalkan agar nyaman digunakan saat bermain game dengan posisi landscape. Menggunakan ROG Phaone II, gamer akan tetap dapat melihat tampilan game dengan sangat jelas dan tidak terhalangi oleh jari.

Layar premium di ROG Phone II tentu saja membutuhkan perlindungan terbaik. Untuk itulah ROG Phone II menggunakan kaca pelindung Corning® Gorilla® Glass 6 yang sangat kuat. Berkat perlindungan tersebut, ROG Phone II tampil sebagai salah satu smartphone flagship paling tangguh.

Stamina Tak Tertandingi

Semua gamer ingin bermain lebih lama, namun kebanyakan smartphone hanya memiliki kapasitas baterai kecil yang akan cepat habis jika digunakan untuk bermain game. ROG Phone II berbeda dengan smartphone lainnya. Berkat baterai berkapasitas 6.000mAh, gamer dapat bermain lebih lama tanpa harus mengisi ulang daya smartphone-nya.

ROG Phone II juga mendukung teknologi Qualcomm QuickCharge 4 dan hadir dengan adapter charger khusus berteknologi ROG HyperCharge. Adapter berdaya 30W tersebut mampu mengisi daya ROG Phone II sebesar 66% hanya dalam waktu 58 menit. 

ROG Phone II juga mendukung teknologi USB Type-C Power Delivery sehingga gamer dapat menggunakan adapter USB Type-C apapun untuk mengisi ulang daya smartphone gaming ini.


Pengalaman Gaming Tak Terkalahkan
ROG Phone II merupakan smartphone gaming-centric yang sejak awal didesain untuk landscape gaming. Selain hadir dengan rancang bangun bodi yang ergonomis dan nyaman digenggam untuk bermain game secara landscape, ROG Phone II juga dilengkapi dengan segudang fitur gaming eksklusif. AirTrigger II merupakan salah satunya.

AirTrigger II merupakan fitur gaming yang kini tampil dengan sensor khusus sehingga memiliki latency lebih rendah dari pendahulunya, yaitu hanya 20ms. AirTrigger II menawarkan kontrol lebih dalam game dan menghadirkan pengalaman layaknya menggunakan tombol trigger di controller konsol. AirTrigger II juga didukung oleh teknologi Dual Surrounding Vibration yang menawarkan pengalaman penggunaan terbaik.

ROG Phone II masih tetap dilengkapi dengan 3.5mm headphone jack untuk gamer yang masih suka menggunakan headphone kabel. Sementara fitur side-mounting port memungkinkan game untuk mengisi ulang daya smartphone gaming ini tanpa mengganggu sesi bermain. Side-mounting port di ROG Phone II juga berperan sebagai fasilitas untuk menghubungkan berbagai aksesoris khusus. Berikut adlaah aksesoris tersebut.

ROG AeroActive Cooler

ROG AeroActive Cooler merupakan perangkat pendingin aktif yang dapat dipasang di ROG Phone II. Hadir dengan kipas khusus yang lebih senyap, ROG AeroActive Cooler bekerja secara aktif mendinginkan komponen serta permukaan ROG Phone II serta menjaga performa agar tetap stabil. Tidak hanya itu, ROG AeroActive Cooler jugda dilengkapi dengan port USB Type-C untuk mengisi daya ROG Phone II serta 3.5mm audio jack, membuat sesi gaming semakin nyaman.




ROG TwinView Dock II

TwinView Dock II merupakan perangkat yang membuat gamer dapat merasakan pengalaman bermain dengan dua layar menggunakan ROG Phone II. Tidak hanya itu, TwinView Dock II juga masih mengusung layar yang sama dengan ROG Phone II dan dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5.000mAh. Sebuah kipas juga ditempatkan di TwinView Dock II yang memungkinkan gamer bermain dalam jangka waktu lebih lama tanpa mengorbankan performa.

