Tampilkan postingan dengan label Wisata Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Malaysia. Tampilkan semua postingan

Bus Wisata Mogok di Jalan Tol Kuala Kangsar Bikin Wisata ke Genting Bubar

17 Februari 2019. Bus wisata tengah beristirahat di Rest Area R&R Sungai Perak, Perak Malaysia. 

Bus ganteng berbadan besar nan gagah itu tiba-tiba berhenti di jalan tol di wilayah Sungai Perak, Malaysia. Apa yang terjadi? 

Oh mungkinkah si bus terlalu lelah melaju tanpa henti sejak pagi dari Hatyai Thailand, bahkan ini adalah hari ke empat ia membawa kami berpindah tiga negara dalam empat hari? 

Mogoknya si bus membuat kami terdampar di R&R Sungai Perak Nortbound, sebuah rest area di jalan tol di Kuala Kangsar, Malaysia. Selain itu, mogoknya si bus otomatis membubarkan jadwal kami naik kereta gantung di waktu senja, di Genting Highland.

Kualalumpur 18/2/2019. Salah satu dari 4 bus wisata yang membawa rombongan kami keliling 3 negara

"Mohon maaf bapak ibu, bus mengalami masalah, perjalanan terpaksa ditunda," ucap Mbak Tour Guide di bus yang kami tumpangi.

Seketika itu juga seisi bus mendesah resah. Resah lho ya, bukan bergairah menggelora. Meski begitu, kadar resah yang terdengar terbilang santai, tanpa bibit-bibit emosi, apalagi berbunga amarah yang bikin orang-orang pingin banting bis. Kenapa? 

Mungkin nih ya, mungkin karena saat itu kondisi kami memang sudah dalam keadaan letih lelah setelah sepanjang pagi mengunjungi beberapa tempat wisata di Hatyai sebelum meninggalkan Thailand, ditambah mengantre lama namun lancar di pos pemeriksaan imigrasi Sadao Thailand dan kemudian di Bukit Kayu Hitam Immmigration Kedah Malaysia, sehingga situasi mogok jelang petang seperti takdir bertemu jodoh bernama istirahat yang kemudian justru elok untuk disyukuri.

Di antara empat bus yang membawa rombongan wisatawan, hanya bus kami yang mogok. Suatu kondisi yang terjadi begitu saja tanpa memilih tempat dan waktu. Sungguh tak ada akhlak! haha. Akibatnya, jalan tol di Kuala Kangsar jadi saksi bahwa saya pernah mengalami terdampar tanpa terlunta saat tengah berwisata gembira.

Saya tidak mendapat info detail apa yang terjadi dengan bus. Hanya bisa menduga telah terjadi sesuatu dengan mesin sehingga harus dimatikan. Mesin mati, AC mati, udara dalam bus jadi panas sekali, saya berkeringat. Bedak murah di wajah jadi luntur. Kami keluar tanpa diperintah. Baru beberapa saat di luar, kami diterpa rintik hujan. Polesan bedak jadi makin hancur. Kami berlarian heboh masuk bus. 

Teman satu bus di BUS B. Saya senang sekali satu bus dengan 3 cewek asal Papua ini, selalu riang bawaannya. Nggak pernah ngeluh. Suka foto di mana saja, cocok dengan saya yang suka jeprat jepret, dan saya sering jadiin mereka object foto. Dan, mereka ini "penyanyi" dalam bus kami. Penghibur paling nyenengin! Lagunya? Segala lagu dangdut mereka bisa wkwk. Mogok di jalan tetap happy.

Setelah hampir satu jam terdampar di pinggir jalan tol, akhirnya datang bantuan yang membuat bus bisa bergerak namun hanya bisa mengantar kami sampai di rest area terdekat, yakni R&R Sungai Perak Northbound. 

Tentu lebih baik beristirahat di rest area ketimbang di pinggir jalan tol. Ada toilet buat buang air, ada kios jajan buat beli makan minum, dan pastinya ada musola buat yang mau salat.

