Coffee shop Kanca Space terletak di Bali House Serpong, Pamulang, Tangerang Selatan.
Saya tahu tempat ini belum lama. Bermula dari postingan seseorang di IG saat saya sedang mencari tempat kuliner di sekitaran Serpong dan Pamulang. Lewat suatu hastag, muncul beberapa nama dan tempat, salah satunya Kanca Space. Postingan itu langsung saya save, buat dikunjungi suatu waktu bersama keluarga.
Beberapa kali akhir pekan berlalu, namun rencana ke Kanca Space belum juga kesampaian. Karena....
Akhir-akhir ini saya dan keluarga memang lagi punya beberapa acara prioritas saat weekend, sedangkan ke Kanca Space buat bersantai saja. Jadi saya pikir, "ya udahlah, masih bisa kapan-kapan."
Saya bisa aja sih weekdays, tapi perginya gak sama keluarga. Karena suami kerja, Alief kuliah, dan Aisyah sekolah. Sendiri saja? Wah mana asyik 😄
Berkunjung ke Kanca Space Bareng Teman Blogger
Belum kesampaian berkunjung bersama keluarga, akhirnya malah pergi bareng teman-teman blogger. Lho kok bisa?? 😁
Bisa dong. Alhamdulillah tanpa disangka owner Kanca Space menghubungi via DM, lalu mengundang untuk datang, dan saya boleh ajak teman. Wuaaah..senang sekali!
Kami datang bareng ke Kanca Space hari Kamis, tgl. 24 November 2022. Weekdays tentu saja. Karena kalau weekend udah beda cerita, perginya bakal sama suami dan anak-anak.
Soal pergi bareng ke Kanca Space itu, kebetulan saya dan beberapa teman blogger yang tinggal di sekitaran Tangsel, yakni Mbak Rina, Mbak Ria, Tami, dan April memang lagi pengen cari tempat untuk kumpul santai sambil ngobrol dan ngemil.
Kebetulan lainnya, kami sama-sama member Komunitas Food Blogger Indonesia yang suka bikin konten tempat jajan dan jalan-jalan. Datang ke Kanca Space jadi punya bahan untuk update blog.
Serba kebetulan yang bikin asyik!
Hal berfaedah dari kumpul dengan teman blogger di tempat makan tuh salah satunya jadi ajang belajar, misalnya dalam hal motret makanan. Semacam ajang latihan, gitu. Ala bisa karena biasa kan?
Dalam hal motret, setiap orang kan punya teknik sendiri untuk menghasilkan foto terbaik, termasuk perihal sudut pandang saat mengambil sebuah gambar. Biasanya, dari sinilah aku jadi belajar sesuatu.
"Oh ternyata dari angle-nya Mbak Rina Susanti fotonya jadi begini, bagus ya."
"Oh kalau dari angle-nya Tami / April / Mbak Ria ternyata lebih menarik seperti itu, coba ikutin, ah."
Itu baru soal motret makanan. Hal lainnya, bisa dapat cerita soal makanan yang disajikan, dari yang pernah makan di tempat lain. Apa yang kupelajari? Cara orang lain menilai rasa.
Menikmati makanan yang disuguhkan, tak hanya menghasilkan sebuah foto untuk diperlihatkan ke orang lain, atau dilihat kembali oleh diri sendiri, melainkan juga kesan atas makanan yang dicicipi untuk kemudian menjadi sebuah cerita yang dapat membuat orang lain jadi tertarik untuk mencoba, atau malah sebaliknya.
Kami berlima mungkin saja punya kesan berbeda setelah dari tempat ini, karena sudut pandang itu luas, dan sudut mana yang ia gunakan, akan terbaca dari apa yang akan ia ceritakan kemudian.
Namun yang pasti, kami punya informasi seragam tentang Kanca Space, bahwa di sini siapa pun dapat menggunakan waktunya bersama bestie maupun keluarga untuk meneguk kopi, menikmati makan siang, menyambut matahari terbenam, dan menyegarkan pikiran sepulang beraktivitas sambil santap malam.
