Tampilkan postingan dengan label kuliner bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner bandung. Tampilkan semua postingan

Pilihan Event Wisata Kuliner untuk Cicipi Cita Rasa Nusantara

Event Wisata Kuliner Cita Rasa Nusantara *Foto: Freepik.com (gambar hanya ilustrasi)
  
Dunia wisata kuliner Indonesia saat ini bukan lagi hanya sekadar menjadi urusan mengisi perut, tapi sudah menjadi gaya hidup. Dari sisi industri, kuliner Indonesia juga terus mengalami revolusi yang cukup masif. Beragam aneka sajian kuliner baru terus bermunculan. Bahkan untuk saat ini dunia wisata kuliner juga menjadi bagian dari pendorong pariwisata. Hal ini tentunya menjadi sebuah kesempatan menarik bagi kamu yang hobi mencicipi masakan lokal khas nusantara dalam satu venue tanpa harus mengunjungi banyak tempat.

Agar tidak ketinggalan momen-momen penting festival kuliner khas Nusantara, ikuti tips wisata kuliner asyik dan catat jadwal food festival Indonesia di bawah ini.

Tips Berwisata Kuliner yang Asyik

1. Buat list kuliner yang akan dicicipi

Pertama-tama, buat daftar lengkap mengenai kuliner yang akan dicicipi. Jika perlu, sebelum berangkat liburan kamu bisa meluangkan sedikit waktu untuk mencari beberapa referensi tempat. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai jajanan atau makanan apa saja yang patut dicoba.

2. Jangan lupa mencari informasi atau rekomendasi makanan

Carilah keterangan lengkap mengenai jenis makanan, tempat terbaik, hingga harganya. Sebagai tambahan, kamu juga bisa bertanya pada teman maupun kerabat dari daerah yang akan dituju. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi sajian khas atau legendaris daerah yang akan kamu kunjungi.

3. Cari yang berbeda atau tidak ada di kota asal

Berikutnya adalah cari jenis makanan yang berbeda atau tidak ada di kota asal kamu. Beranikan diri mencoba makanan baru. Meski terkadang nama, bahan baku, atau cara pengolahannya nampak aneh, jangan takut mencicipi. Tak ada salahnya melakukan sedikit petualangan rasa. Sebab mungkin kamu takkan berkesempatan mencicipi sajian tersebut di masa mendatang.

Jadwal Wisata Kuliner Indonesia 2022

1. Aceh Culinary Festival,  24-26 Juni 2022

Sumber: Freepik.com (gambar hanya ilustrasi)

Siapa sih yang tidak terlena dengan tampilan kue meuseukat yang cantik? Dodol khas Aceh ini berbahan dasar nanas, yang memang terkenal sebagai kue cantik di dunia. Kamu juga bisa merasakan lembut dan hangatnya Bubur Kanji Rumbi dengan rasa rempah khas Aceh, ditambah irisan daging dan taburan sayur yang menggugah selera. Semua bisa kamu rasakan dengan mudah dalam satu tempat ketika menghadiri Aceh Culinary Festival pada bulan Juni 2022.

Aceh Culinary Festival adalah event yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Ide utama Aceh Culinary Festival adalah mengumpulkan kuliner tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia, terkhususnya Aceh, untuk dapat dinikmati para food travelers di satu tempat sekaligus.

Rangkaian acara dari Aceh Culinary Festival terdiri atas Launching Ensiklopedia Kuliner Nusantara, Food Hunt VIP, Festival Budaya Tematik (Festival Seni Tradisi Gayo Highland, Festival Seni Tradisi Aceh Pesisir), dan Festival Musik Tematik (Cross Genre Music Fest). Selain itu, Aceh Culinary Festival 2022, bekerja sama dengan operator tour dan travel di Aceh, akan menyusun paket wisata kuliner ke objek-objek wisata kuliner yang ada di Aceh. Tidak hanya rumah makan, paket wisata ini juga berisi berbagai aktivitas seru seperti jelajah pasar, belajar memasak masakan khas Aceh, dan sebagainya. Paket Wisata Kuliner Aceh Culinary Festival 2022 meliputi Paket Open Trip dan Private Trip ke event offline Aceh Culinary Festival melalui tiga jalur utama food traveling, yaitu Aceh Besar, Bkamu Aceh, Sabang dan Takengon. Pemilihan ketiga area ini bukan hanya karena potensi wisata kulinernya, tetapi juga didukung oleh daya tarik alamnya.

