Tampilkan postingan dengan label jasa kurir indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jasa kurir indonesia. Tampilkan semua postingan

Berkat Teknologi Digital Aktivitas Belanja Online Jadi Lebih Aman dan Mudah

fenomena digital
Fenomena Digital, E-Commerce, dan Peran Logistik

Tahun 2020 sudah mau habis nih. Kurang dari dua bulan lagi tahun ini akan berganti menjadi 2021. Semoga tahun baru bisa membawa suasana dan hal-hal positif baru yang lebih baik dari tahun 2020, khususnya harapan terbebas dari pandemi COVID-19 sehingga saya bisa jalan-jalan keliling Indonesia lagi. Amiiin!

Nah, sebelum berganti tahun, masih ada sisa 2 bulan lagi yang harus dilalui, dan masing-masing bulan tersebut memiliki tanggal belanja yang asyik banget, yaitu 11.11 (11 November yang jatuh sebagai Hari Belanja Online Nasional atau HARBOLNAS) dan 12.12 (12 Desember).

 

Kalau ibu-ibu seperti saya yang doyan belanja online sih, pasti menantikan tanggal kembar itu karena akan ada banyak promo yang diberikan oleh marketplace e-commerce Indonesia. Pada momen inilah, harga barang yang didagangkan akan sangat sangat terjangkau. Yah, walaupun kadang-kadang juga ada yang cuma kasih potongan seribu dua ribu perak, haha 😂



Di era digital seperti saat ini, belanja online tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit. Apabila 5 atau bahkan 10 tahun yang lalu belanja online itu masih menggunakan PC atau laptop, sekarang bisa melalui smartphone.


Belanja online di atas 10 tahun yang lalu mungkin terbilang sebagai aktivitas yang hanya digemari anak-anak muda. Namun di tahun 2020, dengan semakin majunya teknologi dan akses internet, nampaknya belanja online sudah menjadi kegiatan yang mudah untuk dilakukan oleh semua kalangan, khususnya ibu dua anak seperti saya.

Antarmuka online shop dan e-commerce juga sudah semakin mudah dimengerti, cara pembayaran fleksibel (bisa transfer bank lokal, kartu kredit, pembayaran melalui dompet digital hingga layanan “bayar nanti”), dan yang bikin ingin terus belanja, promonya yang berjubel dalam setiap kesempatan.


Apalagi di masa pandemi, ketika belanja di toko fisik menjadi aktivitas yang serem banget. Belanja online adalah suatu pilihan yang menenangkan hati. Tidak perlu capek cari parkir, hemat waktu, gak perlu panas-panasan, dan tidak butuh antri di kasir. Pokoknya tidak perlu khawatir bertemu banyak orang (bukan berarti saya tidak suka berjumpa orang, ya!).

Ketika belanja online, kita hanya perlu ketemu dengan abang-abang kurir ekspedisi pengiriman barangnya saja. Dan setelah paket pengiriman diterima, jangan lupa dong, semprot kotak atau kemasannya menggunakan cairan desinfektan, supaya aman. Meminimalisir resiko adanya virus yang ikut nempel.

Nah, setiap belanja e-commerce atau online shop, setelah menentukan barang mana yang ingin dibeli, pastinya kita juga bakal diminta memilih layanan kurir yang digunakan untuk pengiriman. Dari sekian banyak pilihan kurir ekspedisi yang ditawarkan, saya biasanya memilih JNE-Express.


Alasan saya mempercayakan barang belanjaan saya kepada JNE adalah yang pertama, mungkin ini agak personal sih, karena dari dulu sudah pakai jasa JNE, sebagai salah satu jasa ekspedisi yang eksis di Indonesia. Bisa dibilang, cinta pertamanya sudah jatuh ke JNE gitu.


Kemudian, alasan berikutnya adalah harga yang terjangkau dengan berbagai pilihan layanan sesuai kebutuhan, lalu ada pilihan packing kayu untuk melindungi barang berharga yang dikirim, dan yang tidak kalah penting, ketepatan waktu pengiriman barangnya dong.

