Tampilkan postingan dengan label binus university. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label binus university. Tampilkan semua postingan

Prioritas Keluarga yang Berharga

Wisma BNI 46 (sumber: www.wisma46.com)

Fenomena Akhir Tahun

Desember, bulan yang selalu dihiasi oleh gelombang status di media sosial yang berisi sekilas perjalanan setahun, pencapaian, kegagalan, serta daftar resolusi dan cita-cita di tahun yang akan datang. Fenomena ini tak hanya terjadi pada orang-orang yang tak saya kenal, tetapi juga di akun-akun yang saya ikuti karena sudah mengenalnya. Saya sendiri pernah menjadi "pelaku" dari rutinitas tersebut bertahun-tahun yang lalu, entah hanya untuk meramaikan atau mungkin dengan sedikit niat untuk mendapatkan perhatian. Namun, seiring waktu saya menyadari, "Apakah ada gunanya saya menceritakannya?" Kini, saya hanya bisa tersenyum bila mengingatnya, tanpa bermaksud menertawakan orang lain yang masih melakukannya.

Prioritas yang Mengalihkan

Desember kali ini fokus perhatian saya sedang beralih sepenuhnya kepada keluarga, terutama pada kedua anak saya, Alief dan Aisyah. Salah satu aspek yang terus menjadi perhatian utama saya adalah masalah pendidikan. Kali ini, perhatian saya terfokus pada magang Alief dan rencana GTC Aisyah yang akan membawanya ke luar negeri ke dua negara. Hal-hal ini menjadi prioritas, mengalihkan perhatian saya dari pertanyaan tentang "Apa saja yang telah saya lakukan pada tahun 2023?" atau "Apa yang ingin saya capai di 2024?" atau bahkan pertanyaan santai seperti "Liburan tahun baru ke mana ya?" dan "Di mana kita akan menginap?" Aiiih mana ada waktu buat itu semua! 😅

Alief Magang

Informasi mengenai magang sudah diterima Alief sejak awal semester 5. Kampus, Binus University, memberikan sejumlah nama perusahaan beserta posisi dan kriteria yang sesuai dengan jurusan masing-masing mahasiswa. Sebagai mahasiswa semester 6, Alief memiliki kebebasan untuk memilih perusahaan yang diminatinya, mengajukan lamaran, menunggu panggilan, menjalani wawancara, dan jika lolos, bersiap untuk memulai magang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Meskipun kampus menyediakan opsi yang mudah, Alief memiliki keinginan kuat untuk mencoba melamar di perusahaan di luar daftar yang disediakan oleh kampus. Meskipun terbersit pikiran, "Mengapa memilih yang sulit ketika ada yang mudah?" kami sebagai orang tua mendukung keputusannya, melihatnya sebagai sebuah tantangan yang berani dan positif.

Bikin Akun LinkedIn

Salah satu strategi yang diambil oleh Alief dalam menjalani pencarian, penemuan, dan perolehan kesempatan magang adalah dengan membuat akun di LinkedIn. Di sana, ia mengisi seluruh data dan informasi dirinya dengan sangat lengkap, kemudian mengajukan lamaran setelah menemukan peluang yang sesuai. Suami dan saya juga jadi ikut aktif di LinkedIn. Meski saya sebelumnya tidak memiliki akun di platform tersebut, namun akhirnya saya membuatnya khusus untuk membantu urusan Alief. Peran saya lebih sebagai pengamat dalam proses pencarian, dan kadang memberikan informasi jika ada peluang yang cocok untuk Alief.

Sampai Nanti Untuk Aisyah

Tentang akun LinkedIn yang saya buat, semata-mata diperuntukkan bagi Alief. Saya sendiri tidak memiliki niatan untuk menggunakannya dalam upaya pencarian pekerjaan. Oleh karena itu, akun tersebut tidak berisi informasi apapun mengenai diri saya. Berbeda dengan akun-akun teman yang umumnya memajang sejumlah informasi terkait pengalaman kerja, prestasi, keterampilan, dan sebagainya. Meskipun nantinya perihal Alief selesai, saya tetap mengaktifkan akun tersebut. Ini karena setelah Alief, giliran Aisyah yang akan menghadapi pengalaman serupa ketika menempuh pendidikan tinggi nanti. Mungkin Aisyah juga akan tertarik untuk mencoba sendiri mencari perusahaan magang. Dengan demikian, saya bisa menyaksikan lagi momen-momen Aisyah seperti yang sedang dialami oleh Alief saat ini.

Ikhtiar Aja Dulu, Jodoh & Rejekinya Kemudian

Setelah dua bulan sejak pendaftaran magang dibuka, pihak kampus akhirnya menutup kesempatan tersebut. Hal ini berarti bahwa mahasiswa harus bersifat proaktif dalam mencari peluang secara mandiri. Sementara itu, Alief belum menerima panggilan. Meskipun saya agak merasa cemas, Alief tetap menunjukkan ketenangannya. Suami memberikan semangat, bahwa yang terpenting Alief telah berusaha, dan jika memang rejeki, pasti akan ada jalannya.

Seingat saya, ada kesempatan magang dari Sinar Mas Land yang sesuai dengan kriteria yang dicari oleh Alief. Ada dua lowongan, satu untuk kantor pusat di Kuningan dan satunya lagi untuk kantor Green Office di BSD City. Alief telah mengirimkan CV untuk kedua lowongan tersebut. Saya sendiri dalam hati sangat berharap Alief diterima di kantor BSD City karena tempatnya dekat dari rumah, menghemat biaya transportasi, dan tidak perlu menyewa tempat tinggal baru. Sayangnya, panggilan dari Sinar Mas Land tidak kunjung datang. Hingga akhirnya, Alief mendapatkan informasi bahwa kampus kembali membuka pendaftaran magang dengan menyediakan beberapa perusahaan yang telah dipilihkan.