2. Jakarta Dessert Week,  2- 23 Oktober 2022

Sumber: Freepik.com (gambar hanya ilustrasi)

Jakarta Dessert Week adalah sebuah transformasi online menikmati wisata kuliner khas Jakarta tanpa harus keluar rumah. Ada lebih dari 100 varian dessert yang bisa kamu temukan dalam food festival ini.

Di Jakarta Dessert Week kamu bisa menemukan jajanan tradisional seperti Kerak Telor. Kerak Telor adalah makanan khas dengan cita rasa ala Betawi. Rasa Kerak Telor yang nikmat dan enak dimakan selagi hangat dijamin akan membuat kamu ketagihan. 

Selain Kerak Telor, ada juga Asinan Betawi yang wajib dicoba kala berwisata kuliner di Jakarta Dessert Week. Selain sehat dan memiliki rasa yang unik, makanan satu ini juga cukup lezat dan segar dinikmati saat cuaca Jakarta sedang panas. Makanan hasil kombinasi Budaya Betawi dengan Budaya Cina ini banyak digemari dan wajib kamu coba selain jenis dessert lainnya.

Berpindah dari sistem offline di tahun 2019, ke sistem online di 2020 dan 2021 dengan menggandeng marketplace Tokopedia, saat ini Jakarta Dessert Week melebarkan jangkauan pasar dan menjadikan festival wisata kuliner makanan khas Jakarta menjadi lebih inklusif .

Jakarta Dessert Week 2022 akan membawa perubahan besar adaptasi resto fisik ke platform e-commerce. Pada festival ini, para pelaku usaha didukung untuk memahami strategi berniaga online dan menampilkan produk yang delivery-friendly.

Jakarta Dessert Week 2022 akan dilakukan secara hibrida, menyatukan kepraktisan belanja digital, serta pengalaman sensori dalam bentuk festival offline. Jakarta Dessert Week 2022 akan menampilkan pesan penting tentang potensi wisata kuliner Indonesia melalui celebrity chef pilihan. Selain itu, akan ada penampilan chef terbaik di industri kuliner Indonesia yang sekaligus menghadirkan edukasi bagi publik serta prestise bagi Kota Jakarta.

3. Keuken, Bandung Food and Beverage Festival, 7 Agustus 2022

Sumber: Freepik.com (gambar hanya ilustrasi)

Bandung tidak hanya dikenal dengan wisata alamnya yang melimpah tapi juga dengan wisata kuliner yang nikmat dan penuh cita rasa.

Jika kamu berjalan-jalan di Bandung, kamu akan menemukan banyak makanan khas yang sulit dilupakan. Sebut saja makanan Batagor yang merupakan singkatan dari bakso tahu goreng dengan siraman kuah kacang yang sudah sangat terkenal di Indonesia.

Atau kamu juga bisa mencicipi segarnya Rujak Cuka yang merupakan kuliner dari buah-buahan hingga sayuran yang bercampur dengan kuah asam dengan rasa pedas manis asam dan menggugah selera. Semuanya tentu bisa kamu dapatkan dengan mudah di satu tempat dalam festival Keuken, Bandung Food and Beverage Festival.

Event dengan tema identik food and beverage festival ini sudah berlangsung sejak tahun 2011. Festival ini sempat diselenggarakan di beberapa lokasi di Kota Bandung. Di tahun 2022, Keuken kembali hadir dengan konsep dan tema yang berbeda dari sebelumnya, yaitu “Reclaim The Street, Eat!”. Keuken mengusung konsep 6 event dengan 6 lokasi yang berbeda-beda, mulai dari Keuken Surprise Stove, Keuken Round Table, Keuken Coffee Week, Keuken Delightful Discoveries dan Keuken, The Festival.