Satu hal yang saya syukuri kala itu, beruntung cuma mogok, bukan terjadi suatu kondisi buruk misalnya kecelakaan, bus terbakar, atau lainnya, naudzubillah. Allah masih memberi yang terbaik, melindungi dengan caraNYA, dan hikmahnya kami bisa istirahat dengan tenang di rest area tanpa kepanasan atau kehujanan.

Saya lupa menggerutu, walau itu normal, karena ada yang lebih normal untuk dilakukan, menikmati keadaan yang bila saya ingat lagi sekarang ini, malah lucu untuk ditertawakan. Kalau tak ada kejadian mogok, tak ada angle menarik dari cerita perjalanan wisata 3 negara ini 😁

[10:40 PM] Bus masih berada di Kedah, melintasi Bandar Changloon.

[12:57 PM] Singgah makan siang di rest area R&R Gunung Semanggol.

[13:02] Antrian beli makan di Middle East Denice, salah satu tenant yang ada di rest area.

[14:02] Saya makan siang dengan Kari Kambing dan Daging Sapi Lada Hitam😋 Untunglah di sini saya makan banyak sampai kenyang, bekal tenaga selama di jalan yang ternyata 1 jam kemudian bus nya mogok 😅

[15:23] Tampak sungai yang dilintasi jalan tol. Hasil jepretan HP ini apa adanya, agak gelap, mungkin pengaruh kaca bus yang menghalangi lensa. Oh tapi saat itu memang mendung.

[15:30] Rest area R&R Sungai Perak Nortbound, tempat kami beristirahat selagi bus diperbaiki. 

Selagi beristirahat di rest area R&R Sungai Perak Nortbound, kami dapat minuman gratis dari pihak travel. Seingat saya ada 2 jenis minuman, dan saya pilih Fruit Tree ini. Seger!

Saya tidak ingat kapan tepatnya bus kembali normal dan bisa membawa kami kembali melanjutkan perjalanan. Yang jelas, kegiatan berwisata di Genting Highland sore itu batal. Hari memang sudah terlalu sore untuk lanjut bersenang-senang naik kereta gantung. Beberapa orang mungkin sudah nggak mood lagi untuk jalan-jalan. Sisanya mungkin masih mau dibawa ke mana aja, asalkan bukan ke neraka dunia 😁

Selagi kami terdampar di R&R Sungai Perak Northbound, rombongan yang berada di bus lain sudah bersenang-senang menikmati pemandangan sore Genting Highland dari ketinggian, termasuk berbelanja ria di SkyAvenue Mall.

Iri? Tentu tidak. Kami tetap akan diajak ke Genting Highland kok, tapi besok (18/2/2019). Sore itu tak ada lagi kegiatan wisata. Maka tujuan bus selanjutnya adalah Hotel Pacific Express, sebuah hotel di kawasan China Town Kuala Lumpur tempat kami menginap malam itu.

Sebelum sampai hotel, kami kembali diajak singgah di rest area untuk makan malam. Posisi kami selepas magrib saat itu memang masih di jalan tol. Rest area jadi satu-satunya tujuan tempat makan. Tapi tenang, rest area di sana sama keren dengan rest area terbaru yang ada di negara kita. Udah pernah lihat rest area di jalan tol Jateng dan Jatim? Saya sudah. Waktu roadtrip lebaran tahun 2019 dari Jabar, Jateng, Jogja, hingga Jatim. Buanyak banget rest area kece yang bikin kita betah singgah makan, mandi, salat, maupun jajan kebutuhan selama perjalanan. Nah, seperti itu juga rest area yang saya singgahi selama berada di Malaysia, bahkan kondisinya lebih baik lagi. Udah kayak mall! Jadi, meskipun berkali-kali makan di rest area, makanan yang disantap bukan sembarang menu. 

Data EXIF pada file foto yang saya punya menunjukkan waktu pukul 19:58 saat kami berada R&R Plus Tapak. Jamnya makan malam.