Kabar baik ini disambut gembira oleh Alief, yang segera memilih beberapa perusahaan. Alhamdulillah, dia mendapat panggilan dari 3 perusahaan, termasuk salah satunya dari perusahaan farmasi. Meskipun demikian, Alief akhirnya memilih perusahaan lain yang menurutnya lebih cocok.

Alhamdulillah, urusan magang Alief berhasil diselesaikan di bulan Desember. Perusahaan tempat dia magang berkantor di Sudirman, tepatnya di gedung BNI 46. Kegiatan magangnya dijadwalkan akan dimulai pada bulan Februari, selama 10 bulan. Meskipun perusahaan menginginkan magang selama 12 bulan, kampus membatasinya menjadi 10 bulan.

Wisma BNI46, Sudirman Jakarta. 31 Desember 2023

Survey Lokasi

Setelah Alief berhasil menemukan tempat magangnya, tahap selanjutnya adalah memikirkan cara menuju tempat kerja. Diskusi panjang pun terjadi di keluarga kami. Pertanyaan seputar naik KRL untuk efisiensi waktu dan biaya, atau membawa mobil untuk kenyamanan dengan konsekuensi biaya lebih tinggi, menjadi bahan pembahasan kami. Opsi sewa rumah atau apartemen dekat kantor juga muncul sebagai alternatif menarik.

Alief berinisiatif menjajal rute naik KRL dari BSD ke Sudirman dan berkendara mobil dari rumah ke BNI 46 untuk mengecek durasi perjalanan dan situasi pada jam tertentu. Kami sebagai orang tua mendukung langkah ini bahkan turut menemani. Aisyah, adik Alief, juga ikut serta dalam "petualangan" ini.

Tes perjalanan dari rumah menuju Wisma BNI46 kami realisasikan pada ujung bulan, tepatnya pada hari terakhir tahun 2023, tanggal 31 Desember 2023. Sebenarnya, waktunya agak kurang tepat karena Jakarta sedang sepi, banyak orang bepergian keluar kota, dan kami justru masuk ke dalam kota. Meski begitu, tetap bermanfaat buat Alief. Setidaknya dia sudah mengetahui rute mana yang paling efisien untuk perjalanan normal atau cepat jika berkendara sendiri ke kantor.

Aisyah GTC ke 2 Negara

Desember juga menjadi bulan sibuk saya untuk Aisyah yang akan berangkat ke luar negeri pada bulan Februari. Persiapannya melibatkan banyak hal, seperti dokumen perjalanan dan keperluan identitas karena Aisyah masih di bawah umur. Perjalanan ini akan menjadi pengalaman baru bagi Aisyah, seperti halnya abangnya yang memulai magang pada bulan yang sama.

Aisyah akan bersama teman-temannya, didampingi oleh beberapa guru, mengunjungi 2 universitas di Singapura dan Malaysia. Semua kegiatan sudah diatur oleh pihak sekolah dan travel yang bekerjasama. Alhamdulillah, segala persiapan dan dokumen penting selesai sebelum tenggat waktu.

Imigrasi Tangerang. Desember 2023

Kemudahan Tanda Kebaikan Allah

Alhamdulillah, meskipun dihadapkan pada beragam tantangan, urusan Alief dan Aisyah berhasil diselesaikan bersamaan di bulan Desember, tepat sebelum batas waktu. Saya merasa sangat lega.

Dalam menjalankan proses ini, saya menyadari betapa banyaknya kemudahan yang Allah berikan selama menangani berbagai tugas untuk anak-anak. Saya bersyukur atas kebaikan Allah yang senantiasa menyertai langkah-langkah keluarga kami. Alhamdulillah.

Tantangan Membimbing Anak Menuju Kedewasaan

Dulu saya berkeyakinan bahwa seiring bertambahnya usia anak-anak, saya akan meraih lebih banyak keleluasaan. Sayangnya, realitasnya tidak selaras dengan prakiraan tersebut. Meskipun Alief dan Aisyah sudah memasuki fase kedewasaan, tahap tersebut belum sepenuhnya tercapai. Hal ini menuntut perhatian dan dukungan lebih lanjut, bukan membiarkan mereka mengemban perjalanan hidup secara mandiri.

Mereka harus beradaptasi di tengah dunia yang makin kompleks dan sarat tantangan. Tempat mereka menjelajahi di luar rumah tak selalu mencerminkan nilai-nilai islami atau mendukung aspirasi yang kami, sebagai orang tua, harapkan. Kondisi lingkungan yang tak selalu aman dan risiko yang mengintai mengindikasikan bahwa perhatian serta bimbingan yang intensif menjadi imperatif. Pembebasan anak tidak sama dengan melepas mereka tanpa panduan di dalam dunia yang penuh risiko dan ketidakpastian. Meskipun ada berbagai strategi untuk membantu anak-anak mencapai kemandirian, perspektif saya mengenai melepas anak dalam segala hal, sejauh mungkin, bukanlah jawaban mutlak. Maka, hal-hal familiar seperti: "Suruh pergi yang jauh, merantau, tidak perlu diawasi terus, tidak perlu dikit-dikit dibantu, tidak perlu tahu dia ngapain....biar mandiri"  tidak selalu relevan dalam konteks kemandirian anak. Saya menegaskan bahwa pembimbingan dan batasan tetap penting dalam proses pendewasaan mereka. 

Tentang Anggapan Negatif Itu

Terdapat pandangan yang menyiratkan bahwa saya terkesan "memanjakan anak-anak" karena selalu terlibat secara aktif dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Bagaimana jika merenungi hal itu dari perspektif positif, di mana partisipasi saya yang konstan dalam urusan anak-anak merupakan ekspresi nyata dari fokus saya pada peran orang tua? Jika waktu yang saya luangkan untuk memberikan perhatian penuh pada anak-anak berkontribusi pada kehidupan mereka yang harmonis dan bahagia, mengapa hal tersebut patut dicurigai?