Keuken bertujuan menyatukan antara spatial intervention, food stories dan community gathering dalam satu wadah rangkaian acara yang dikemas apik serta unik, dengan beberapa program-program menarik. Selain itu, Keuken juga menjadi ajang untuk meningkatkan potensi para pelaku wirausaha bidang food and beverage di kota Bandung khususnya, dan Indonesia pada umumnya agar dikenal oleh cakupan Nusantara maupun mancanegara.

4. Jakarta Fashion & Food Festival, 1 September – 16 Oktober 2022

Memadukan dunia fashion dan kuliner adalah tujuan utama diadakannya Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF). Tema besar mode dan kuliner JFFF diwujudkan pada tiga rangkaian utama acara, yaitu Fashion Extravaganza, Food Festival, dan Gading Nite Carnival.

Jakarta Fashion & Food Festival yang diadakan sejak tahun 2004 oleh Summarecon dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini secara konsisten dari tahun ke tahun menggandeng para pelaku industri mode dan kuliner dengan skala kecil dan menengah.  Jakarta Fashion & Food Festival ini menghadirkan cita rasa kuliner khas nusantara dan internasional dalam Kampoeng Tempo Doeloe dan Wonderful Culinary Expo. 

Tujuan dari JFFF adalah menikmati cita rasa Indonesia dalam satu tempat. Selain menumbuhkan kepraktisan, juga menumbuhkan rasa cinta terhadap masakan khas asli Nusantara yang tidak kalah nikmatnya. Namun, wisata tidak hanya sekedar mencicipi lezatnya kuliner Nusantara, tapi juga mengenal budayanya. Ingin tahu juga tentang event festival lainnya? Kunjungi website Indonesia Travel Event dan segera catat tanggalnya. Pastikan kamu hadir bersama kerabat maupun saudara dengan mematuhi aturan protokol kesehatan!


Masakan Sunda Enak di Warung Nasi Bu Imas Bandung, Sambal Dadak dan Karedok Leuncanya Juara!

Warung Nasi Bu Imas - Ragam makanan di Bandung seolah nggak ada habisnya. Mulai dari kuliner pinggir jalan yang enak-enak, sampai kuliner papan atas yang bayarnya mesti merogoh kocek dalam-dalam ada banyak. Jika mampir ke Bandung, rasanya kurang lengkap jika tak mencicip masakan khas Sunda. Di mana tempat makan hidangan Sunda yang enak di Bandung? Jika selama ini Asli Laksana atau Ampera jadi buah bibir, kali ini ada satu lagi yang nggak kalah kondang, namanya Warung Nasi Bu Imas. Selain jadi favorit penggemar masakan Sunda, juga paling banyak direkomendasikan sebagai destinasi wisata kuliner di Bandung.  
masakan sunda enak di bandung
Warung Nasi Bu Imas Bandung

Dari De Braga By Artotel Cerita Bermula

Minggu (14/4/2019) adalah hari kedua saya di Bandung dalam rangka kegiatan ASUS ZenBook Roadshow. Setelah acara blogger gathering di Hotel Savoy Homman plus jalan-jalan seru di Jalan Braga hari Sabtu (13/4/2019), selanjutnya saya dan Anjas Maradita pindah penginapan ke De Braga Hotel by Artotel. Dari sinilah cerita kulineran di Warung Nasi Bu Imas bermula.

Jadi ceritanya, hari Minggu itu saya berencana jalan-jalan dulu sebelum pulang ke Jakarta. Jadwal kereta kami sore jam 3. Pagi-pagi saya langsung beres-beres. Semua barang sudah rapi, tinggal berangkat. Tentunya, saya tak melewatkan sarapan. Jamu, telur, bubur, kue, nasi, semua saya santap supaya bertenaga untuk beraktivitas seharian.

Baca dulu: ASUS Blogger Gathering Bandung
Di Bandung bersama Anjas Maradita dan blogger Bandung
Hari beranjak siang, waktu sarapan hotel sudah habis. Si Anjas belum juga keluar kamar. Dia lelah dan tidur sampai siang sodara-sodara! Huaaa….gimana rencana jalan-jalannya?

Saya mondar-mandir di hotel. Jalan ke kolam renang hotel, masuk kamar, keluar lagi, liat-liat pemandangan pagi dari lantai (lupa lantai berapa belas), dan menikmati semua itu sambil kesal. Iya, kesal karena mau jalan nggak ada temannya. Nunggu Anjas lama sekali.