Kios jajan makan dan minum di rest area menyajikan beragam menu yang familiar dengan lidah kita orang Indonesia. Secara kita ini serumpun ya dengan mereka, menunya gak beda jauhlah. Nasi gudeg dan rendang pun ada. Lainnya kebanyakan menu Melayu pada umumnya dan chinese food. Mudah dinikmati, murah-murah pula. Tempatnya bersih, dari area makan sampai toilet. Pokoknya, makan di rest area R&R Plus Tapak itu bikin perut kenyang, hati senang, dan dompet pun girang.

Desain toilet di rest area jalan tol Malaysia kebanyakan serupa ini. Punya banyak wastafel lengkap dengan cermin. Jumlah bilik WC pun hampir tidak ada yang sedikit.

Fasilitas pijat. Selagi singgah, pijat dulu buat mengurangi pegal selama berkendara dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya.

Area makan di rest area, disekat supaya makan terasa lebih private

Makanan dan harganya sama aja kayak di warung-warung makan negara kita. Nggak berasa kayak sedang di negara orang kalau liburannya ke negara tetangga dekat kayak Malaysia.

Sop Kwetiau Bakso Ikan. Anget-anget, enak, dan seger. Saya pilih makan malam dengan ini tanpa nasi karena perut masih terasa kenyang setelah banyak ngemil buah dan biskuit regal (saya selalu sedia regal buat cegah maag kumat di perjalanan). 
 
5 hari keliling 3 negara dengan bus, apa kabar badan saya yang mungil ini? Alhamdulillah sehat tanpa kekurangan apa pun. Selain banyak berdoa, berupaya keras menjaga stamina penting dilakukan, karena kunci tetap sehat selama jalan-jalan ada pada kedua hal itu. Meskipun perginya dengan rombongan, ada tour guide lokal dan ada orang dari travel agent yang mendampingi, tetap saja posisi kita sedang jauh dari keluarga. Senang-senang boleh, tapi jaga diri tetap sehat juga penting supaya keluarga di rumah tidak khawatir.

Saya punya rahasia pribadi untuk selalu sehat bugar sepanjang perjalanan berwisata.

Pertama, selalu nikmati perjalanan. Saat ada masalah, bawa santai aja, tidak perlu panik, nanti malah stres, akhirnya capek sendiri. Jalan-jalan buat senang-senang, jangan biarkan stres menguasai diri 😃

Kedua, di waktu istirahat, gunakan benar-benar hanya untuk istirahat, entah sekedar duduk atau rebahan, syukur-syukur bisa tidur, atau malah bisa pijat sekalian kalau ada alat pijat sewaan.

Ketiga, ketika jamnya makan, harus makan. Tinggalkan urusan lain. Pastikan makan dan minum yang sehat-sehat dan bersih. Jangan lupa minum vitamin. Satu lagi nih, saya tidak melewatkan makan / minum buah. 

Nah, soal buah nih ya, di mana pun kami singgah, saya pasti mampir ke kios buah. Kalau yang lain minum minuman soda atau beli snack kering buatan pabrik, saya pilih buah. Dan saya senang sekali di setiap rest area yang kami singgahi ada kios buahnya. Saya lebih baik boros demi buah ketimbang jajan yang lain 😃

Saya tidak pernah mengaku punya badan selalu sehat gagah dan perkasa, tapi saya mengaku selalu berusaha menjaga stamina saya dengan cara-cara yang sesuai dengan kondisi tubuh saya. Dah itu aja 😀

Prinsipnya, kita yang tahu kondisi tubuh kita, maka sesuaikan segalanya di tengah situasi apa pun, dengan siapa pun, di mana pun. Bukan saja agar kita sendiri tidak repot, tapi juga supaya tidak merepotkan orang lain.



Saya belinya buah yang sudah dipotong seperti ini karena gak semua buah mudah dimakan selama di perjalanan. Tidak ada pisau karena bawa-bawa benda tajam dilarang. Kecuali beli buah buat dimakan di hotel, nanti bisa dikupas di hotel. 

Beli satu kurang, beli dua masih kurang #lho? 😂

Buah buat memenuhi kebutuhan vitamin selama perjalanan. Kesegaran buah bagus buat nambah semangat.