ROG Kunai Gamepad
Sesuai dengan namanya, ROG Kunai Gamepad merupakan sebuah controller game yang dapat dipasangkan bersama ROG Phone II. Aksesoris khusus ini terdiri dari sebuah casing dan dua sisi controller yang dapat dilepas. ROG Kunai Gamepad juga dilengkapi dengan tombol fisik serta kontrol analog untuk pengalaman bermain game kelas konsol.

ROG Desktop Docking
ROG Desktop Docking merupakan perangkat yang memungkinkan gamer untuk merasakan pengalaman gaming layaknya PC desktop menggunakan ROG Phone II. Aksesoris ini memiliki port USB Type-A dan port display seperti HDMI dan DisplayPort sehingga bisa dihubungkan ke monitor, keyboard, serta mouse. ASUS juga sudah menyediakan sistem remapping khusus di dalam ROG Phone II sehingga game dapat dikontrol menggunakan keyboard dan mouse.






Spesifikasi ASUS ROG Phone II

Processor
2.96GHz Qualcomm® Snapdragon 855 Plus Mobile Platform with 7nm, 64-bit octa-core processor
GPU
Qualcomm® Adreno 640
UI
Android Pie with new ROG UI
Display
6.59-inch 19.5:9 (2340 x 1080) 120Hz/1ms AMOLED 10-bit HDR display
Ultra low touch latency at 49ms
600nits outdoor readable brightness
Delta E < 1
111,8% of DCI-P3 color gamut 
500,000:1 contrast ratio AMOLED display with Corning® Gorilla® 6 Glass
Blue-light filter for eye care
Supports Always On
Capacitive touch panel with 10-point multitouch (supports glove touch)
Dimensions
170.99 x 77.6 x 9.48 mm
Weight
240g
Battery
6000mAh
Memory
Up to LPDDR4X12GB RAM
Storage
Up to UFS 3.0 512GB
Sensor
In-display fingerprint sensor, face recognition, accelerator, e-compass, gyroscope, proximity sensor, Hall sensor, ambient light sensor, ultrasonic sensors for AirTrigger II and grip press, dual vibrators
Wireless Technology
4G LTE up to 1.2Gbps downloads with integrated Qualcomm® Snapdragon™ X24 LTE modem
Qualcomm Wi-Fi 802.11a/b/g/n/ac
Wi-Fi Direct
Bluetooth® 5.0 (EDR + A2DP), supports Qualcomm® aptX™, aptX HD and aptX Adaptive
NFC
GPS
Supports GPS(L1+L5), GLO, BDS, GAL(E1+E5a), QZSS(L1+L5)
I/O ports
Side:
Custom USB-C 
Supports USB 3.1 Gen 2 / DP 1.4 (4K) / fast charging (PD 3.0 + QC 4.0) (30W)
30W ROG HyperCharge direct charging
Bottom:
USB-C
Supports USB 2.0 / fast charging (PD3.0) (30W) / direct charging
3.5mm headphone jack
Main Rear Camera
48MP SONY IMX586 flagship sensor, Quad Bayer Technology, F1.79, 0.8µm/1.6µm effective pixel size, 1/2.0", 2x1 OCL PDAF, LED flash
Second rear Camera
13MP, 125˚  ultra-wide, F2.4, Real-time distortion correction
Front Camera
24MP, 0.9µm, Quad Bayer Technology, F2.0
Voice Wakeup
Yes
Speaker
Dual front-facing stereo speakers with DTS:X Ultra Virtual Surrounding Sound
Stereo speaker with dual NXP TFA9874 smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
NFC
Supported
Price
Rp8.499.000 (8GB RAM / 128GB ROM, inbox accessories: ROG Aerocase, QC4.0 18W Adapter, Data Cable, Pin ejector)
Rp12.499.000 (12GB RAM / 512GB ROM, inbox accessories: ROG Aerocase, ROG Hypercharge 30W Adapter, ROG Data Cable, AeroActive Cooler II, Pin ejector)

. .