Fokus, sebagai kunci keberhasilan, menjadi fokus utama bagi saya, sembari mengabaikan penilaian yang kurang relevan. Saya suka bisa terus memusatkan perhatian pada upaya positif yang saya niatkan dan lakukan.

Kepercayaan

Terkadang terkesan bahwa saya selalu hadir dalam setiap langkah anak-anak, seolah-olah tidak memiliki kepercayaan pada mereka. Asumsi tersebut tidaklah mutlak benar. Sebenarnya, saya memiliki kepercayaan yang besar terhadap anak-anak yang saya asuh. Sebagai contoh, dalam hal Alief, saya yakin untuk memberinya keleluasaan. Meski demikian, tidak memberinya kebebasan tidak berarti sebaliknya. Ada aspek-aspek penting lain yang juga memerlukan perhatian.

Kepercayaan saya yang mendalam terhadap Alief didasarkan pada kedisiplinan dan keteguhan hatinya dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Dalam konteks ini, fondasi fundamental dari aspek keagamaan menjadi dasar kuat yang membentuk keyakinan saya. Kehadiran kedisiplinan dan dedikasinya terhadap nilai-nilai Islam memberikan keyakinan bahwa Alief mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan integritas yang tinggi dan penuh komitmen.

Kesuksesan Seorang ibu

Sering kali saya mendapat pertanyaan, "Bagi Anda, apa definisi kesuksesan?" Jawaban saya selalu beragam, mengikuti tahapan hidup dan pengalaman yang saya alami. 

Saat ini, jika ditanya apa itu kesuksesan sebagai seorang ibu?

Dalam perjalanan sebagai seorang ibu, kesuksesan bagi saya tidak hanya diukur dari pencapaian materi, melainkan lebih pada kesejahteraan dan perkembangan menyeluruh anak-anak. Kesehatan jasmani yang didukung oleh gizi yang cukup, kesehatan rohani yang tercermin dalam nilai-nilai keagamaan, disiplin, dan kepedulian sosial, serta kebahagiaan dan kematangan emosional anak-anak, semuanya menjadi tolak ukur kesuksesan sebagai seorang ibu.

Pentingnya pengembangan potensi anak-anak juga menjadi aspek kunci. Dengan memberikan mereka pendidikan yang baik dan sesuai minat, kita memberi mereka ruang untuk tumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan bakat dan kecenderungan masing-masing.

Dalam pandangan saya, fokus sebagai seorang ibu adalah pada upaya menciptakan kondisi yang mendukung agar anak-anak dapat mencapai potensi terbaik mereka. 

Kesuksesan sejati terletak pada kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anak, serta pada kemampuan mereka untuk menjalani hidup dengan penuh kematangan emosional dan spiritual.

Apakah saya sudah sukses? 

Jika saya tanyakan hal itu ke orang lain, dalam rangka menilai diri saya, jawabannya mungkin berbeda tergantung sudut pandang dan standar kesuksesan masing-masing orang. 

Saya pribadi, tidak pernah merasa telah sukses, melainkan sedang terus berproses. 

Yang pasti, fokus saya adalah menjadikan anak-anak menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan bertanggung jawab, serta memiliki dasar keimanan yang kuat. Jika saya berhasil mencapai hal tersebut, itulah yang saya anggap sebagai kesuksesan sejati sebagai seorang ibu.

Kebahagiaan Seorang Ibu

Menyaksikan anak tumbuh dan menjalani berbagai tahapan hidup adalah suatu perjalanan emosional. Salah satu momen ketika anak mencapai pencapaian tertentu, walau sekadar menemukan tempat magang. Pencarian tersebut bukan hanya menjadi langkah anak dalam membangun karir, tetapi juga perjalanan mendalam bagi saya yang bukan hanya menyaksikan dari kejauhan, tetapi turut serta mendukung, memberikan nasihat, dan merasakan setiap tantangan yang dihadapi anak. Rasa harap, kecemasan, dan kegembiraan adalah sebagian dari rentetan perasaan yang saya alami dalam setiap langkah anak. Momen-momen sederhana seperti ini meninggalkan kenangan tak terlupakan yang akan saya kenang sepanjang hidup.

Tulisan ini menjadi catatan saya tentang bagaimana setiap momen berharga bersama anak, terutama dalam pencapaian-pencapaian kecil, menjadi inti dari kebahagiaan saya sebagai seorang ibu. 

 

Beneran Gak Sempat Liburan?

Hari di mana kami melakukan pengecekan rute perjalanan dari kediaman di BSD City menuju BNI46 di Sudirman, lokasi magang Alief yang telah direncanakan, merupakan hari penutup dari tahun 2023. Ternyata, kesibukan dan prioritas kami terus mengikat hingga akhir tahun. Meski begitu, hal ini tidak berarti saya mengabaikan aspek lain yang tak kalah penting, seperti kegiatan wisata keluarga.

Jadi, sambil ngecek rute, kami juga menyisihkan waktu untuk berwisata, sebuah kegiatan yang tetap dilaksanakan meskipun beriringan dengan prioritas utama. Pagi harinya, kami berada di Jakarta, dan siang harinya di Sentul, di mana kami memutuskan untuk menikmati makan siang di The Upper Clift Sentul. Ini yang namanya 1 hari di 3 provinsi: Banten, Jakarta, Jawa Barat 😅

Sebuah pengalaman menghabiskan satu hari di dua tempat dengan karakteristik yang berbeda. Di Jakarta, kami dikelilingi oleh hutan beton, sedangkan di Sentul, suasana alami ditemani oleh pepohonan hijau. Pemandangan tambahan dari perbukitan dan gunung, udara yang sejuk, serta sajian kuliner lezat yang memuaskan selera, semuanya menjadi bonus yang kami syukuri di penghujung tahun. Alhamdulillah.