 

Ada banyak pilihan paket pengiriman yang bisa dipilih berdasarkan waktu tempuhnya. Yang biasa saya gunakan adalah paket REG (Reguler) dan YES (Yakin Esok Sampai). Atau, kalau lagi bokek, bisa pilih paket OKE (Ongkos Kirim Ekonomis).

 

Saya jelaskan sedikit deh mengenai paket-paket langganan tersebut.

Yuk intip di bawah ini, ya.


Reguler merupakan layanan pengiriman JNE ke seluruh wilayah Indonesia, dengan perkiraan waktu penyampaian kiriman antara 1 hingga 7 hari kerja, tergantung dari daerah yang menjadi tujuan pengiriman.


Lalu, OKE. Layanan ini juga ke seluruh wilayah Indonesia dengan tarif ekonomis dengan perkiraan waktu penyampaian kiriman lebih lama dari paket Reguler, dan waktu sampai barangnya itu tergantung pada zona daerah yang menjadi tujuan.


Terakhir adalah YES. Paket ini memiliki waktu penyampaian di tujuan yang sangat cepat, dipastikan untuk sampai pada keesokan hari (termasuk hari Minggu dan hari libur nasional). Namun, layanan ini memiliki zona wilayah yang terbatas.

 

Kemajuan zaman dan teknologi di era digital ini sudah sangat memudahkan saya dalam melakukan aktivitas belanja secara online.

 

Nah, kalau kamu, biasanya belanja di online shop atau e-commerce mana? Dan, menggunakan jasa kurir apa? Yuk cerita di kolom komentar!


Serba Dekat Jadi Serba Mudah dan Cepat

jasa kurir terpercaya
Serba Dekat Jadi Serba Mudah dan Cepat
Aktivitas harian seorang ibu rumah tangga seperti saya yang begitu padat di tengah waktu yang berjalan begitu cepat, menghadirkan keinginan untuk punya segala hal yang bisa membantu apapun agar jadi serba mudah untuk dikerjakan. Di masa kini, berkat kemajuan teknologi, pekerjaan rumah tangga yang dulu banget masih harus dikerjakan secara manual dengan tangan, tentunya menyedot waktu, kini bisa dikerjakan dengan serba mesin. Dari mencuci, memasak, hingga membersihkan rumah dan seisinya. 

Begitu pula dengan majunya teknologi komunikasi beserta perangkatnya, terhubung dengan siapa saja kemana saja jadi lebih mudah. Dulu untuk membeli sesuatu harus pergi keluar rumah, kota, bahkan negara untuk mendapatkannya. Kini, sejak dari lihat-lihat barang, tawar-menawar, transaksi, hingga penerimaan barang sampai di rumah, bisa dilakukan dari rumah saja. 

Dunia seakan dalam genggaman. Bertemu, saling bicara dan melihat secara virtual lewat video percakapan, kini menjadi hal biasa. Semua itu memberikan kemudahan dalam hidup. Meningkatkan kinerja, produktivitas, dan bahkan kesehatan. Betapa istimewanya bisa menikmati kemajuan teknologi masa kini.

Meski demikian, setiap keistimewaan ada batasan. Tidak setiap saat jadi puas dengan makanan yang dipesan online dari restoran. Tidak setiap waktu puas dengan membeli barang tanpa melihat dan memegang lebih dulu. Tidak selamanya rasa rindu pupus hanya dengan saling menyapa di video percakapan.



Di keseharian, bila sedang tidak dilanda kesibukan yang tak terjeda, saya lebih sering ingin makan masakan sendiri, membeli langsung bahan-bahan di penjual, mengolahnya, dan menyajikannya sendiri dengan tangan ini. Belanja barang kebutuhan secara online sangat praktis, tapi pergi langsung ke toko saat punya waktu luang lebih puas. Sesering apapun video call-an dengan keluarga yang sedang jauh dari rumah, bertemu langsung jelas berbeda rasanya. 