Akhirnya jelang makan siang kami baru keluar hotel, jalan kaki menyeret koper ke Jalan Asia Afrika (dekat kok, sekitar 100 meter). Kami berhenti di depan Starbucks. Melewati orang-orang sedang syuting entah apa. Di situ Anjas dihampiri seseorang. Fans-nya! Aih, beken sekali anak muda satu ini. Sudah 2 kali saya liat dia disamperi subscriber channel Youtube nya. Abis itu kami pesan taksi online. Mau kemana? Makan siang sodara-sodara. Anjas kelaparan. Rasakan! haha

De Braga By Artotel Bandung

Rekomendasi Warung Nasi Bu Imas

Kami dapat rekomendasi Warung Nasi Bu Imas dari Putri Zhea Wizeanda, wanita Spanyol yang biasa dipanggil Zii (((Spanyol))). Dia salah satu peserta blogger gathering. Blognya di www.bellabellezhee.com. Seperti biasa, tiap roadshow kami pasti minta rekomen tempat kuliner ke bloggers. Sayang kan sudah jauh-jauh berkunjung tapi nggak dimanfaatkan mencari pengalaman baru, kulineran misalnya. Promosi apik ala Zii memang sukses bikin saya penasaran. Gimana nggak penasaran wong dia sampai bilang ikan bakarnya maknyus, sambal dadak dan leuncanya cetar, lalap petainya aduhai, ayam gorengnya warbiyasak….aarghhh! 

Sewaktu mau pesan taksi, saya agak bingung juga pilih lokasi tujuan karena ada beberapa alamat yang muncul di pencarian. Kata Zii, cari saja Warung Nasi Bu Imas Jl. Balonggede No.67. Ok, akhirnya ketemu. Saya dan Anjas meluncur pakai GO-CAR. Jarak tempuhnya sekitar 1 kilometer saja dari Starbucks Asia Afrika. Oalah ternyata dekat. Pantes waktu perjalanannya cepat. Cuma memang agak belok-belok. Kalau disuruh mengingat lagi rutenya, saya nyerah.

Supir sempat tanya warung mana yang jadi tujuan, karena di Jalan Balonggede itu ada 3 warung Nasi Bu Imas. Waduh, meneketehe haha. Pokoknya yang paling cepat sampai saja. Sudah nggak tega lihat Anjas hampir semaput. Akhirnya kami sampai di sebuah warung yang terletak di pertigaan jalan. Iya, persis di pertigaan yang sempit. Sempit karena di situ ada banyak sekali motor parkir sampai susah lewat. Motor orang-orang yang makan di Warung Bu Imas. Rame banget cyin!

Selalu ramai pengunjung

Warung Nasi Bu Imas Sejak 1980

FYI, Jalan Balonggede adalah jalan yang memanjang dari Alun-Alun hingga ke ITC Kebon Kelapa di Jalan Pungkur. Nah, di jalan itulah 3 Warung Nasi Bu Imas Berada. Warung yang saya datangi berada di ujung jalan Balonggede. Warungnya cukup besar dan berlantai dua. Kalau dilihat dari luar sih kecil. Tapi kalau sudah masuk, jreng….cukup besar. Panjang ke belakang dan ada lantai duanya. Kelihatan sempit karena warungnya penuh orang, jadi tampak mengurangi luas ruangan.

Warung Nasi Bu Imas sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Menurut cerita, dulu warung Bu Imas berawal dari warung nasi yang sangat kecil di pojokan Jalan Balonggede dan Jalan Pungkur. Meski kecil tapi masakannya enak dan disukai banyak orang. Pelanggan jadi banyak. Kadang melebih kapasitas warung. Akhirnya warung ditambah, dibangun di tiga tempat. Konsisten pada ciri khas dan citarasa masakan Sunda lah yang membuat Warung Nasi Bu Imas menjelma menjadi rumah makan besar. 

Meskipun di sepanjang Jalan Balonggede itu ada 3 rumah makan bertuliskan 'Warung Nasi Ibu Imas', tapi dapurnya tetap satu. Warung yang ada dapurnya merupakan warung pertama yang didirikan. Jadi kalau misal satu warung ramai, pengunjung bisa pindah ke dua warung lainnya. Bangunan paling baru dinamakan Warung Bu Imas 48, warung paling besar di antara 3 warung yang ada. 