Sampai jumpa dalam cerita Makan Siang di Sentul! 

Perangkat Penting Untuk Mahasiswa Kuliah DKV New Media - BINUS University

Laptop Tepat Untuk Mendukung Mahasiswa Kuliah Jurusan DKV New Media, Content Creator, dan Video Editor 

"Bapak/Ibu semua, untuk perangkat yang akan digunakan oleh mahasiswa jurusan DKV New-Media mohon disiapkan untuk anaknya antara lain laptop, tablet, printer, dan kamera dengan masing-masing spesifikasi sebagai berikut....." ujar Budi Sriherlambang, S.Sn, M. in imagineering, Head of Program of New Media Program - School of Design Binus University di acara Parents Day Sesi Jurusan yang digelar secara online melalui Zoom pada hari Sabtu tanggal 25 September 2021.

Terkejut dengan penjelasan mengenai perangkat-perangkat yang akan digunakan anak saya sebagai mahasiswa DKV New Media di Binus University?? Enggak!!! Haha. 

Bukan sombong, bukan pula sok tajir, tapi karena saya memang sudah mengira perangkat tersebut bakal dibutuhkan oleh mahasiswa DKV. 

Tahun lalu sejak Alief mulai daftar masuk Binus (waktu itu Alief baru masuk kelas 12), saya sudah cari tahu semua hal tentang jurusan yang dia ambil, sampai ke perangkat apa yang bakal digunakan. Hanya saja, saat itu saya belum tahu spesifikasinya apa saja, karena yang namanya ilmu dan teknologi kan berkembang, ada inovasi-inovasi indah yang membuat takjub, maka kemungkinan spesifikasi yang dibutuhkan pun berubah sesuai kondisi terkini.

Parents Day Sesi Jurusan tgl. 25 September 2021 ini adalah pertemuan kedua para orang tua mahasiswa khusus Jurusan DKV New Media. Pertemuan pertama Webinar for Parents pada tgl. 3 Juli 2021 lalu untuk seluruh parents mahasiswa baru Binusian 2025.

Sesi Jurusan DKV New Media

Para Pejabat di DKV Binus University yang hadir di acara webinar, di antaranya Bapak Budi Sriherlambang, S.Sn, M. in imagineeringHead of Program of New Media Program - School of Design Binus University, Bapak Dr., Drs Lintang Widyokusumo, MFA, Lecturer of Desain Komunikasi Visual dan lainnya.

Perkuliahan Dimulai 27 September 2021 Secara Online dan Onsite, Peralatan Kuliah Sudah Harus Lengkap

Sesuai situasi pandemi saat ini, kampus memberikan dua pilihan kepada mahasiswa untuk perkuliahan yang akan dimulai pada bulan September 2021 yaitu online dan onsite. Mahasiswa boleh mengubah pilihannya pada semester berikutnya. Jadi, pilihan untuk kuliah online ini sifatnya sementara saja, hanya selama masih pandemi.

Alief memilih perkuliahan online, dan dia agak sedikit menyesal dengan pilihannya karena ternyata situasi per September ini mulai mendingan, yang artinya dia merasa cukup aman bila kuliah datang langsung ke kampus. Bukan menyesal yang berlebihan sih ya, karena katanya semester dua nanti dia bisa ubah pilihan ke onsite.

Mengenai peralatan kuliah yang diperlukan oleh jurusan DKV New Media, selain laptop, tablet, kamera, dan printer+scanner yang telah disebutkan oleh Pak Budi Sriherlambang, yang tak kalah penting dan wajib ada di antaranya :
  • Pensil Grafit (lunak, sedang, keras)
  • Pensil Warna (klasik, watercolor, pastel) 
  • Sketchbook (Ukuran A3)
  • Kertas (Padalarang, HVS, Art Paper, Art Carton, Duplex)
  • Alat Tulis Kantor (penghapus, penggaris, pulpen, rautan pensil, binder/buku tulis, jangka, cutter, cutting mat, lem kertas, spidol selotip, drawing pen)
  • Cat & Kuas (Cat Air, Cat Minyak, Cat Poster, Cat Akrilik)

Selama bulan September kemarin, saya dan Alief bergegas belanja semua barang itu. Alhamdulillah ada Toko Gramedia di Mall Teras Kota yang dekat dari rumah, semua yang dibutuhkan ada di sana. Tinggal saya merogoh kocek dengan berkeringat. Eh, belum keringatan sih kalau peralatan pensil, kertas dan lain-lainnya itu. Mulai keringatan dingin tuh pas bagian gadget 😂😅

Ini perangkat kuliah mahasiswa jurusan DKV New Media yang harus dimiliki: Laptop, Tablet dengan Stylus, Printer sekaligus scanner, dan kamera (sesuai materi webinar)

Ini adalah spesifikasi paling minimal dari laptop yang digunakan

Saya: ???????? 😂😅

Perangkat yang Mendukung Kuliah Jurusan DKV New Media

Hal paling penting dari membeli sebuah laptop dan perangkat lainnya seperti tablet, kamera, dan printer adalah belilah sesuai dengan kebutuhan! Bukan asal keren, canggih, mahal, atau karena hal lain-lainnya berdasarkan merk.  

Bapak Budi Sriherlambang, S.Sn, M. in imagineeringHead of Program of New Media Program - School of Design Binus University menjelaskan dengan lengkap perangkat apa saja yang dibutuhkan oleh mahasiswa/i DKV New Media, di antaranya:
  • Laptop dengan spesifikasi paling minimal harus menggunakan prosesor 1.4-2Ghz quad core i5, RAM 8GB, Hardrive 128GB, GPU 2GB
  • Tablet pendukung yang dilengkapi stylus untuk menggambar dengan penyimpanan 128GB
  • Printer sekaligus scanner untuk mencetak ukuran A4 dengan teknologi inkjet 
  • Kamera DSLR untuk fotografi.