Namun, di masa pandemi begini, keinginan untuk puas harus direm sekencang mungkin, demi keselamatan diri sendiri dan orang banyak. Jika memang harus keluar, atau sekedar ingin keluar sesekali, protokol kesehatan harus benar-benar ditaati. Tetapi, sekencang-kencangnya saya menginjak rem, tetap dikendorkan juga sesekali. 


Saya butuh keluar, selain karena ada kebutuhan, juga untuk kepuasan, namun dengan pembatasan: 

1. Kategori Penting
Semua hal yang saya kategorikan penting di antaranya saat keluar masuk rumah sakit karena suami dan anak dirawat (alhamdulillah sekarang semua sudah pada sehat). Pergi ke mesin ATM untuk kebutuhan uang tunai. Pergi ke apotik yang tidak melayani pembelian antar jemput resep dan obat, atau resep yang tidak bisa dikirimkan secara online. Mengantar, menjemput, dan menemui keluarga karena hal mendesak. Pergi ke klinik, sekolah, kampus, dan kantor pemerintahan untuk keperluan yang harus dilakukan secara manual. Pergi ke counter jasa pengiriman barang buat kirim paket jarak jauh lintas kota dan provinsi, yang tentunya tidak bisa dilakukan oleh jasa layanan antar yang bisa jemput sampai depan pintu rumah.

2. Belanja
Saat ingin makan masakan sendiri, maka harus belanja bahan, dan saya lebih leluasa jika beli bahan secara langsung khususnya sayur, buah, lauk, dan semua kebutuhan dapur. Itu saja. Urusan beli perabot, pakaian, apalagi perhiasan, belum ada dalam daftar belanja saya saat ini. Bukan prioritas.

3. Refreshing
Rumah adalah tempat ternyaman. Rasa tenang, adem, tentram, bisa didapat di rumah. Namun, tak ada salahnya keluar mencari suasana berbeda. Bukan karena suasana rumah membosankan, hanya perlu ganti suasana saja. Kalau kata teman-teman sesama ibu-ibu rumah tangga yang aktivitas kesehariannya super padat, refreshing itu buat jaga kewarasan 😂


Keluar rumah untuk tiga alasan itu saja, namun dengan pembatasan, salah satunya JARAK DEKAT. Bagi orang sangat sibuk, waktu sangat berharga. Jarak jauh jelas menyita waktu. 

Beruntungnya saya tinggal di lokasi (di salah satu semi cluster di BSD City) yang amat mudah dan dekat untuk mencapai tempat-tempat yang ingin saya tuju untuk keperluan penting, belanja, dan refreshing di masa pandemi. 

Pedagang sayur dan buah
Pedagang sayur dan buah tidak diijinkan masuk komplek. Kalau mau belanja tinggal keluar dari gerbang utama komplek, sekitar 20 meter hingga 1 km, bertebaran penjual sayur. Ada yang menetap pakai kios, mobil keliling, gerobak dorong, hingga lapak yang digelar pada waktu tertentu saja. Saya nggak usah jauh-jauh menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer dari rumah untuk memuaskan keinginan belanja sayur dan buah. 

Minimarket
Dalam jarak 1 - 2 kilometer saja dari rumah, ada 8 minimarket warna biru dan kuning yang amat mudah dan dekat untuk saya datangi kala hendak berbelanja barang kebutuhan harian rumah tangga. Yang paling dekat hanya 50 meter saja dari gerbang utama komplek. Saking dekatnya, seolah tinggal loncat saja dari depan pintu rumah langsung sampai.

Kuliner dan Refreshing
Kuliner di BSD mah jangan ditanya, bejibun. Dari jarak 20 meter dari pintu gerbang utama saja sudah berderet penjual makanan dan minuman enak. Dari yang bermerk sampai enggak ada mereknya ada. Dari yang cuma digelar di gerobak dorong yang kalau makan duduknya di bawah tenda panas-panasan, sampai di restoran/kafe bagus dan besar yang ber-AC dan instagramable ada banyak. Salah satu kafe kece favorit saya dan suami yakni L Cafe malah cuma selemparan batu saja dari rumah, dekat banget.