Tak pernah sepi pengunjung

Ciri Khas Warung Sunda

Ciri khas makan di rumah makan Sunda adalah duduk di bangku panjang dengan makanan yang sudah tersedia di meja panjang. Begitu juga di Warung Bu Imas. Kalau bisa sih pilih meja yang di atasnya sudah terhidang beragam jenis lauk dan sayur. Saya dan Anjas boro-boro dapat meja yang ada hidangannya, meja kosong saja susah dicari. Nyaris antri kalau saja kami tidak jeli menemukan bangku kosong di antara orang-orang yang sudah duduk.

Saat memasuki warung, kami disambut sebuah gerobak besar. Di dalamnya terhampar segala macam lauk yang siap dihidangkan untuk pemesan. Sedangkan di bagian atasnya tergantung petai-petai. Bagi penggemar petai, pasti bakal jingkrak-jingkrak makan di sini.  

Jangan harap ada pelayan menyambut dan mengantar ke meja, mereka sangat sibuk melayani pembeli yang sudah duduk saja. Cari sendiri dulu tempat duduk, baru dilayani. Di sini, seragam karyawan dan interior warung berwarna kuning dan hijau, ciri khas Warung Nasi Bu Imas. Pelayannya banyak tapi agak lambat melayani saking ramainya orang. Jadi kudu sabar bagi yang laparnya sudah tingkat dewa. Dengan ruangan semi terbuka, tentu saja tanpa AC. Cuma ada kipas angin yang berputar-putar manja.

Baca juga: Kuliner Kopi Asiang Pontianak 
Di sini biasa makan satu meja dan satu bangku dengan orang lain
Meja-meja selalu penuh

Ragam Menu Warung Nasi Bu Imas

Lauk : Ayam bakar/goreng, ikan mas goreng/bakar, rendang, limpa, paru, babat, kikil, belut, otak sapi, udang goreng, telor dadar, usus ayam, cumi, ampela goreng, tahu goreng, tempe goreng, tempe bacem, perkedel jagung, perkedel kentang. 

Aneka pepes: Pepes ikan, pepes teri, pepes jamur, pepes ayam, pepes tahu, pepes usus.
Sayur & sop: Sayur asem hingga Sop kikil.
Lainnya: Petai, Kerupuk Palembang, Kerupuk Aci.

Minuman: Jus strawberry, jus sirsak, jus jambu, jus mangga, jus alpukat, susu soda, es jeruk, jus tomat, jus jeruk, teh botol sosro, fruitea, S-Tea, Tebs, Prima.

Semua menu lauk, sayur, sop, dan pepesan baru dibuat setelah diorder. Misalnya ayam, baru digoreng/dibakar setelah ada yang pesan.

Baca juga: Kuliner Pindang 77 Bengkulu

Aneka lauk di warung nasi Bu Imas
Lauk-lauk ini baru digoreng jika sudah dipesan

Sambalnya Luar Biasa

Ayam Bakar, Paru, Otak Sapi, dan Pepes Jamur jadi pilihan kami. Saya makan nasi lauk otak sapi dan paru, Anjas pakai Ayam Bakar. Ayam bakarnya berukuran sedang. Saya tak ikut icip-icip, tapi kata Anjas teksturnya empuk dan citarasanya enak. Saya percaya Anjas bilang enak, sebab ayam itu dia makan sampai habis. Hmm…sebenarnya antara lapar dan enak beda tipis sih haha. Tapi beneran, kata orang-orang ayam bakar/goreng Warung Bu Imas tuh memang enak kok. Jadi favorit banyak pelanggan.

Saya terbuai oleh kelezatan dua potong paru goreng berukuran besar yang digoreng tidak kering. Kenyal dan empuk ketika digigit. Otak sapi yang saya pesan juga nggak kalah enak. Sama-sama jadi lauk terenak yang saya makan saat itu. Senang deh nggak salah pilih lauk. Soalnya, paru dan otak sapi itu tanpa rekomendasi siapa-siapa. Cuss saja pesan karena memang jadi kesukaan.

menu warung bu imas bandung
Sambal Dadak & Karedok/Sambal Leunca

Sambal Dadak dan Karedok Leunca

Karedok/sambal Leunca dan Sambak Dadak menguasai kenikmatan makan siang itu! Yessss….buat saya sambal inilah sang primadona Warung Bu Imas. 