Dalam ruang chat di aplikasi Zoom saat webinar berlangsung, ramai orang tua bertanya mengenai perangkat tersebut, khususnya spesifikasi laptop. Beberapa orang tua menanyakan mengenai apa itu SSD, prosesor, jumlah memory, dan lainnya sambil menyebutkan berbagai merk laptop. 

Wajar sih ya, karena orang tua harus mengetahui betul laptop mana yang mesti mereka beli untuk anaknya. Kalau saya, hanya menanyakan satu hal saja:

"Jika laptopnya sudah dua layar, dilengkapi stylus untuk menggambar, touch screen, RAM 32GB, apa mesti perangkat pendukung tablet?"

Lalu dijawab dengan tegas oleh Pak Budi Sriherlambang, "Oh tidak perlu lagi ibu. Tablet itu hanya bila laptopnya belum mendukung untuk menggambar di layar."

Alhamdulillah, mamak-mamak ini senang kalau gitu 😂

"Terserah merk apa, yang penting speknya sesuai yang dibutuhkan," ujar Pak Budi Sriherlambang. Beliau juga sempat menyebutkan Laptop Gaming sebagai laptop yang spesifikasinya tinggi, cocok buat anak DKV.

Hasil mencari laptop yang cocok untuk anak DKV, content creator, video editor

Semoga awet selama 4 tahun kuliah

Buat memperlancar kegiatan kuliah, menimba ilmu dan menyelesaikan tugas-tugas. Buat menghasilkan cuan lewat job-job yang didapatkan. Biar tetap produktif bikin konten video di Youtube 😃😍

 

Bukan Hanya Untuk Kuliah Anak DKV, Laptop Ini Juga Untuk Content Creator dan Video Editor


Saat ini Alief bukan hanya mahasiswa Jurusan DKV New Media. Sejak masih SMA dia sudah menjadi Content Creator, tepatnya Video Creator di Youtube di Channel ONEDOX. Dan, sejak bulan Juli 2021 ini dia jadi freelancer sebagai Video Editor di sebuah channel media & entertainment. 

Saya tahu Alief bukan hanya butuh laptop yang mendukung untuk kuliahnya, tapi juga mendukung kegiatannya sebagai content creator, sekaligus Video Editor.

Saya harus bisa mencari laptop yang tepat untuk Alief agar semua aktivitas yang dilakukannya sehari-hari bisa berjalan dengan lancar. Dia harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah tepat waktu, menyelesaikan job-job yang dia terima hampir tiap hari, dan juga harus produktif membuat konten untuk channel-nya ONEDOX.

Sebagai blogger yang sudah biasa mengulas produk-produk laptop ASUS, saya bisa dengan mudah menemukan mana laptop yang paling cocok untuk Alief gunakan, yaitu:

ASUS ZenBook Pro Duo 15 UX581GV OLED 4K Intel Core i9 NVIDIA RTX 2060 6GB, 1TB SSD, DDR4 32GB, Win 10 Pro 64-bit 
Laptop yang Tepat

Sudah Ada ASUS ZenBook Pro Duo UX581 Tidak Perlu Beli Tablet Pendukung Lagi!

Yak, dengan ZenBook Pro Duo UX518GV ini, saya tidak perlu lagi menyediakan tablet pendukung seperti yang disampaikan oleh Bapak Budi Sriherlambang.

ZenBook Pro Duo UX581GV sudah dilengkapi stylus untuk menggambar. Sudah punya dua layar biar gak pindah-pindah perangkat bisa mengerjakan 2 hal sekaligus. Memory sudah super gede RAM 32GB puas banget buat penyimpanan. Prosesornya pun nggak diragukan lagi super kencang dengan Intel Core i9 NVIDIA RTX 2060 6GB. Layarnya pun sudah OLED 4K, aman buat kesehatan mata meski berjam-jam di depan laptop.

Perihal harga, ZenBook Pro Duo UX581GV dibandrol Rp 56 jutaan.

Boleh jadi ini akan membuat kita para orang tua merogoh kocek super dalam, tapi ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dari penggunaan laptop yang tepat untuk mereka yang aktif dan produktif bekerja/berkarya/berkuliah:

  • Saya tidak perlu lagi beli tablet. Tablet merk buah seperti yang dimaksud oleh Pak Budi kan nggak murah juga. Jika fungsi si tablet sudah ada di satu laptop, dan harga si tablet bisa dipakai buat beli 1 laptop canggih dengan spesifikasi tinggi, kenapa nggak beli satu laptop saja ya kan?

  • Saya lebih suka cara berpikir bahwa beli laptop itu jangan dilihat sebagai barang yang dibeli dan menghabiskan duit, tapi sebagai tools untuk mempercepat cari uang, syukur-syukur kalau bisa lebih banyak dari laptopnya. Kalau buat Alief, ya buat memperlancar kuliah menimba ilmu dan mengerjakan tugas-tugas. Sekaligus memperlancar pekerjaannya sebagai freelancer video editor. Dan juga, biar tetap produktif membuat video content di channel-nya, meskipun sibuk kuliah dan nge-job.

"Every home is a university and the parents are the teachers" 

Berdua suami, saat awal-awal mencari kampus yang tepat buat Alief, kami sampai datang ke kampus Binus di Alam Sutera. Karena sedang pandemi, kampusnya sepi, pada kuliah online 😁

Mendukung Bukan Memanjakan Anak

Alief masuk kuliah di BINUS University lulus dengan beasiswa 100%. Saya pernah menceritakannya di blog ini, bisa dibaca kembali di sini Lulus Tes Kuliah di Binus University Onedox Raih Widia Scholarship dengan Beasiswa 100%

Saya dan suami, bersama Alief juga tentunya, sudah mempersiapkan Alief kuliah sejak dia masih SMP. Sewaktu SMA minatnya sudah mulai kelihatan ada pada apa. Dia hobi desain dan editing, juga hobi fotografi dan videografi. Suka dengan dunia teknologi. Luwes tampil di depan orang. Punya jiwa entrepreneur, dan leadership yang menurut saya sudah oke untuk anak seumuran dia saat itu.