Rumah Sakit dan Apotik
Di BSD ini ada banyak klinik, apotik, dan Rumah Sakit bagus. Dari klinik kecil sampai besar, hingga rumah sakit kelas internasional juga ada. Semuanya dekat dari jangkauan. Paling lama dari rumah kurang lebih 10 menit sudah sampai. Jika dalam keadaan tidak sehat dan butuh pengobatan segera, jarak yang ditempuh hanya menyita sedikit waktu.

Jasa Pengiriman
Untuk pengiriman makanan/minuman yang mudah rusak sudah pasti saya gunakan pengiriman express berdurasi 1-2 jam, biasanya pakai kurir yang bisa dipesan online supaya saya tidak perlu keluar rumah buat antar ke counter. Namun untuk pengiriman barang makanan yang tidak mudah rusak, atau paket yang tidak harus cepat sampai dalam hitungan 1-2 jam, juga untuk jarak jauh antar kota lintas provinsi, saya gunakan jasa pengiriman langganan saya yaitu JNE.



Kenapa JNE? Karena lokasi counter dekat dari rumah saya. Bukan 1 counter saja, tapi ada 4. Wah banyak ya. Paling dekat berjarak kurang lebih 1 kilometer dari rumah. Pernah suatu ketika counter terdekat di Granada Square tutup, saya tinggal pindah ke counter lainnya di Taman Jajan, atau di Jalan Rawa Buntu dekat Latinos. Geser lagi sekitar 3-4 kilometer dari rumah, bakal ketemu lagi counter JNE lainnya di sektor 14 dekat Kantor Pos.

Kenapa bisa banyak dan berdekatan gitu? Jelas karena JNE tahu di lingkungan saya banyak pelanggan setia. Maka ia ada di mana-mana demi memudahkan pelanggannya.

Memang menyenangkan kalau banyak kebutuhan bisa dipenuhi dengan mudah. Apalagi di saat pandemi gini. Serba online sangat praktis. Serba dekat pun tak kalah memudahkan aktivitas offline. 

Pengiriman Lancar, Promosi Produk Kian Gencar

Telah lima bulan wabah virus corona merebak di Indonesia. Menjangkiti tanpa kenal bulu. Siapapun yang lemah, akan diterjang. Dampaknya ke banyak orang, di setiap lapisan masyarakat, dan ke berbagai sektor industri. Tak terkecuali nasib saya sebagai content creator, semua kegiatan offline ditunda sampai waktu yang tak bisa ditentukan.
Nasib Content Creator di Tengah Pandemi 😃

Awal tahun 2020, sejumlah jadwal kegiatan offline untuk bulan Januari sampai April sudah saya kantongi. Sebagian besar event pariwisata, di antaranya undangan staycation untuk promosi resort di Bintan Kepri, staycation untuk promosi villa di Bali, event promosi wisata Korea di Jakarta, event wisata di Jawa Timur, event promosi kuliner dan tempat wisata di Kota Tangerang, workshop travel blog/vlog di tiga kota, dan beberapa event blogger lainnya di luar pariwisata, semua dibatalkan tanpa tapi.

Seperti yang kita tahu, dunia pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak, hancur meski tak lebur. Sebagai salah satu influencer kecil yang cukup rutin mendapat job di bidang tersebut, saya ikut merasakan bahwa bisnis ini sedang mati suri. Job saya di sana juga ikut sunyi.

Dunia pariwisata suram, tapi dunia gadget tidak. Justru, di saat orang banyak di rumah saja, penggunaan gadget meningkat. Laptop dan HP jadi barang berharga yang paling diakrabi selama masa social distancing. Orang-orang butuh perangkat memadai untuk tetap bisa bekerja, berkomunikasi, dan menikmati hiburan dari rumah. Anda tahu? Ketika gadget amat dibutuhkan, kami para influencer dari kalangan blogger juga dibutuhkan untuk menggencarkan promosi. Maka, nafas saya sebagai content creator dapat terus berhembus.