Ada yang sadar gak perbedaan foto pertama dan kedua dengan foto ketiga dan seterusnya, lalu bertanya: "Apakah tempat kami memotret makanan lalu duduk makan bersama itu berada dalam bangunan warna hijau pada foto pertama?"
Jawabannya: Bukan!
Kanca Space memang berlokasi di Bali House Serpong. Namun keduanya merupakan brand yang berbeda.
Jika ke Kanca naik GORIDE atau GOCAR, ketik saja "Bali House & Kanca Space", titik lokasinya akan muncul di aplikasi.
"Jadi Kanca Space itu ada di dalam Bali House?" Yup, benar!
Ada gerbang tinggi bergaya Bali, berpagar besi campur kayu, dan ada tulisan Bali House yang diperindah dengan ornamen berbentuk penari Bali, di situlah Bali House. Mobil pribadi boleh masuk, parkir di dalam. Mobil taksi maupun ojek juga boleh masuk untuk menurunkan penumpangnya.
Venue Event ala Rumah Bambu di Ubud, Bali
Memasuki Bali House, mata saya tertuju pada bangunan rumah bambu yang desainnya tampak sangat unik, lain dari bangunan lain di sekitarnya.
Bali House Serpong sejatinya memang merupakan sebuah venue event berkonsep semi outdoor yang luas dan nyaman, ala rumah bambu di Ubud, Bali.
Besar dan lebar, didominasi oleh atap jerami yang hampir menutupi seluruh bagian bawah bangunan. Ketika didekati, bagian depan sama sekali tak berdinding, terbuka lebar dari sisi paling pojok kiri hingga paling pojok kanan. Hanya bagian belakang yang tertutup rapat, berupa susunan bata ekspose yang menampilkan kesan alami.
Seperti namanya, rumah bambu ala Ubud di Bali ini terbuat dari material serba bambu. Tiang, rangka bangunan, hingga penyangga atap, semuanya bambu. Bahkan meja, kursi, dan alat bermain anak pun terbuat dari bambu. Ada juga bahan kayu.
Menurut cerita Mbak Nanda owner Kanca Space, material bambu Bali House didatangkan secara khusus dari Bali, dan didesain sebagaimana rumah bambu di Bali.
Salah satu yang saya sukai dari Bali House adalah tempat parkirnya. Luas, bersih, nyaman, dan aman. Bebas cemas ninggalin mobil saat sedang makan di Kanca Space.
|
Bali house dan tempat parkirnya yang luas. Difoto dari rooftop Kanca Space |
KANCA SPACE : Coffee • Comfort Food • Store • Class & Event
Kanca Space berada di pojok paling kanan. Fasad bangunannya sangat berbeda dengan rumah bambu. Terbuat dari beton, dicat warna hijau muda, dan mungil dari segi ukuran. Terdapat tulisan Kanca Space di bagian depannya, sehingga mudah dikenali.
Tidak seperti biasanya bila memasuki sebuah coffeeshop kita akan disambut ruangan yang cukup lapang, dengan meja dan bangku-bangku yang banyak. Maka di sini, saya hanya menjumpai 2 sofa rotan dengan alas duduk empuk berwarna hijau. 1 sofa muat buat diduduki berdua, 1 sofa lainnya kecil saja untuk 1 orang. Sebuah meja kecil diletakan di antaranya.
Ketika jumlah pengunjung bertambah, pilihannya duduk di taman, atau di rooftop. saya lihat di taman ada 3 meja kayu dengan 4 bangku berdesain senada. Sedangkan di rooftop berkapasitas kurang lebih 10 orang sekaligus. Masih ada space untuk tambahan bangku hingga menjadi 15 orang.
Jika jumlah tamu lebih banyak lagi, maka pilihannya adalah di rumah bambu Bali House. Muat banget hingga 100 orang !
Hari itu saya datang lebih awal. Kanca Space baru buka. Belum ada pengunjung lain. Jadi leluasa keluar masuk melihat-lihat.