Saya dan suami mendukung minat Alief, dan kami membantunya menemukan tempat kuliah yang paling cocok. Alief kami bebaskan memilih, dan kami hanya memfasilitasi.

Sejak SMA dia sudah mencari uang sendiri buat jajan. Pernah jualan makanan di sekolah, jual jasa desain, jasa foto, jasa editing video, bahkan mengisi kelas Video Editing di SMP tempatnya bersekolah dulu. 

Baru 4 bulan ini Alief nge-freelance sebagai Video Editor dengan bayaran yang lumayan banget untuk anak baru lulus SMA macam Alief. Setidaknya, kalau dia mau beli monitor layar lebar, belanja peralatan studio di rumah, jajan parfum, jajan baju dan celana kesukaan dia, traktir teman-temannya makan, beli spare part motor, belanja makanan yang dia suka, dia sudah bisa bayar pakai uang hasil kerjanya sendiri. Dan yang pasti, kalau mau sedekah/infaq di masjid tempat dia biasa salat lima waktu berjamaah, dia nggak minta saya lagi. Sudah bisa bersedekah pakai uangnya sendiri.

Saya tidak menyuruh Alief kerja cari uang. Karena dia masih pelajar, dan sekarang masih kuliah. Tapi saya ajarkan dia cara mencari uang dengan keahlian dan peralatan yang dia punya. Kalau mau dapat uang, gunakan alat dan kemampuan. Harus usaha.  Eh, ternyata digunakan sama dia. Selama dia senang, ya silakan. 

Begitulah cara saya mendidik Alief. 

Dulu, waktu Alief mendaftar dengan beasiswa, dia mengajukan beberapa prestasi non akademik (bukan berarti secara akademik dia gak berprestasi lho ya hihi). Syaratnya, prestasi itu harus bersertifikat, baik diselenggarakan oleh suatu lembaga maupun oleh perusahaan tingkat nasional, terlebih oleh perusahaan global (level internasional). Dan ternyata, Alief berhasil!

Setiap orang tua pasti terharu dan bangga ya kalau anaknya berprestasi, sekecil apapun itu. Tapi yang lebih penting lagi adalah si anaknya bahagia dengan apa yang dilakukan dan dijalaninya. 

Baru-baru ini Alief menang lomba video yang diadakan oleh kampusnya Binus University. Lomba ini khusus untuk para mahasiswa penerima beasiswa. Alhamdulillah nama Alief ada diurutan pertama.

Videonya sendiri bertema: Perjalanan Mendapatkan Beasiswa BINUS. Dapat di tonton di instagram Alief @onedoxx




Lulus Tes Kuliah di Binus University Onedox Raih Widia Scholarship dengan Beasiswa 100%

BINUS University - Alam Sutra Serpong 


Bulan Agustus ini hadir sejumlah kebahagiaan. 

Pertama, tentu tentang kesehatan yang semakin baik untuk dua laki-laki kesayanganku, Mas Arif dan Alief. 

Kedua, tentang pendidikan Alief di jenjang berikutnya setelah SMA, dia lulus tes masuk kuliah di Binus University dan meraih Widia Scholarship for Outstanding Achievers dengan beasiswa 100%. Alhamdulillah.



Status Alief saat ini masih pelajar SMA Kelas XII IPA. Baru akan lulus di tahun 2021, tapi sudah terdaftar sebagai calon mahasiswa di Binus University dan mulai kuliah Agustus tahun 2021. Saat ini dia sudah menjadi Binusian, sebutan untuk para mahasiswa yang berkuliah di Binus. 

Bulan Juni 2020, sekolah masih libur kenaikan kelas ketika Alief mulai membicarakan soal rencana kuliah. Saya dan suami mendengarkan maunya, ingin masuk jurusan apa, dan kuliah di mana. Ada 3 yang dia tuju: ITB, Binus University, dan Telkom University. Jurusan yang diminati adalah DKV - New Media. Kami merestui pilihannya. Membiarkannya kuliah di jurusan yang dia minati berarti melegakan kami sendiri sebagai orang tua yang tidak kaku dan memaksa, tentunya juga membahagiakan Alief sendiri sebagai orang yang akan menjalani kuliah. Sejak itu, Alief mulai memantau semua informasi pendaftaran, dan Binus yang paling dulu.

Hadir di Open House BINUS 1 Minggu Pasca Operasi 

3 hari pasca operasi tangan (25/6) akibat kecelakaan motor, Alief membaca informasi On Screen Open House 2021/2022 BINUS di instagram @binus_alsut (28/6). Akun ini memang sudah dipantau sejak lama, wajar jika dia selalu update. Saat itu tangan bekas operasi masih sakit, luka-luka lain yang ada di badan masih diperban, dia belum bisa mengetik apapun di laptop. Tentu saja, saya dan suami yang membantunya mendaftar untuk mengikuti Open House Binus yang akan dilaksanakan pada tgl. 1 Juli 2020.



Open House dan Trial Class Online

Akhirnya Alief hadir di acara open house Binus. Acara digelar online, Alief mengikuti dari ruang tidurnya. Saya dan suami sibuk menyiapkan semua keperluannya. Memasang kursi yang nyaman dengan beberapa bantal sebagai sandaran. Meletakkan kursi kecil tambahan untuk meletakan kaki yang masih diperban sana-sini. Menaruh bantal kecil buat tatakan tangan kanan yang masih diperban bekas operasi. Meletakkan laptop pada posisi yang tepat. Pokoknya, semua hal yang dapat membuatnya nyaman selama hadir di open house, kami lakukan.