Bicara tentang gadget, Anda tentu telah mengenal saya sebagai anggota Komunitas Blogger Asus (BLUS) di mana kegiatan saya sebagai anggota adalah rutin berbagi pengalaman menggunakan produk-produk dari merek tersebut, di antaranya HP dan laptop. Setiap ada produk terbaru, saya dan para anggota akan mencobanya, lalu menuliskannya di blog dan membagikannya ke seluruh channel digital yang kami punya. 

Sejak Januari 2020, telah beberapa kali event peluncuran produk digelar, semuanya online. Jika tak ada wabah, acara tentu sudah digelar secara offline, kami bisa menyaksikan acara peluncuran, melihat dan mencoba produk secara langsung. Sayangnya, wabah membuat semuanya serba terbatas, kecuali satu hal: kami tetap menerima dan menggunakan produk secara langsung.
Seperangkat ASUS ROG beserta aksesoris bermain game dalam ROG Superpack yang dipacking kayu

Ya, dari dulu Brand Asus sangat percaya pada media rekanan mereka untuk menggunakan produk Asus dalam kegiatan sehari-hari, secara gratis. Jika ada 1000 media rekanan, maka ada 1000 produk yang dikirim untuk tujuan personal experience. Alamat pengiriman tersebar dari Aceh sampai Bali lho. Pokoknya se-Indonesia Raya. Nah, bagaimana cara ASUS mengirim produk bernilai tinggi mereka ke kami? Pastinya pakai kurir terpercaya, JNE.

Laptop dan HP bukan barang murah. Proses kirimnya tentu sangat hati-hati. Bukan hanya soal kepercayaan bahwa barang pasti sampai, tapi juga soal keselamatan si barang, apakah akan sampai di tangan penerima dalam keadaan utuh tanpa lecet, atau kah rusak dan jadi hancur.

Baca juga (klik): Sekotak Asa Dalam Kiriman Doa, Semangat Bertahan di Tengah Wabah
Paket ASUS ROG Sling bag

Jauh sebelum wabah melanda, arus pengiriman barang ke rumah saya lancar jaya tanpa kendala. Tidak pernah ada kejadian gagal apalagi rusak total. Kalau agak telat pernah sesekali. Sisanya, sangat jarang terlambat, apalagi lama sampai berabad-abad. 

Selama wabah, promosi Laptop Asus semakin gencar. Laptop-laptop terbaru yang mendukung untuk bekerja, bermain dan hiburan hadir di saat yang tepat. Otomatis, gencar pula kegiatan kami dalam membantu penyebaran informasi. Tentunya, produk terbaru tersebut juga berdatangan ke rumah. Seberapa cepat sampai? Kalau dari ASUS nya sih cepat, dari kurirnya sekarang sedang agak lambat. Mungkin karena kemarin ada PSBB ya, jadi ngaruh ke proses pengantaran. 
Di depan rumah tetangga

Kembali ke produk pinjaman untuk review, seperti biasa jika telah puas dipakai, dicoba, ditulis, dan diposting di semua di channel digital, produk akan dikembalikan. 

Nah, jika proses terima barang amatlah mudah, bagaimana dengan proses pengembalian? Oh, mengembalikan semudah menerima. Barang tinggal saya masukkan lagi ke dalam dus produk, lalu hubungi pihak ASUS minta dijemput pakai JNE. Bisa juga dengan langsung datang ke counter terdekat, tinggal serahkan barang dan berikan instruksi sesuai prosedur.

Ini paketnya...... Paket hadiah Giveaway untuk para pemenang dari 4 kota 

Saran saya nih, buat teman-teman yang akan kirim gadget, laptop dll, saya tekankan pentingnya pakai kayu, biar aman.

Caranya? Tidak perlu repot bungkus sendiri, tapi cukup minta JNE yang kerjakan. Kalau antara saya dan Asus, JNE nya bisa diminta ke rumah buat ambil barang. Urusan packing kayu dikerjakan oleh JNE di kantor. Kita tinggal terima laporan. Pokoknya kita nggak perlu repot pegang kayu, palu, dan paku he he. 

Ingat ya, kiriman gadget seperti yang sering saya terima dan kirim ini adalah high value, jadi jangan pernah lupa uuntuk pakai asuransi. Tidak mahal, hanya 0,2% dari harga barang dan lagi-lagi cukup diinformasikan pada saat kita datang ke counter JNE. 