Jam 10 malam bus berhasil mengantar kami dengan selamat di Hotel Pacific China Town, Kualalumpur. Saya berjalan gontai masuk hotel dalam keadaan letoy kehabisan tenaga. Jangan ditanya soal mata, berat digelayuti kantuk. Suatu keadaan yang amat paripurna untuk segera menghempaskan badan di kasur tanpa tawar menawar lagi.

Badan sudah seperti baterai kehabisan daya. Anehnya saya masih punya kesadaran untuk mandi. Badan memang terasa kotor sekali. Jika tidak mandi, tak akan nyaman untuk tidur.

Beranikah saya mandi malam?

Teringat selama di Hatyai tidur di hotel dengan banyak cerita seram, harusnya saya mundur terhadap niat mandi. Kali ini saya malah maju terus pantang takut. HARUS MANDI, peduli amat sama takut 😂

Soal hotel seram di Thailand itu, silakan baca ceritanya di sini: Takut Hantu di Hotel di Hatyai.

Sementara itu, teman sekamar saya Lusy sudah berbaring di kasur tanpa mandi. Dia hanya cuci muka dan gosok gigi. Tampaknya Lusy meniadakan mandi demi menelpon anak-anaknya di Jakarta. Ah iya, dia ibu dengan anak-anak masih kecil. Perhatiannya tercurah ke hubungan telpon jarak jauh itu.

Alhamdulillah, saya sukses mandi malam sampai bersih. Sebuah pencapaian membanggakan bagi seorang penakut 😂 Seiring badan yang kembali menjadi bersih, sedikit rasa kecewa pada itinerary yang berantakan akibat mogoknya bus, ikut luruh bersama air yang membasahi badan. 

Malam itu saya tidur dengan tenang, dan hampir kesiangan saking nyenyaknya!

Hari telah berganti. Tgl. 18/2/2019 adalah hari terakhir di Malaysia. Sejumlah jadwal wisata dipadatkan, bahkan kunjungan ke Batu Caves di-cancel agar kami tetap bisa berwisata ke Genting Highland tanpa terburu-buru. Alhamdulillah, tetap ke Genting Highlands juga. Walau sudah pernah, tetap beda cerita karena berwisatanya dengan orang berbeda. Dulu dan kini beda waktu, dan itu jadi pengalaman yang selalu baru. Seru!

Hotel Pacific Express China Town Kuala Lumpur. Hotel terakhir yang kami inapi di Kuala Lumpur. Ini hotel terbaik dan terbagus dari semua hotel yang kami inapi di Malaysia. Kamarnya paling nyaman, makanya saya betah mandi malam-malam haha

View Genting Highland dari kereta gantung

Setelah dipikir-pikir, kejadian mogok itu bisa saya syukuri, karena naik Cable Car Genting Highland di siang hari pada keesokan harinya, dengan kondisi tubuh lebih bugar dan bersemangat, membuat kegiatan berwisata di Genting jadi lebih maksimal dan menyenangkan.

Cerita seru naik cable car di Genting Highland (sebelum pandemi) bareng kakak-kakak, ibu-ibu, dan nenek-nenek, dapat dibaca dalam tulisan lain, pada postingan berikutnya 😘

Yang namanya kendala, memang ada saja, tanpa terduga. Saya percaya pihak bus sudah berusaha menjaga kondisi bus tetap stabil selama kegiatan wisata, mereka juga tentu tak mengharapkan ada masalah. Tapi ternyata tetap ada kejadian mogok, berarti memang udah ditakdirkan seperti itu. Jadi, tak ada yang perlu disesali, diomeli, dan lainnya. Buat saya pribadi, hal seperti ini bisa banget buat ajang melatih kesabaran, sekaligus belajar bijak dalam menyikapi keadaan. Kalau kata orang bijak bestari, perjalanan itu sejatinya akan mendewasakan. Saya setuju.

Cerita naik kereta gantung di Genting yang berkabut, belanja-belanji di SkyAvenue Mall dapat dibaca pada tulisan berikutnya, tayang di blog ini juga. 

Terima kasih sudah membaca 💚