Kegiatan saat open house adalah mengikuti trial class sesuai jurusan yang dipilih. Seingat saya ada 5 jurusan yang dipilih Alief dengan jadwal trial tiap hari sejak tgl. 1 Juli sampai 3 Juli. Saya tahu Alief masih butuh bedrest, jadi saya tidak memaksanya untuk hadir sampai selesai. Sayangnya, anaknya malah ingin hadir sejak awal sampai akhir. Okay deh.



Pendaftaran Widia Scholarship

Setelah sesi trial class selama 3 hari, Alief akhirnya fix memilih jurusan DKV-New Media. Hasil dari berpetualang mencari info sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya tentang DKV, saya dan suami  akhirnya setuju dengan pilihan Alief. Selanjutnya Alief mulai membayar formulir pendaftaran sebesar Rp 250.000 dan mulai memilih jenis pendaftaran. 

Nah, ada beberapa pilihan jenis pendaftaran, di antaranya Partial Scholarship, Widia Scholarship, dan Widia Scholarship for Outstanding Achievers. Kalau saya lihat di web-nya, ada pula Primary Teacher Education Full Scholarship, Direct Admission Binus International School, Binusian Community Scholarship

Alief mendaftar jalur Widia Scholarship for Outstanding Achievers. Untuk pilihannya ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • Kompetisi Internasional : Pemenang/ Finalis Olimpiade/ Kejuaraan Internasional 
  • Kompetisi Nasional : Pemenang/ Finalis kejuaraan Nasional 
  • Wakil Indonesia : mewakili Indonesia di tingkat Internasional 
  • Mengikuti Tes Potensi Keberhasilan Studi (TPKS)

Serta dokumen tambahan berupa: Fotokopi sertifikat atau piagam kompetisi, Fotokopi rapor SMA/sederajat yang dilegalisir asli oleh kepala sekolah. 

Apa sih keuntungan dari jalur Widia Scholarship for Outstanding Achievers?
  • Bebas Biaya Sumbangan (DP3) 
  • Bebas Biaya Peralatan 
  • Bebas Biaya BP3 untuk semester 1 dan 2 
  • Bebas Biaya SKS semester 1 dan 2 
  • Bebas biaya Daftar ulang 
  • Bebas Biaya Laboratorium 
  • Bebas Biaya Seragam (Khusus program Hotel Management, Business Hotel Management, Tourism dan Primary Teacher Education)  


Mengikuti TPKS Online Ada Tes Menggambar

Tgl. 1 Agustus 2020 Alief mengikuti TPKS seharian. Salah satu tes yang dilakukan adalah menggambar. Nah, kondisi tangan Alief memang sudah pulih, untuk mengetik di laptop, tidak ada masalah. Tetapi untuk menggambar? 😁 Syukurnya Alief tidak mneyerah, dia tetap berusaha semampunya.

Kegiatan TPKS ini cukup ketat aturannya. Peserta mengikuti tes dengan dua video. 1 video dari laptop saat mengerjakan soal-soal, satu video dari handphone untuk memantau posisi si peserta saat ujian. Semacam CCTV gitu kali ya. Biar keliatan anaknya mengerjakan tugas tanpa bantuan he he.

Pokoknya, Alief menggambar sebisa mungkin. Tema gambar adalah kompetisi di masa depan. Alief menggambar tema e-sport. Saya nggak bisa komentar hasilnya bagus atau enggak, pokoknya melihat ide dan gambar yang dibuatnya saja saya sudah senang. Pokoknya Bismillah.

Hasil TPKS diumumkan tgl. 6 Agustus 2020 melalui email dan akun Binus. Kami semua menunggu dengan harapan terbaik. Ternyata, hari itu tidak ada pengumuman untuk Alief. Bukan karena tidak lulus, tapi karena dia mendaftar lewat jalur Widia Scholarship for Outstanding Achievers, maka ada proses verifikasi sertifikat dulu. Menurut konselornya, kemungkinan baru 4 - 6 minggu lagi baru ada hasilnya. Wah, lama juga. Tapi ternyata, tak perlu menunggu selama itu, pada tgl. 13 Agustus 2020, hasil tes Alief keluar. Alief dinyatakan lulus. Dan pada tgl. 14 Agustus 2020, Alief dinyatakan meraih beasiswa 100%. Masha Allah.



Lulus Tes dan Meraih Widia Scholarship for Outstanding Achievers

Alhamdulillah. Semua dimudahkan dan dilancarkan. Rejeki Alief lulus tes di kampus idaman, dapat beasiswa pula. Senang hati saya, bukan main gembira. Jika Binus ini memang jodohnya, semoga ini yang terbaik. Saya tidak menuntut banyak sama Alief, yang penting dia bertanggung jawab pada apa yang dipilihnya. Kalau dia senang dengan pilihannya, Insha Allah akan lancar apa-apa yang akan dijalaninya nanti. 

Seperti sekarang, saya pikir sulit untuk mencapai apa yang dia mau. Dia mendaftar dan mengikuti tes saat masih dalam kondisi belum benar-benar pulih sejak kecelakaan pada bulan Juni. Persiapan kurang, tangan pun belum stabil untuk tes menggambar. Tapi kenyataan bicara lain, dia lulus tes dan dapat beasiswa. 

Di kondisi seperti sekarang, dapat beasiswa alhamdulillah banget. Biaya masuk kuliah DKV di Binus yang harusnya 74 jutaan benar-benar jadi sangat ringan. Namanya abis kena musibah ya, duit baru abis banyak rasanya gimana gitu. Situasi juga lagi kurang baik, masih pandemi, dan masih dalam ancaman krisis. Bersyukur banget Alief ada rejekinya. Sungguh, ada kemudahan setelah kesulitan....