Solusi hebat pengiriman cepat dan tepat

Bagaimana denganmu, teman? Sudahkah mengamankan barang-barang tertentu dengan packing kayu dan asuransi?

Sekotak Asa Dalam Kiriman Doa, Semangat Bertahan di Tengah Wabah

“Pakeeet…!!”

Suara teriakan kurir pengantar paket terdengar kencang dan berulang. Ia tidak berhenti memanggil hingga si pemilik rumah keluar, lalu bergegas pergi dengan seuntai senyuman ketika barang telah diterima dengan aman. Sebuah rutinitas yang sangat biasa saya saksikan. Baik untuk paket yang datang kepada saya, maupun ke tetangga sekeliling rumah. Yang tidak biasa adalah kini dalam satu kali kedatangan kurir menghampiri beberapa rumah sekaligus, dan dalam satu hari bisa lebih dari 10 kali mondar-mandir mengantar paket, entah oleh kurir yang sama, atau kurir yang berbeda. Apa pasal?
Tetap ekspress dan terpercaya di tengah wabah

Di era disrupsi pandemi Covid-19 saat ini, di mana wabah berdampak pada semua lini kehidupan, banyak hal terjadi di luar kebiasaan, termasuk perubahan cara berbelanja masyarakat dari sistem offline menjadi online. Jika pada situasi normal kegiatan membeli sayur dan lauk dalam jumlah banyak dilakukan sendiri ke pasar, supermarket terdekat, atau ke tukang sayur depan komplek, kini seikat kangkung dan sekilo ikan mentah pun dipesan online pakai layanan antar.

Ketika aktivitas belanja meroket, maka aktivitas pengantaran dan penerimaan pesanan / barang ke rumah meningkat. Tak heran bila hampir tiap jam suara kurir teriak “pakeeet” muncul di depan rumah.

Kreativitas di Tengah Pembatasan

Himbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah saja, ditambah pemberlakuan PSBB, membuat siapa pun mencari cara agar kebiasaan pada era normal bisa tetap berlangsung di tengah keterbatasan, termasuk dalam urusan perut. Pedagang harus tetap jualan. Pelanggan harus tetap belanja. Bagaimana cara? Pakai cara online memang paling mudah. Belanja online, bayar online. Beres.

Di grup chat warga komplek saya, sudah sejak awal wabah merebak di Indonesia jadi ajang buka lapak pada jam tertentu. Siapa saja yang punya jualan boleh menggelar dagangan. Nggak disangka pasar online warga ramai oleh jualan makanan siap santap, sisanya bahan makanan seperti aneka lauk mentah, buah-buahan, sayur, masker, bumbu masak, dan lain-lain. 

Mereka yang berjualan adalah para pemilik rumah makan atau toko yang selama pandemi terpaksa tutup dulu, lalu berjualan online. Bagi mereka, berjualan secara online dengan mengikuti segala tata caranya bisa jadi sebuah keterpaksaan atas keadaan saat ini, demi karyawan yang harus tetap dipertahankan agar tidak merasakan betapa sedihnya kehilangan pekerjaan dan pendapatan.

Bila pembeli adalah kami para tetangga satu komplek, si tetangga yang jualan langsung antar sendiri ke rumah-rumah, dibantu oleh karyawannya yang kini berubah jadi delivery man. Lain halnya bila sudah keluar komplek, bahkan keluar BSD, baru pakai jasa kurir. 

Kurir mana dengan jenis kiriman apa tergantung dari pesanan. Bila yang dipesan adalah makanan cepat rusak, sudah pasti pakai pengiriman cepat yang proses pengantarannya dalam hitungan satu hingga 2 jam saja. Bila produk makanan kering yang awet beberapa minggu hingga beberapa bulan, atau non makanan, pengiriman dengan durasi antar minimal 2-3 hari biasanya akan jadi pilihan hemat dari segi biaya. Saya cukup hafal produk yang dijual oleh para tetangga karena beberapa kali pernah membeli dan membuatkan testimoni/ulasa gratis di channel digital saya seperti IG dan FB.