Di ruangannya yang mungil terdapat meja barista, letaknya di sebelah kanan dari pintu masuk. Di atas meja itu ada sejumlah peralatan. Ada mesin pembuat kopi, mesin kasir, info promo produk, lembaran menu, roti, air minum kemasan botol, produk tumbler, cangkir kopi, dan lainnya.
Tentu saja, ada baristanya juga. Iyalah. Siapa yang bikin kopi kalau ga ada barista. Memangnya coffee shop ini mengusung konsep self service? 😅
Di situ saya jadi kenal Hafiz, Axel, dan Sarah dengan segala keramahannya. Sembari fokus bekerja, mereka tetap lincah melayani obrolan dengan penuh senyum. Meskipun kayaknya, malah banyakan senyumnya daripada obrolannya 😂
Satu hal sederhana, keramahan dan sikap yang bersahabat bikin urusan makan dan minum jadi bertambah-tambah nikmatnya. Betul apa betul? 😁
|
Bikin kopi wajib maskeran |
|
Kopinya udah jadi, maskernya baru dibuka😁 |
Meskipun mungil, Kanca Space sangat nyaman. Saya betah ketika berdiri menunggu kasir mengurus pembayaran, atau saat duduk menunggu pesanan (take away) selesai.
Setiap sudut ruangnya dioptimalkan. Bahkan ada galeri produk bernama @kanca.goods yang menjual kerajinan dari bahan natural, kayu dan rotan untuk mempercantik hunian, dan tentunya memiliki nilai fungsional.
Produk-produk tersebut dipajang di rak yang berada persis di depan meja barista. Jadi kalau kita nengok kanan liat barista bekerja menyeduh kopi. Nengok kiri liat produk kerajinan yang lucu-lucu dan unik.
Produknya ga cuma dipajang dalam Kanca Space, di luar pun, tepatnya di dinding bagian dalam Bali House juga ada. Di situ ada banyak produk kerajinan berupa cermin rotan dan cermin jerami estetik. Saya tergoda untuk membeli. Akhirnya, dengan membayar Rp 150.000,- salah satu cermin rotan saya bawa pulang.
Memang susah ngendaliin diri kalau udah lihat produk kerajinan yang berhubungan dengan dekorasi rumah. Abis dari mata turun ke dompet, jadi beli deh haha
|
Aku naksir nih sama cermin besarnya 😍 |
|
Coba tebak, cermin rotan mana yang saya beli? 😁 |
Sekarang, yuk kita ngomongin menu andalannya Kanca Space. Mereka punya apa saja?
Kanca Space menyediakan minuman Coffee, Non Coffee, dan Signature.
Minuman kopi yang ditawarkan terdiri dari Espresso, Americano, Picolo, Latte, Mocha, Kopi Susu Kanca.
Untuk Non Coffee tersedia Black Tea, Lychee Tea, Lemon Tea, Thai Tea, Choco, Matcha, Taro, Cookies & Cream.
Nah, untuk signature-nya ada Salted Caramel Latte, Fresh Passion, Mojito, dan Blue Choco.
Untuk daftar harga dapat dilihat pada gambar berikut, berlaku saat artikel ini dibuat.
Kanca Space menghadirkan menu yang fokus pada sajian comfort food bagi para tamunya. Ada beragam pilihan comfort food yang patut dicoba di sini.
Buat yang belum familiar dengan istilah comfort food:
Comfort food adalah makanan yang dimasak secara tradisional dan memiliki daya tarik yang khas serta ada perasaan nostalgia untuk diri sendiri. Di sisi lain, terdapat juga pengertian bahwa comfort food adalah makanan yang menyajikan perasaan nyaman dan biasanya dihubungkan dengan hidangan yang gemar disantap ketika masa kecil atau bisa juga makanan rumahan. Hidangan ini juga bisa diartikan sebagai makanan yang mudah disantap dan dicerna.