Sudah diterima di Binus dan dapat beasiswa, masih mau daftar PTN nggak?
Awalnya, sebelum daftar ke BINUS itu, Alief bilang nanti kalau sudah lulus SMA akan daftar ke ITB. Tapi kemudian dia berubah pikiran, lalu secara tegas dan mantap dia hanya akan memilih Binus, tidak mau ke lain pilihan lagi. Apapun itu, mudah-mudahan yang terbaik buat Alief.

Kenapa BINUS?
Berapa biaya kuliah di Binus?

Kualitas pendidikan di BINUS tak diragukan lagi. Dari segi fasilitas pun serba terbaru dan terdepan, setimpal dengan biaya kuliah yang memang nggak murah.

BINUS merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia yang kerap masuk peringkat dunia dalam beberapa kategori.

Masih banyak alasan lainnya yang disebutkan Alief, bakal panjang bila dituliskan di sini. 





Baca juga:


Tentang DKV New Media BINUS
SCHOOL OF DESIGN
Link --> DKV New Media BINUS

Introduction
Students are provided with unique capabilities of information technology that can support the scientific development of Visual Communication Design into Digital Design, Interactive and Print Media. Students can apply their knowledge in many case studies such as branding, information design, design for public, photography, illustration, typography and web design into dynamic interactive through digital and print media.

Vision
A world-class Visual Communication Design Department, delivering world class designers with distinctive local values and information technology capabilities.

Mission
The  mission of Visual Communication Design Department is to contribute to the global community through the provision of world-class education by:

  1. Educating visual communicators who highly exemplify the creative spirit and a commitment to professional attitudes in the fields of new media, animation and creative advertising.
  2. Preparing students for strategic positions in service industries with a strong sense of ethics and entrepreneurship and who can make a contribution to society.
  3. Improving the quality of life of Indonesians and the international community through good design.
  4. Recognizing and rewarding the most creative and value-adding talents.
  5. Designing creative products and conducting professional services in visual communication design with an emphasis on application of knowledge to the society.

Program Concentration
The objectives of the program are:

  • To provide students with the principal know-how of creative visual communication, it’s historical and cultural significance, and its core technology. Together these areas of study will establish in each student a solid ground for well-informed practice or further study.
  • To educate graduates who are capable of producing new media portfolios that vividly demonstrates workmanship, creativity, conceptual insights, and attitudes of a professional design standard.
Perspective Career
  • Brand Designer
  • Web Design and Development
  • Game Design Visualisation
  • Publication Design
  • Illustrator
  • Graphic Design Studio
  • Corporate & Retail Industry
  • Government Institutions
  • In-house Designer
  • Photographer
  • Television and Broadcast Studio

Tes Mata Tidak Buta Warna

Salah satu syarat wajib masuk DKV adalah tidak buta warna. Untuk syarat ini harus dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter spesialis mata dan surat keterangannya harus dicap oleh dokter yang menyatakan, ada nama lengkap dan gelar Sp.M, serta cap dari Rumah Sakit. Jadi pemeriksaan bukan oleh dokter non spesialis mata. 

Untuk mendapatkan surat keterangan tersebut Alief periksa mata di RS Medika BSD dengan dr. Puti Ayu Tiara, Sp.M. Jadi waktu itu saat masih sibuk kontrol paska operasi tangan, sibuk pula mengurus berbagai surat keterangan sehat, salah satunya sehat mata tidak buta warna. Lumayan juga persiapan di tengah kondisi yang belum stabil dari segala segi 😁

Sertifikat Kompetisi

Ada sejumlah syarat mendaftar masuk kuliah lewat jalur Widia Scholarship for Outstanding Achievers, salah satunya adalah sertifikat dari kompetisi yang diikuti. Nah, mengajukan beberapa. Salah dua nya adalah sertifikat lomba video ASUS yang pernah dia menangi. 

Selama ini saya tidak mengira jika kemenangan Alief di lomba ASUS bakal berguna untuk mendukungnya mendaftar masuk kuliah, ternyata sangat diperhitungkan karena dinilai sebagai lomba nasional yang diselenggarakan oleh perusahaan kaliber internasional. Ya, mungkin ini jadi salah satu faktor kelulusan Alief sehingga dapat beasiswa.

Jadi saya sangat menyarankan pada orang tua mana saja, jika anak punya minat pada bidang tertentu, dukung sebaik-sebaiknya, dan dorong ia untuk berkarya dan berprestasi serta berkompetisi. Prestasi non akademik ini tidak hanya akan menjadi pengalaman buat dia pribadi tapi juga memberi nilai lebih ketika dia ingin menapaki masa depan, entah saat menempuh pendidikan, atau pun nanti di dunia kerja. 


Semua informasi mengenai kuliah di BINUS dapat di baca pada web berikut:
Binus University: 
https://binus.ac.id/

Instagram: https://www.instagram.com/binus_alsut/
Contact Binus dan cara pendaftaran: https://binus.ac.id/contact-us/ 

Alief memilih kampus di Alam Sutera. Lumayan dekat dari BSD, masih sama-sama di Serpong. Kami tak perlu menyewa apartemen (dekat kampus) buat dia tinggal, karena bisa bolak-balik pulang ke rumah dengan mudah dan cepat.

Kabarnya, BINUS juga akan membangun kampus baru di BSD. Saya gembira dengan itu. Siapa tahu nanti saat Aisyah (adiknya Alief) kuliah, kampusnya sudah jadi. Bisa lebih dekat lagi dari rumah.

Anak-anak saya memang minat semua kuliah di BINUS. 

Semoga dimudahkan semuanya. 

Gedung BINUS di Alam Sutera ini merupakan salah satu bangunan paling futuristik dan paling di Indonesia