Lapak online warga komplekku di IG, digelar juga tiap hari di Whatsapp Group Warga

Mengecap Manisnya Belanja dan Jualan Online

Belanja online memang bukan hal baru. Namun sejak pandemi, belanja online kini dilakukan oleh lebih banyak orang, lebih sering, dan jadi prioritas, utamanya produk kebutuhan makan. Bahkan kini bukan kepada marketplace yang punya nama besar saja, ke toko di pasar dan warung di pinggir jalan pun orang-orang melakukan pesanan melalui jalur chat pribadi di Whatsapp. Saya pernah mengamati abang tukang sayur keliling pakai mobil yang mangkal di depan komplek, 2 orang kru nya selalu sibuk melayani pesanan yang masuk lewat Whatsapp. Katanya, pesanan itu berasal dari ibu-ibu di komplek saya. Lha, saya baru tahu kalau si abang sayur melayani pesan antar he he. Sejak itu, saya ikut cara tetangga belanja via Whatsapp.

Nomor telpon para pedagang kecil hingga menengah bertebaran di grup RT, dibagikan oleh ibu RT. Mulai dari nomor telpon toko sembako di Pasar Modern BSD, para tukang sayur, buah, daging dan para pedagang lainnya yang berada di sekitar komplek. Para ibu yang berbulan-bulan mendekam di rumah saja jelas girang. Katanya, kalau bisa pesan online dan diantar, ngapain keluar rumah dan pergi belanja sendiri? Iya juga ya.

Sebuah perubahan nyata yang dulu tak pernah terjadi kini jadi kebiasaan baru. Dengan begini, para pedagang bisa tetap berjualan, para pelanggan tetap bisa berbelanja.

Bagaimana dengan saya, sibuk jadi pembeli saja, atau ikut berjualan? Paling banyak jadi pembeli, sekali dua kali saja merasakan manisnya berjualan. Pertama, jualan pakaian, alhamdulillah laris manis nggak ada sisa semua stok terjual. Kedua, jualan buah, Masha Allah terjual sampai ratusan pak dalam sehari orderan pelanggan se-Jabodetabek. 

Senangnya berjualan, bisa membantu orang-orang mendapatkan barang yang dibutuhkan, pun ikut andil memberi pekerjaan pada setiap orang yang terlibat sejak produksi barang hingga proses pengiriman. Di tiap transaksi yang terjadi, ada kehidupan orang-orang yang terus berlanjut di tengah masa sulit pandemi. Hal yang sama juga terjadi ketika saya jadi pembeli. 


Berkat Teknologi Komunikasi dan Jasa Pengiriman

Aktivitas belanja online sangatlah mudah dilakukan. Cukup tinggal di rumah untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan, lalu gunakan saluran telpon, email, media sosial  untuk membuat pesanan, selanjutnya tinggal manfaatkan jasa pengiriman langganan agar barang sampai di rumah dengan aman.

Tentu saja, aktivitas saya belanja online selama pandemi tidak sebatas pada lingkup kecil di sekitar komplek tempat tinggal, tapi menembus batas wilayah provinsi. Saya tinggal di BSD City (Provinsi Banten), selama pandemi saya cukup sering belanja produk makanan ke penjual yang berlokasi di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DKI Jakarta. Di lain waktu saya melakukan pengiriman hadiah Giveaway channel Onedoxx anak saya ke kota Balikpapan, Lampung, Bengkulu, dan Tangerang.



Bersyukur sekali meski banyak terjadi pembatasan, bisnis jasa pengiriman barang menjadi salah satu bidang usaha yang dikecualikan dari pembatasan sosial atas rekomendasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sehingga tetap bisa beroperasi mengantar kiriman ke seluruh wilayah di Indonesia memenuhi kebutuhan kita dari rumah.

Kita pun jadi aman. Cukup memanfaatkan jasa pengiriman yang terpercaya seperti JNE yang selalu hadir 24/7. Kamu juga kan?