Kanca Space memiliki tiga pilihan menu yang terdiri dari Ricebowl, Kid's Menu, dan Snack.
Lima menu ricebowl di antaranya: Ikan Cakalang, Ayam Rica, Karage Mentah, Betutu, dan Ayam Teriyaki. Semuanya dibandrol dengan harga IDR 28K. Di setiap menu ada pilihan dengan tambahan telur mata sapi. Bila suka, kita tinggal pesan dengan harga IDR 33K.
Mencicipi Comfort Food Kanca Space
Ada tiga jenis menu makanan yang dimiliki oleh Kanca Space, yakni Ricebowl, Snack, dan Kid's Menu.
Aku bersama April, Mbak Ria, Mbak Rina, dan Tami, makan siang dengan Ricebowl Cakalang Telur, Ricebowl Ayam Rica Telur, dan Ricebowl Betutu Telur.
Dema dan Maxy (anaknya April) makan dengan Kids Menu Karage dan Kids Menu Teriyaki.
Dari deretan menu Snack, kami mencicipi Tahu siomay, Dimsum, dan Singkong sambal roa.
Sedangkan untuk minuman, kami menikmati Mojito, Blue coco, Hot latte flavored, Hot Cappucino, dan Es kopi susu kanca.
|
Tahu siomay, Dimsum, dan Singkong sambal roa |
|
Ricebowl Cakalang Telur, Ricebowl Ayam Rica Telur, dan Ricebowl Betutu Telur |
|
Kids Menu Karage dan Kids Menu Teriyaki |
Singkong Goreng Keju Sambal Roa
Singkong goreng jadi camilan yang paling saya suka di Kanca Space. Makanan ini terbilang baru dan masih promo.
Btw, ada yang gak suka singkong karena menganggapnya sebagai makanan orang miskin? Haha. Duh!
Yup. Beberapa orang ada yang masih menganggap singkong sebagai makanan inferior di kalangan masyarakat. Heran juga sih kenapa ada anggapan begitu. Apakah ybs korban kesalahan dalam edukasi pangan? Atau karena singkong itu murah, cocok jadi makanan orang miskin saja, dan rasanya ga enak, ga pula pantas jadi gaya hidup? Hadeuuuh 😅
Cobalah ubah persepsi tentang singkong. Sebagai makanan, singkong memiliki banyak manfaat fungsional. Kandungan indeks glikemik singkong jauh lebih rendah lho dibandingkan kentang dan nasi. Singkong juga kaya serat. Itu sebabnya potensi singkong sebagai sumber karbohidrat subsitusi nasi sangat besar.
Bagaimana caranya supaya singkong jadi gaya hidup? Ada saran baik yang udah lama ada: Pembuat makanan berbahan singkong perlu berinovasi dalam hal pengolahan agar singkong menjadi makanan pokok yang praktis, rasa yang diterima, menyehatkan, kekinian, dan ada nilai sosial.
|
Singkong Goreng Keju Sambal Roa. Gurih dan renyah, dicocok sambal roa bikin gak mau berhenti makan. Sayang sambalnya kurang banyak 😀 |
Saya lupa pernah makan singkong sambal roa di mana saja. Yang jelas saya pernah menikmati singkong goreng di beberapa tempat makan elit di kota-kota besar.
Sudah lama singkong jadi makanan berkelas. Disajikan secara menawan, dan dinikmati oleh berbagai kalangan. Bahkan, cukup menjadi candu bagi saya pribadi. Seperti singkong keju sambal roa di Kanca Space ini.
Buat yang berencana berkunjung ke Kanca Space, wajib coba singkongnya.
Renyah di luar, empuk di dalam, dan rasa gurihnya nagih banget. Apalagi dicocol sambal roa, bikin gak mau berhenti makan. Potongan singkongnya banyak, sayang sambalnya sedikit, jadi cepat habis. Saya lupa nanya, bisa free refill apa gak sambalnya itu.