Ketika semangkuk sambal dadak dan semangkuk leunca diletakkan di depan mata, terlalu gila kalau berlama-lama mendiamkannya. Setelah difoto-foto gembira demi konten blog, segera saya jamah itu leunca dan dadak. Mau tahu rasanya? Rasa pahit leunca berpadu dengan terasi udang, cabe rawit, bawang putih dan kencur. Tambahan daun kemangi memberi aroma wangi dan rasa yang khas pada karedok leunca. Saya menyendok kuahnya, menumpahkannya di atas nasi. Dan melahapnya dengan menggunakan telapak tangan, bukan sendok. Gils…nikmatnya juara! 

Jangan tanya gimana rasa sambal dadak. Sambal ini berwarna merah, agak berair dengan sensasi semburat terasi dan citarasa pedas. Sengatan cabainya membuat bibir panas. Saya kepedasan enak. Mulut berdesis. Tiap berapa suap menyeruput es teh, berusaha membilas sambal di mulut, menghilangkan pedas. Semakin dihilangkan ternyata semakin menggila pedasnya. Butir-butir keringat muncul di dahi. Mata melotot. Kipas angin seperti tak ada gunanya. 

Benar kata Zii, sambal dadak dan leunca di Warung Bu Imas ini memang juara. Saya nyaris jingkrak-jingkrak saking senangnya makan dadak dan leunca enak. 

Sambal-sambal itu disajikan gratis bersama lalapan timun, selada air, dan daun tespong. Semuanya terasa nikmat saat dimakan dengan nasi putih hangat. Sorga bagi penggemar masakan rumahan ala Sunda. 

ready for lunch

Harga Murah Makan Nikmat

Makanan enak selalu mahal?? Oh, itu nggak berlaku di Warung Nasi Bu Imas. Harga makanan disini sangat affordable. Total makan saya berdua Anjas hanya Rp 98.890 pakai ayam bakar, 2 paru, otak sapi, pepes jamur, sudah termasuk nasi, es jeruk, dan es teh. Sambal dadak dan karedok leunca nya gratis. Lalap daun-daunannya juga gratis! 

Kalau datang sendiri bawa uang 100.000, dijamin bakal berpesta menghabiskan banyak macam lauk. Hehe. Intinya, kalau mau makan nikmat tanpa menguras kantong ya ke Warung Bu Imas ini cocok banget.

Ayam bakar, paru, dan otak sapi

Favorit Penggemar Masakan Sunda

Warung Nasi Ibu Imas akan menjadi warung favorit saya bila ke Bandung lagi. Sederhana tapi nikmat. Pastinya, bikin nagih. Buktinya hari ini, saat saya membuat tulisan ini, saya mendadak menghubungi teman-teman blogger Bandung di WAG ZenBookID_Bandung. Saya bertanya, apakah Warung Bu Imas melayani delivery ke BSD Serpong Tangsel? Kata Tian Lustiana tidak bisa. Harus ada yang membelikan, lalu dikirim pakai kurir yang sehari sampai, misalnya Paxel.

Insha Allah weekend ini saya akan bersantap malam dengan menu dari Warung Nasi Bu Imas. Berkat kebaikan Tian ini bisa terjadi. Ia membantu mewujudkan rasa kepingin saya hehe sudah mirip orang ngidam saja. Tapi sungguh, menu Karedok Leunca, sambal dada dan ayam bakar/goreng Warung Bu Imas itu memang spesial. 

Good food. Good time. Good friend 

Masih banyak variasi menu makanan Sunda lainnya yang bisa dinikmati di Warung Nasi Bu Imas. Tinggal datang dan pilih sesuai selera. 

Buat yang sudah ke Warung Bu Imas, cerita dong pengalamannya makan di sana.


Warung Nasi Ibu Imas
Jalan Balong Gede No. 67
Bandung
Telp: (022) 4233954
Buka: 24 jam