Selain suka singkong, saya juga suka pisang goreng yang dicocol sambal roa. Dulu pernah makan di Tidore, enak sekali. Pernah juga di Lampung bareng teman-teman blogger, istimewa. Jika suatu hari Kanca Space bikin pisang goreng sambal roa, saya bakal jadi salah satu pelanggan terbahagia!
Selain singkong goreng, saya juga mencicipi Dimsum. 1 porsi berisi 4 dimsum.
Pengennya icip banyak, tapi terpaksa mencicipi satu saja, takut kekenyangan. Karena setelah itu saya mau lanjut makan ricebowl cakalang 😁
Jujur nih ya, saya suka dimsum buatan Kanca Space. Kulit dimsumnya lembut, citarasanya pun lezat. Kalau sedang gak menahan diri supaya bisa terus mencobai menu lainnya, saya yakin satu porsi dimsum enak itu bisa saya habiskan sendirian.
Untuk Tahu Bakso, rencananya mau saya coba setelah makan ricebowl cakalang. Tapi batal, karena separuh porsi ricebowl sukses bikin saya kekenyangan, gak sanggup lagi makan yang lainnya.
Porsi nasi ricebowl nya memang banyak, sih! Sampai teman-teman bilang gini: "Lain kali kalau order lagi, minta kurangi nasinya."
Minuman Dingin dan Panas
Cuaca siang itu cenderung sejuk karena sempat turun hujan. Tapi tenggorokan terasa banyak keringnya. Bawaannya jadi haus terus. Mungkin karena banyak ngobrol. Namanya ketemu teman, obrolannya dari sabang sampai merauke, ga abis-abis haha.
Rasa haus bikin saya pengen menyeruput minuman dingin. Karena itu saya memilih Blue Coco. Wow asam!
Ternyata, karena syrup manisnya sudah turun ke dasar gelas. Tak lagi merata. Lalu saya buru-buru minta tambah syrup. Terburu-buru yang bikin saya menyesal kemudian. Sebab ketika air dalam gelas susut karena pindah ke perut, rasa manisnya mulai terasa. Makin lama makin manis. Akhirnya syrup tambahan tidak terpakai.
Saya tuh ya kadang-kadang.... 😅
|
Blue Coco, Hot Latte Flavored, Mojito |
|
Hot Cappucino dan Es Kopi Susu Kanca |
Masakan Khas Daerah Dalam RiceBowl Kanca Space
Kanca Space memiliki 5 varian Ricebowl, terdiri dari ricebowl Ikan Cakalang, Ayam Rica, Karage Mentah, Betutu, dan Ayam Teriyaki.
Kami mencicipi Ricebowl Cakalang Telur, Ricebowl Ayam Rica Telur, dan Ricebowl Betutu Telur. Yak, semuanya plus telur. Semua menu ricebowl dengan telur mata sapi ini dibandrol IDR 33K. Tanpa telur cukup IDR 28K saja.
Nah, berhubung saya gak gitu doyan ayam, dan kebetulan ada pilihan selain ayam, saya pilih makan siang dengan ricebowl cakalang. Daaan, untuk telur mata sapinya saya berikan ke Tami. Karena saya juga memang kurang doyan telur dimasak mata sapi.
Jadi kalau ke Kanca, favorit saya ricebowl cakalang. Bukan karena alasan suka ikan saja, tapi karena ada tumis kangkung bunga pepaya juga sebagai isian ricebowlnya. Pelengkapnya sambal dabu-dabu, salah satu sambal kesukaan. Campuran inilah yang bikin saya berselera makan.
Meskipun sesuai selera, dan saya bisa makan dengan nikmat, tapi kalau perut sudah bilang "Penuh!", tetap saja seporsi ricebowl cakalang ga bisa dihabiskan. Nyesel sih, sedih juga jadi mubazir. Ini akibat udah makan singkong dan dimsum dulu sebelum makan, jadinya kenyang. Perut gak muat lagi.
Terbukti ketika saya datang lagi ke Kanca pada tgl. 4 Desember bersama suami dan anak-anak. Saya kembali memesan Ricebowl Cakalang. Hasilnya? Ludes ga bersisa. Kenapa bisa? Karena saya datang dalam keadaan perut benar-benar kosong.
Jadi, perkara ricebowl ga habis saat makan bareng Mbak Rina, Mbak Ria, April, dan Tami itu, karena memang udah kenyang duluan.
Orang lain selain saya, tentu punya kesukaan masing-masing terhadap suatu makanan.
Selama di Kanca, saya senang liat April, Mbak Rina, Mbak Ria, dan Tami amat welcome dengan berbagai varian makanan yang disajikan. Suguhan dari Kanca Space dapat disantap dengan mudah, dan dinikmati dengan sukacita.
Saya juga suka liat anak-anaknya April mudah dalam urusan makan. Anak-anak yang sehat, memang seperti itu adanya. Bersemangat dalam makan, dan menghabiskan makanannya.
Saya pun menikmati makanan yang saya pilih. Kendati harus ada kejadian tidak habis saat menyantap ricebowl, karena udah kenyang duluan. Tapi dari situ saya berjanji akan datang lagi, memesan menu yang sama, dan membuktikan kalau saya sungguh menyukai ricebowl cakalang buatan Kanca Space.
Menyeruput Kopi sambil Menyaksikan Sunset di Rooftop
Mungil kelihatannya, tapi pandai memanfaatkan space yang ada, begitulah Kanca Space. Siapa sangka punya rooftop, jadi tempat yang asyik buat bersantai sembari menikmati menu kesukaan.
Jika di sana sore hari, pada saat cuaca cerah, ada suguhan dari alam berupa matahari terbenam. Gak nyangka kan kalau pemandangan dari rooftop akan semenarik itu, sunset...
Asal hati-hati saja naik tangga selepas hujan. Tangganya tangga besi putar, kayak di tempat jemuran rumah ibu. Agak sempit, mesti gantian, dan licin saat basah.
Selebihnya, aman aja. Tapi kalau ajak anak kecil ke atas, mesti diawasi.
Niatnya cukup 2-3 jam saja di Kanca. Ternyata sampai waktu Ashar kami masih di sana 😁
Itu berarti, kami betah. Bahkan, Dema anaknya April, nangis nggak mau pulang. Pasalnya, selama di Kanca dia udah ketemu teman main, Cahaya. Anaknya Mbak Nanda, owner Kanca. Mereka main bersama, langsung akrab. Mungkin itu yang bikin Dema gak mau pulang. Udah seneng ada teman mainnya.
Ada faktor lain juga yang bikin Dema betah. Yakni suasana Bali House nya. Tempatnya luas, tanpa sekat, sehingga dan di mana pun anak bermain, ada dalam pandangan mata orang tua. Begitupun si anak, orang tuanya ada dalam pandangan matanya.
|
Dema & Maxy bermain kuda-kudaan bambu |
Ada beberapa spot foto menarik di Bali House Serpong.
Selain yang sudah saya tampilkan di atas, ada tempat lainnya lagi yakni di atas "jembatan" dalam Bali House.
Semacam spot pandang ke bagian dalam, dan lainnya ke bagian luar.
Bali House adalah tempat yang ideal untuk beberapa acara seperti arisan, kumpul bersama keluarga besar, acara gathering komunitas, kegiatan kelompok, acara sekolah/kampus, bahkan tempat acara pernikahan dan resepsi.
Dari info yang saya dapat, acara fashion show anak, bazar UMKM, latihan menari, yoga, juga kerap diadakan di sini.
Untuk latihan tari Bali rutin diadakan tiap hari Kamis. Tapi hari itu, kebetulan hari Kamis, sedang gak ada kegiatan tari. Adanya kegiatan latihan fashion show anak.
Apapun kegiatan yang bisa dilaksanakan di Bali House Serpong, makan dan minumnya di Kanca Space.
Jadi, nggak usah khawatir bila perlu makanan dan minuman, tinggal order di Kanca Space. Ragam menunya sangat bisa menyelamatkan dari rasa haus dan lapar yang melanda ketika sedang berkegiatan di Bali House.
Fasilitas toilet dan tempat solat tersedia.
Toilet wanita ada di pojok paling kanan Bali House, menempel dengan Kanca Space. Area wastafel dan WC sangat bersih, bebas dari bau gak sedap. Lantainya pun senantiasa kering.
Toilet pria beda tempat, terpisah gunung dan lautan, eh gak ding haha. Toilet pria di depan dekat pintu gerbang Bali House. Aksesnya dari taman Kanca Space. Di situ juga ada musola, ukurannya kecil saja, ga bisa ramean, mesti gantian.
Karena toilet pria dan musala ini terpisah, jadi kudu payungan kalau sedang hujan.
Akhirnya, rencana sejak lama untuk makan di Kanca Space bersama keluarga terwujud.
Hari Minggu, tgl. 4 Desember 2022 kami sekeluarga sedang tidak punya acara. Semua santai sejak pagi, hanya leyeh-leyeh saja di rumah. Nah, saat lagi mikirin makanan untuk makan siang, saya teringat Kanca Space. Akhirnya, saya tawari anak dan suami untuk makan ke sana, langsung pada setuju.
Hampir pukul 12 siang ketika kami meninggalkan rumah menuju Kanca Space. Saya sudah dalam keadaan lapar. Karena saya ingat bikin makanan di Kanca itu ga bisa cepat, apalagi kalau misalnya keadaan sedang ramai, bakal lebih lama lagi menunggu pesanan jadi. Akhirnya saya berinisiatif menelpon Kanca, dan menanyakan apakah bisa pesan dari sekarang supaya pas sampai makanan sudah siap. Katanya BOLEH!
Alhamdulillah banget, pas kami sampai, makanan langsung tersaji.
Tamu lain, yang sudah lebih dulu tiba, duduk gak jauh dari meja kami, sepertinya heran. Mungkin pikirnya, mereka yang udah duluan datang dan pesan makanan, tapi belum juga terhidang. Saya sampe liat mereka jalan ke Kanca, mungkin menanyakan pesanannya yang belum datang 😁
Semoga saja udah dijelaskan. Bahwa pesanan kami cepat datang karena sudah order duluan via telpon. Ohya, waktu tempuh dari rumah saya di BSD ke Kanca Space hari itu kurang lebih 20 menit. Paslah ya buat menyiapkan menu yang saya pesan.
Alhamdulillah saya kembali memesan ricebowl cakalang. Suami juga ikutan saya makan menu yang sama. Alief 2 kali nambah ricebowl ayam rica, dan Aisyah makan kid's menu ayam teriyaki. Untuk minuman saya memesan Es Kopi Susu Kanca, Alief minum Mojito (sampe pesan 2 kali), Aisyah minum Taro kesukaannya, dan suami minum Ice Salted Caramel. Makan segitu cuma abis Rp 294.000. Murah banget!
Pengalaman saya berkunjung di Kanca Space ini sangat baik.
Kalau ditanya masih mau balik lagi apa gak, oh tentuuu masih mau! 💕
Buat teman-teman yang suka keliling cari tempat ngopi yang sedia makanan enak buat dicobain, yang asyik buat nongkrong, jangan sampai pas ke Pamulang nggak mampir ke Kanca Space ini.
Ajak bestie maupun keluarga untuk meneguk kopi, menikmati makan siang, menyambut matahari terbenam, dan menyegarkan pikiran sepulang beraktivitas sambil santap malam.
Jadi gimana, Kanca Space ini cocok kan kalau dijadikan list tempat nongkrong kalian?
Terima kasih sudah membaca 💖
🍴 KANCA SPACE
⏰ Setiap hari, pukul 09.00-22.00 WIB.
📍Bali House Serpong, Jl.Pd Aries, Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan
Info, collab, & reservation:
Nanda +62 8788-444-3124
Maya +62 811-1339-497